Kamis, 06 Februari 2020

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Krisna

Kakak saya

Pada waktu kuliah Mira kuliah di AKA dan sekarang dia bekerja PNS di dinas perindustrian. Peristiwa ini termasuk mobilitas vertikal naik karena dari kuliah sampai kerja itu mengalami kenaikan. Saluran mobilitas termasuk lembaga pendidikan. Konsekuensi yang di terimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.



Ferdyan M Falah

Pada waktu smp fian bersekolah di SMPN 3 Tuban dan sekarang dia bersekolah di SMAN 1 Tuban. Peristiwa ini termasuk mobilitas intergenerasi naik karena dari SMPN 3 Tuban naik ke SMAN 1Tuban dan mengalami kenaikan. Konsekuensi yang di terimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.




Ayah saya

Pada waktu kuliah dia mengambil S1 Hukum dan sekarang dia bekerja sebagai PNS. Peritiwa ini termasuk mobilitas vertikal naik karena dari kuliah S1 Hukum di terima bekerja di PNS. Konsekuensi yang di terimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.



Sandy

Pada waktu smk sandy bersekolah di SMK PGRI 2 Tuban dan sekarang bekerja di konter HP. Peristiwa ini termasuk mobilitas vertikal naik karena dari SMK PGRI 2 Tuban bekerja di konter HP. Konsekuensi yang di terimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.



Mama saya

Mama saya adalah lulusan sma dan sekarang menjadi seorang ibu rumah tangga yang menyambi bekerja jualan salad buah di rumah. Peristiwa tersebut merupakan bentuk mobilitas intragenerasi naik. Saluran mobilitasnya adalah organisasi ekonomi. Faktor yang memengaruhi mobilitas sosialnya termasuk keadaan ekonomi. Konsekuensi mobilitas sosial termasuk positif yaitu mempercepat tingkat perubahan sosialke arah yang lebih baik



Krisna Ariffudin (21)

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Akmal

ANALISIS MOBILITAS SOSIAL YANG ADA DI LIGKUNGAN SEKITAR


1. Lulusan SMA 1 Rengel  yang kuliah di semarang

Devis Safitri. Ia adalah mbak sepupuku yang tinggal di Rengel jawa timur, dia bukan lah yang mempunyai segalanya atau bahkan tercukupi tapi semangat ia belajar hingga ia kuliah di Universitas Wali Songo Semarang. Dia sekrang melanjutkan kuliah S2 dan bangganya lagi dia mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana.

ANALISIS
Mobilitas social yang dilakukan oleh Devis Safitri ini termasuk dalam bentu mobilitas social Vertikal naik. Hal ini dapat dilihat dari keluarga yang tidak mampu. Devis Safitri sudah melanjutkan kuliah S2 dan mendapat beasiswa, dan skrg mengajar di salah satu TPQ 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Mobilitas social yang terjadi tersebut memiliki faktor yang mempengaruhi. Faktor yang mempengaruhi dari mobilitas social tersebut adalah keadaan ekonomi nya. Semangat itu tidak pernag luntur dari dirinya, ia mempunyaj cita citq untuk membanggakan orang tuanya.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Devis Safitri menggunakan saluran pendidikan SMA nya, karena di SMA Rengel dia memiliki prestasi dan potensi yang membanggakan.

KOMENTAR
Menurut saya, Mobilitas social yang terjadi kurang baik,Devis safitri sehaarusnya bisa kuliah lebih dari itu, tetapi dengan kondisi seperti itu dia bisa melanjutkan S2 nya.




2. Anak dari Petani bisa menjadi Akabri yang gagah.

Pak Nyoman Tjandri adalah ayah saya. Beliau sangat menjadi inspirasi saya beliau adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Kegigihannya membantu orang tuanya sangat besar dah bertanggung jawab sekali. Dengan sangat pengorbanan yang dik3luarkan, tidak sia sia akhirnya ayah saya bisa menjadi Akpol dan menjadi Kapolres di Bali waktu itu.

ANALISIS
Mobilitas social yan terjadi pada peristiwa social ini adalah Vertikal Naik Antargenerasi karena terjadi dalam dua generasi dan naik. Anak seorang Petani bisa memasuki Akabri dengan dukungan orang tua dan keinginan yang sangat kuat.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi mobilitas social pada peristiwa tersebut adalah Status social. Putranya ingin meningkatkan status social yang dimiliki.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Saluran mobilitas sosial yang digunakan oleh anak Petani tersebut adalah saluran lembaga Militer.

