Dari Apartemen Kecil, Ini Kisah Jack Ma Besarkan Alibaba
15 October 2019 15:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Berharta US$ 37,7 miliar atau sekitar Rp 527 triliun per Selasa (15/10/19), Jack Ma berhasil menduduki peringkat satu daftar orang terkaya di China tahun 2019 versi Forbes.
Kekayaan Jack Ma berhasil diperolehnya dari mendirikan dan menjalankan perusahaan e-commerce Alibaba. Menurut laporan E-commerce Business China, Alibaba yang adalah salah satu merek e-commerce yang terkenal di dunia, didirikan pertama kali pada bulan Juni 1999. Sebelum mendirikan Alibaba, Jack Ma bekerja sebagai guru bahasa Inggris
Jack Ma mendirikan Alibaba bersama dengan 18 mitranya di sebuah apartemen kecil di Hangzhou. Kemudian pada bulan oktober, Alibaba memperoleh modal ventura pertama sebesar US$ 5 juta. Penggalangan dana itu dipimpin oleh Fidelity Investment.
Selanjutnya pada tahun 2000, Alibaba meluncurkan Chinese Suppliers yang menyediakan layanan e-commerce untuk perusahaan menengah dan sedang. Pada tahun-tahun selanjutnya, bisnis Alibaba makin berkembang hingga ke luar negeri, dan meluncurkan layanan International TrustPass pada Maret 2003.
Dua bulan kemudian, pada Mei, situs belanja Taobao lahir. Dalam 20 hari awal peluncurannya, pengunjungnya sudah mencapai 10.000 orang. Pada bulan Oktober, sistem pembayaran online Alipay dirilis, dan dengan platform pembayaran yang bermanfaat ini, Alibaba berhasil mencapai pendapatan harian sebesar 1 juta yuan.
Pada Januari 2004, total turnover Taobao mencapai 34 juta yuan, dengan pengunjung harian 3 juta orang, dan menjual 800.000 item. Platform ini bahkan memiliki anggota lebih dari 230.000 orang. Pada bulan Juni di tahun yang sama Taobao meluncurkan Alitalk, alat pengiriman pesan instan untuk pembeli dan penjual.
Pada bulan Mei 2008, bersama dengan Softbank, Alibaba mendirikan perusahaan patungan (joint company) untuk memperluas pasar Jepang. Pada Agustus 2008, pengguna terdaftar telah meningkat menjadi 100 juta orang, volume perdagangan harian juga meningkat menjadi lebih dari 450 juta dan transaksi harian lebih dari 2 juta.
Pada 2014, Alibaba melakukan initial public offering (IPO) di New York, IPO ini mencetak rekor sebagai penawaran saham publik terbesar di dunia, mengumpulkan US$ 25 miliar.
Kekayaan bersih Alibaba per 14 Oktober 2019 adalah US$ 440,03 miliar, mengutip Macro Trends.
Jack Ma yang mengundurkan diri sebagai CEO Alibaba pada September lalu, diketahui memiliki empat kunci utama dalam membangun Alibaba. Pertama adalah untuk memiliki sikap gigih.
"Ada banyak orang yang lebih pintar dan lebih rajin dari kita, tetapi mengapa kita mendapat banyak uang sementara yang lain tidak? Alasan pentingnya adalah kegigihan." Katanya.
Ketiga alasan lainnya adalah memiliki kepercayaan, mau belajar, dan melakukan hal-hal yang benar dengan cara yang benar.
Dari berita tersebut dapat diketahui bahwa kisah dari Jack Ma merupakan Mobilitas Sosial Vertikal yaitu perpindahan individu sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial yang tidak sederajat. Dan yang dialami oleh Jack Ma adalah mobilitas sosial vertikal ke atas atau bisa disebut Social Climbing.
Faktor yang mempengaruhi Mobilitas Sosial tersebut adalah faktor individu yaitu faktor dari Jack Ma sendiri. Meskipun Jack Ma awalnya hanya memiliki apartemen kecil, tetapi dengan kepandaian dan kegigihannya, akhirnya Jack Ma dapat menjadi orang yang sangat sukses.
Dampak dari mobilitas sosial yang terjadi adalah dampak positif, karena dengan adanya tokoh seperti Jack Ma, kita dapat termotivasi untuk mengembangkan kemampuan dan bekerja keras, karena dengan adanya usaha pasti kita dapat memperbaiki kehidupan kita, meskipun akan banyak masalah yang menghadang. Tetapi kita harus tetap teguh dan pantang menyerah.
Saluran Mobilitas Sosialnya adalah Organisasi Ekonomi. Karena Jack Ma awalnya hanya menyusun sebuah strategi dalam membangun perusahaan dengan kelompok yang berjumlah 18 mitra, sehingga hal tersebut merupakan saluran dari Organisasi Ekonomi.
Komentar dan Saran saya
Menurut saya, Jack Ma sangat menginspirasi banyak orang. Sebelum dapat membangun apartemen kecil, Jack Ma adalah orang yang Gaptek (Gagap Teknologi) tetapi hal tersebut tidak menghalangi tekat Jack Ma untuk mendirikan perusahaan e-commerce Alibaba. Dengan keuletan dan kerajinan Jack Ma dalam membangun perusahaannya, akhirnya Jack Ma dapat menjadi orang yang sukses dan berhasil. Bahkan status sosialnya berubah sangat drastis, bahkan Jack Ma menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Dari kisah Jack Ma kita dapat belajar banyak dan belajar untuk tidak putus asa meskipun kita orang yang tidak pandai atau pun miskin.
Nama : Sherin Maulina
Kelas : XI IPS 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar