SAJIAN DATA
Media : Website Liputan 6
Tanggal : 28 Oktober 2019
Judul : Krisdayanti, Mulan Jameela hingga Primus Yustisio, Deretan Artis di DPR
Isi/Rangkuman :
Sebanyak 575 anggota DPR berikut DPD dan MPR periode 2019-2024 sudah resmi dilantik dan diangkat sumpahnya oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.
Acara pelantikan para anggota DPR, MPR, dan DPD ini berlangsung di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa 1 Oktober 2019 lalu. Wajah-wajah anggota DPR pun bertambah. Ada beberapa artis Ibu Kota yang kini banting setir menjajal kursi anggota dewan. Salah satu yang marak diperbincangkan adalah Krisdayanti atau KD. Krisdayanti merupakan seorang diva penyanyi. Kini, ia menjadi salah satu anggota dewan yang terpilih dari PDI Perjuangan. Meski begitu, ada pula artis-artis yang kembali terpilih menjadi anggota dewan. Contohnya adalah Desy Ratnasari dan Eko Patrio.
ANALISIS
Berdasarkan berita tersebut, hal tersebut termasuk kedalam mobilitas vertikal naik karena adanya peralihan individu ke tingkat/kedudukan yang lebih tinggi. Dalam mobilitas ini terjadi proses penerimaan yaitu mobilitas yang didapatkan karena kualitas individu mencukupi untuk menduduki jabatan tertentu. Jabatan sebagai anggota DPR RI para artis ini diperoleh melalui organisasi politik karena mereka dianggap mempunyai kemampuan dalam berorganisasi di bidang politik.
Faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial ini adalah faktor situasi politik. Hal ini dikarenakan para artis ini berkeinginan untuk memperbaiki kondisi politik dinegaranya yang mereka anggap bahwa kondisi politik Indonesia saat ini buruk. Oleh karena itu, saya dapat memperoleh konsekuensi yang akan didapatkan dari mobilitas ini, yaitu dengan adanya mobilitas seperti ini akan memperbaiki keadaan sosial ke arah yang lebih baik. Selain itu, mungkin saja ada konsekuensi negatif yang diperoleh, yaitu terjadinya konflik sebab mungkin saja ada masyarakat yang kurang puas dengan kinerja atau aspirasi yang dilakukan para artis selama menjabat sebagai anggota DPR RI.
KESIMPULAN
Jadi, Mobilitas yang terjadi adalah mobilitas vertikal naik karena ada naiknya kedudukan individu. Mobilitas tersebut didapatkan karena suatu individu sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk menduduki jabatan tertentu. Faktor yang mendorong mobilitas tersebut adalah karena suatu individu prihatin akan situasi politik saat ini.
Menurut saya, mobilitas seperti ini sangatlah baik karena menimbulkan keinginan individu dalam memperbaiki suatu kondisi sosial di masyarakat. Tapi, mungkin saja mobilitas yang terjadi pada zaman sekarang hanya karena suatu individu hanya ingin menaikkan status sosialnya tanpa memandang kewajiban yang harus mereka lakukan. Sehingga, dapat dimungkinkan akan terjadi konflik di masyarakat.
Nama : M. Fawwazul Bariq
Tidak ada komentar:
Posting Komentar