KOMENTAR
Proses mobilitas sosial yang terjadi pada peristiwa ini menurut saya patut dicontoh karena pendidikan sebenarnya tidak bergantung pada kondisi ekonomi namun bergantung pada niat dan keinginan untuk merubah atau meningkatkan status sosialnya.




3. Lulusan SMEA menjadi Polwan yang cantik.

Sumiayu adalah ibu saya Sosok yang sangat baik hati dan sangat aku sayangi. Dengan lulusan SMEA ibuku tidak pantang menyerah untuk menggapai cita citanya. Dengan berusaha keras latihan setiap hari dengan penuh semamgat. Dukungan orang tua yang besar membuatnya semakin yakin.

ANALISIS
Mobilitas sosial yang terjadi pada Bu Sumkayu merupakan Vertikal Naik intragenerasi karena beliau merupakan lulusan SMEA namun menjdi Polwan yang gagah dan cantik.dimana posisi tersebut sulit didapatkan untuk lulisan SMEA

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi mobilitas Bu Ana ini adalah status sosial. Beliau di percaya oleh para petinggi dapat mengerjakan tugas dengan baik dan cekatan, selain itu koneksi yang dimiliki oleh suami Bu Ana juga memepermudah tercapainya posisi tersebut.

PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas sosial yang terjadi pada Bu Sumiayu adalah Penerimaan, dimana kualitas seseorang menjadi syarat yang dipentingkan dalam masyarakat.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL 
Saluran mobilitas sosial yang digunaka oleh Bu Sumiayu untuk mendapat posisi tersebut adalah Pendidikan Militer. Walupun tidak dibekali dengan kemampuan militer tapi memepersiapkan dengan matang.

KOMENTAR
Mobilitas sosial yang terjadi pada Bu Sumiayu ini sangat baik karena beliau dapat mendapatkan posisi yang sangat membanggakan ini.Bu Sumiayu, yang tidak dibekali kemampuan Militer sama sekali. Namun sikap Bu Sumiayu yang disiplin dan mampu memimpin dengan baik ini dapat dicontoh.



4. Masih SMA sudah punya Olshop yang ramai

Lintang Iedayu Nasha atau yang kerap dipanggil Lintung ini bersekolah di sma 4 tuban jurusan IPS. Dia masih kecil sudah berqni mencoba menjual Minuman sejenis kopi,cocktail,tea,milik dll. Walau masih sma dia sudah bisa mendapatkqn uang jajan sendiri untuk tambahan membeli apa yg dia inginkan. Tidak menganggu sekolahnya,iq tetap enjoy dengan kesibukan Olshopnya.

ANALISIS
Mobilitas sosial yang terjadi pada peristiwa Lintung ini adalah Mobilitas Vertikal naik karena, Lintung menggasilkan uang sendiri walaupun masih sma. Dengan cara menujual minuman di Olshopnya.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial yang tenrjadi tersebut adalah Media Sosial, dimana Lintung sudah memiliki penghasilan sendiri dri Olshopnya

PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas sosial yang terjadi pada Lintung adalah kemajuan teknologi dan dia mampu dan mau bee inovasi dengan caranya sendiri.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Saluran Mobilitas Sosial yang digunakan ileh Lintung adalah Ekonomi, dimana ia mendapatkan yambahan uang jajan dengan Olshopnya

KOMENTAR
Mobilitas sosial yang terjadi ini sangat bagus karena media sosial yang telah di manfaatkan dapat membantu untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan status sosial


5. Lulusan STM bidang bangunan sekarang membantu proyek di Gresik

Mas amin adalah mas sepupu saya yang tinggal di Rengel. Skrg dia sudah bekerja di salah satu proyek yang ada di gresik,begitu kabar yang saya terima 2 minggu kmren. Dia dipercaya untuk membanti disana karena ketekunannya dan rajin sekali.

ANALISIS
Mobilitas sosial yang terjadi pada Mas amin adalah Mobilitas Vertikal Naik, karena pada mobilitas ini terjadi kenaikan dimana Mas amin yang sebelumnya siswa SMK dibangunan menjadi membantu proyek yang besar. 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial pada Mas Amin adalah Pendidikan, dimana mas amin sebelumnya merupakan siswa SMK bangunan membantu proyek yang besar.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Saluran mobilitas sosial yang digunakan oleh mas amin adalah Lembaga Pendidikan, dimana mas amin menggunakan pendidikannya untuk bekerja di proyek besar di Gresik

KOMENTAR 
Mobilitas sosial yang terjadi pada mas amin sangat baik karena ia menggunakan kemampuannya untuk mendapatkan apa yang pantas untuk dirinya.  Hal ini patut dicontoh karena mencontohkan bahwa pendidikan sagatlah berguna untuk masa depan.

M. Akmal Inzaky

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Dikri

ANALISIS LINGKUNGAN SEKITAR


Krisna

Krisna sekolah bertujuan untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dari SMA, Krisna melakukan mobolitas sosial vertikal naik. 
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor individu. 
Saluran yang digunakan adalah saluran pendidikan. 
Proses mobilitas sosial vertikal kenaikan pangkat. 
Keuntungan yang didapatkan adalah dengan sekolah dan belajar akan mendapatkan ijazah saat lulus, dan ijazahnya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 


Mas eko

Mas Eko bekerja di salah satu pertambangan di Indonesia sebagai mata pencahariannya, mas Eko melakukan mobilitas sosial vertikal naik. 
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor ekonomi. 
Saluran yang digunakan adalah saluran organisasi ekonomi. 
Keuntungan yang didapatkan adalah dengan bekerja akan mendapatkan gaji untuk mencukupi kebutuhan. 


Bapak Jadid
 
Pak Jadid awalnya bekerja sebagai gitaris di salah satu band di Bojonegoro, namun sekarang bekerja sebagai sekdes.Bapak Jadid melakukan mobilitas sosial vertikal naik
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor individu karena ingin menaikkan status sosial 
Saluran yang digunakan adalah saluran organisasi politik
Keuntungan yang didapat adalah dngan menjadi sekdes akan meningkatkan status sosialnya 



Bapak Arif

Pak arif adalah seorang tukang cukur rambut yang awalnya bekerja ikut orang untuk menyiapkan properti resepsi nikah, pak arif melakukan mobilitas sosial vertikal naik karena pak arif ingin mempunyai usahanya sendiri. 
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor perubahan ekonomi karena pak arif ingin bekerja di usahanya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. 
Saluran yang digunakan adalah saluran organisasi ekonomi
Keuntungan yang didapat adalah dengan memiliki usaha sendiri pak arif bisa mencukupi kebutuhan menjadi lebih baik. 


Bapak Nur

Pak Nur adalah seorang guru disamping membagikan ilmu kepada muridnya, menjadi guru juga sebagai mata pencahariannya. Pak Nur melakukan mobilitas sosial vertikal naik. 
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor perubahan ekonomi
Saluran yang digunakan adalaha saluran organisasi ekonomi
Keuntungannya adalah disamping mendapat pahala juga mendapat gaji untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

M. Dikri Khoirul I.

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Ferdyan

Aldy 

Pada waktu smp aldy bersekolah di Smpn 6 tuban dan sekarang ia bersekolah di sman 1 tuban. Peristiwa ini termasuk mobilitas intragenerasi naik karena dari smp 6 naik ke sman 1 tuban dan mengalami penaikan. Saluran mobilitasnya termasuk lembaga pendidikan. Konsekuensi yang diterimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.




Mama saya

Mama saya adalah Lulusan sma dan sekarang menjadi seorang ibu rumah tangga yang menyambi bekerja jualan baju dirumah. Peristiwa tersebut merupakan bentuk mobilitas mobilitas Intragenerasi naik. Saluran mobilitasnya adalah organisasi ekonomi. Faktor yang memengaruhi mobilitas sosialnya termasuk keadaan ekonomi. Konsekuensi mobilitas sosial termasuk positif yaitu mempercepat tingkat perubah sosial ke arah yang lebih baik.




Om Haqi
Om saya dulu kuliah di ITS mengambil jurusan tehnik perkapalan sekarang om saya mengambil S2 di luar negeri. Peristiwa tersebut merupakan bentuk mobilitas Vertikal naik. Saluran mobilitasnya adalah lembaga pendidikan. Faktor yang memengaruhi mobilitas sosialnya termasuk keinginan melihat daerah lain. Konsekuensi mobilitas sosial termasuk individu atau kelompok akan berusaha mewujudkan harapannya.




Om Udin
Om saya dulu belum bekerja atau pengangguran dan sekarang om saya mendapat tawaran pekerjaan di papua, Ia Menerima pekerjaan itu. Peristiwa tersebut termasuk bentuk mobilitas vertikal naik. Saluran mobilitasnya adalah organisasi ekonomi. Faktor yang memengaruhi mobilitas sosialnya termasuk keadaan ekonomi. Konsekuensi mobilitas sosialnya termasuk mempercepat tingkat perubah sosial ke arah yang lebih baik.





Ayah saya 
Ayah saya dulu setelah Lulus kuliah pernah bekerja di sebuah pabrik gula dan sekarang ayah saya sekarang seorang pengusaha bersama mama saya. Bentuk mobilitasnya adalah mobilitas vertikal naik karena dulunya bekerja di pabrik sekarang menjadi seorang pengusaha. Saluran mobilitasnya termasuk Organisasi keahlian.  Faktor yang memengaruhi adalah keadaan ekonomi. Konsekuensi mobilitas sosialnya termasuk mempercepat tingkat perubah sosial ke arah yang lebih baik.

Ferdyan M. Falah

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Aldy

MOBILITAS SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKITAR


-Ibu saya
Ibu saya setelah lulus SMA, menikah dengan ayah saya yang lulusan sarjana, ibu saya adalah anak dari petani, mobilitas yang dialami ibu saya adalah vertikal naik karena dulu hidup ibu saya sedikit susah setelah menikah dengan ayah saya hidupnya tercukupi. Saluran mobilitasnya adalah Pernikahan. Dampaknya adalah Ibu saya tidak tinggal lagi dengan orang tuanya dan tinggal dengan ayah saya


-Mbak In ( Kopsis)
Mbak kopsis adalah lulusan SMA, dulu dia tidak bekerja namun setelah mencari pekerjaan, dia mendapat pekerjaan sebagai Mbak Kopsis di SMA N 1 TUBAN, dia mengalami mobilitas vertikal naik karena dulu Mbak in tidak memiliki penghasilan dan sekarang Mbak in mempunyai penghasilan, Saluran mobilitasnya adalah Organisasi keahlian karena jadi Mbak Kopsis butuh keahlian, dan dampaknya Mbak in dikenal oleh banyak siswa di SMAN 1 TUBAN dan mempunyai penghasilan sendiri


-Ayah saya
Ayah saya adalah lulusan sarjana, setelah lulus dia bekerja di Bulog, pada awalnya ayah saya bekerja di Bulog Sidoarjo, lalu pindah ke Bojonegoro, dan pindah ke Tuban tetapi gajinya dan pekerjaanya tetap sama, mobilitas sosial yang dialami ayah saya adalah mobilitas horizontal, karena ayah saya dipindah tetapi gaji dan pekerjaanya tetap sama, saluran mobilitas sosialnya adalah organisasi keahlian, dampaknya adalah ayah saya harus pindah rumah karena tidak mungkin bolak balik beda kota 


-Augie Subarkah 
Dulu Augie bersekolah SDN Babat 7 dan dia melanjutkan ke jenjang SMP di SMPN 1 Babat dan kemudian dia bersekolah di SMAN 1 Tuban, dia mengalami mobilitas sosial horizontal intragenerasi naik karna dia sama sekolah namun jenjangnya berbeda, Saluran mobilitas sosialnya adalah Lembaga Pendidikan, dampaknya


-Kakak saya
Kaka saya adalah mahasiswa di UGM, dulu dia sekolah SD sendangharjo 4 kemudian ke SMPN 1 Tuban dan kemudian ke SMAN 1 Tuban dan dilanjutkan ke UGM lewat SNMPTN, dia mengalami mobilitas sosial horizontal naik, saluranya adlaah lembaga pendidikan dan dampaknua dia naik ke jenjang lebih tinggi dan lebih baik untuk mengejar cita cita

Aldy Dwi Arsya A. (01)

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Rizky

1.  Guru B. Indonesia  (Achmad Fahrudin)

     • Guru mengajar untuk memberikan pendidikan kepada murid murid nya dan juga sebagai mata pencaharian nya. Guru melakukan mobilitas vertikal naik.
     • Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor perubahan ekonomi.
     • Saluran mobilitad melalui organisasi ekonomi.
     •  Keuntunganm mobilitas tersebut adalah guru dapat mendapatkan gaji dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan telah mengajar siswa.

2. Menambah Ekonomi Keluarga ( Fais sholikhin)

Orang tua bekerja  memenuhi kebutuhan keluarganya. Dimana dia sudah bekerja disalah satu kantor tuban, namun dia tetap membuka warung kopi untuk menambah ekonomi keluarga. Om Fais merupakan mobilitas vertikal naik.

Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor perubahan ekonomi
Saluran mobilitad melalui organisasi ekonomi
Keuntungan mobilitas tersebut adalah om fais dapat mendapatkan gaji dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan telah bekerja di kantor milik negara


3. Menjadi Orang Tua Yang Kuat ( Agung Triwibowo )

Orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Mereka rela bekerja untuk mencukupi kebutuhan. Dimana bapak Agung Triwibowo bekerja mulai teri pekerja biasa hingga menjadi seorang ketua si kantornya. Bapak Agung Triwibowo merupakan mobilitas Vertikal Naik.

Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah perubahan ekonomi.
Saluran mobilitas melalui organisasi ekonomi.
Keuntungan dari mobilitas tersebud adalah bapak. Agung Triwibowo mendapatkan gaji dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan telah bekerja di kantor milik negara.

4. Mencari sangu tambahan ( Rafli Fiemansyah )
Sebagai seorang pelajar kita sangat membutuhkan sangu untuk kebutuhan sehari hari. Dimana seoranga Rafli firmansyah memilih untuk menyambi sekolah untuk bekerja. Dimana rafli bekerja di tempat lukis milik pakdenya. Rafli Firmansyah merupakan mobilitas vertikal naik.

Faktor pendorong tersebut adalah adanya faktor perubahan ekonomi.
Keuntungan mobilitas tersebut adalah rafli bisa mendapatkan tambahan sangu sebagai bentuk apresiasi  dari toko yang telah dia tempati untuk bekerja.



5.  Penjaga Warung Kopi (Rio)

Sebagai seseorang yang telah lulus SMA atau SMK harus segara memilih untuk bekerja atau kuliah, dimana Rio memilih untuk bekerja di warung kopi. Rio bisa mendapatkan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Rio termasuk mobilitas vertikal naik.

Faktor pendorong tersebut adalah adanya faktor perubahan ekonomi
Keuntungannya rio bisa mendapatkan uang untuk menghidupi dirinya.


M. Rizky Adwitya W.

Rabu, 05 Februari 2020

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Khansa

Bapak Riyanto – Pekerja di TPPI
Bapak Riyanto  awalnya dulu bekerja di TPPI Jakarta. Namun oleh kantornya di pindah tugaskan di Tuban, Jawa Timur. Alasannya karena TPPI Tuban baru dibuka dan membutuhkan banyak pegawai. Namun, jabatannya tetap dan tidak berpindah.

Analisis :
Berdasarkan ilustrasi diatas, Bapak Riyanto termasuk melakukan mobilitas social Horizontal karena beliau hanya berpindah fisiknya saja dari TPPI Jakarta ke TPPI Tuban. Beliau tidak mengalami kenaikan jabatan saat dipindah tugas. Faktor pendorongnya adalah karena kantor TPPI Tuban memindah tugaskan beliau ke TPPI Tuban. Selain itu, factor penariknya adalah beliau sangat tertarik untuk bekerja di tempat yang baru.



Zulfia Rahmawati U – Pindah ke Tuban untuk pendidikan lebih baik
Zulfia atau biasa di panggil Tata ini adalah seorang pelajar di SMA Negeri 1 Tuban. Sebelumnya, ia bersekolah di SMP Negeri 3 Tuban. Masa kanak-kanak dan sekolah dasarnya ia habiskan di tempat asalnya, Lamongan. Alasan ia pindah ke Tuban karena untuk menempupuh pendidikan yang lebih baik lagi.

Analisis :
Berdasarkan ilustrasi diatas, Zulfia termasuk melakukan mobilitas social vertical naik. Alasannya adalah karena Zulfia ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik di Tuban ketimbang di Lamongan. Faktor pendorong adalah Zulfia ingin merasakan pendidikan yang lebih terukur serta terstruktur daripada di daerah asalnya serta untuk menaikkan taraf hidup yang lebih baik. Factor penariknya adalah kota Tuban dikenal sebagai kota yang memiliki pendidikan yang sangat bagus ditambah dengan Smansa yang memiliki kurikulum SKS.



Keluarga Budianto – Melakukan Ruralisasi demi pekerjaan
Bapak Budianto memiliki 1 orang istri bernama Iis Ernawati dan juga 2 orang anak perempuan yakni Farah Fakhira Budianto dan juga Khansa Fakhira Budianto. Mereka sekeluarga melakukan uralisasi dari Jakarta ke Tuban karena bapak Budianto dipindah tugaskan dari TPPI Jakarta menuju TPPI Tuban. Namun, jabatannya tetap.

Analisis :
Berdasarkan ilustrasi diatas, keluarga Budianto termasuk kedalam mobilitas horizontal karena bapak Budianto hanya berpindah tempat kerja namun posisi/jabatannya tetap sama. Hanya saja istri dari Pak Budianto, Ibu Iis mengalami mobilitas social vertical turun karena sebelumnya, ibu Iis di Jakarta bekerja sebagai kasir dari sebua showroom mobil. Kini, beliau setelah pindah hanya sebagai ibu rumah tangga mengurus kedua anaknya. Faktor pendorongnya adalah karena bapak Budianto dipindah tugaskan sehingga mereka terpaksa pindah ke Tuban. Faktor penariknya adalah karena pada saat itu, Tuban masih sangat sepi dan juga asri sehingga sangat nyaman untuk ditinggali.  



Argya Fauziah T – berpindah ke Tuban mengikuti keluarga
Argya dahulu menghabiskan masa kecilnya di Cianjur, Jawa Barat. Namun, saat ia akan memasuki pendidikan taman kanak-kanak, ia harus pindah ke Tuban karena ayahnya dipindah kerja ke Tuban. Semenjak itulah, Argya bertempat tinggal di Tuban.

Analisis :
Argya melakukan mobilitas social horizontal dikarenakan ia hanya berpindah secara fisik. Namun, Ia tetap seorang pelajar yang biasa saja. Pendorongnya adalah karena ia harus ikut ayah dan keluarganya ke Tuban karena ayahnya dipindah kerja. Factor penariknya adalah karena Tuban merupakan tempat yang baru bagi Argya sehingga ia ingin menemukan suasana serta pendidikan yang baru.




Mbak Nada Hanfidha – mahasiswi yang bekerja di chatime.
Mbak Nada adalah seorang mahasiswi di Kota Surabaya. Sebagai seorang mahasiswi, tentu saja ia harus berkuliah. Untuk berkuliah, mbak Nada juga membutuhkan biaya hidup tambahan selain dari uang kiriman orang tuanya. Maka dai itu, ia bekerja di chatime sebagai peracik minuman.

Analisis :
Mbak Nada melakukan mobilitas social vertical naik. Hal ini dikarenakan Mbak Nada yang awalnya seorang mahasiswi tak punya pekerjaan, menjadi memiliki pekerjaan sampingan sebagai peracik minuman chatime. Factor pendorongnya adalah Mbak Nada ingin memiliki pekerjaan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai seorang mahasiswi karena terkadang, uang dari kiriman orang tuanya tidak cukup. Selain itu, Mbak Nada juga harus berhemat. Factor penariknya adalah Mbak Nada ingin meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dan juga bekerja di chatime sangatlah muda dikarenakan persyaratannya yang hanya memiliki ijasah SMA.


Khansa Fakhira B. (20)

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Zifa

GAMBAR 1
Gambar disamping merupakan contoh dari Mobilitas Fisik. Ia adalah Nauza. Nauza dalam hidupnya telah melakukan mobilitas fisik. Ia merupakan gadis asli Madiun yang melakukan perpindahan tempat kediaman dalam hubungannya dengan alat transportasi dan lalu lintas modern. Ia pindah ke Tuban pada tahun 2015 saat ia memasuki SMP. Sebelum ia bersekolah di SMA Negeri 1 Tuban, ia bersekolah di SMP Negeri 2 Tuban. Ia melakukan perpindahan tempat kediaman karena ayahnya yang memiliki keinginan untuk tinggal di Tuban untuk menjaga rumah neneknya.

Analisis : Dalam perjalanan hidupnya, Nauza melakukan saluran Faktor Kependuukan (Demografi). Ia melakukan perpindahan tempat tinggalnya ke Tuban untuk menduduki lapisan yang lebih tinggi. Alasan ayahnya pindah juga karena padatnya kota Madiun pada saat itu. 
Konsekuensi positif yang terjadi adalah akan lebih mempercepat tingkat perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Mobilitas sosial mendorong masyarakat untuk mengalami perubahan sosial ke arah yang yang diinginkan.

GAMBAR 2
Gambar disamping merupakan contoh Mobilitas Horizontal Intragenerasi. Beliau adalah Bu Cherin. Beliau bekerja di SMA Negeri 1 Tuban di bagian staf tata usaha (TU) sebagai penginput data administrasi siswa. Sebelum bekerja, beliau bersekolah di SMA Negeri 5 Tuban. Setelah lulus sekolah, ia langsung bekerja di Badan Pusat Statistika (BPS) Tuban sebagai pengentry data. Setelah itu, ia berkuliah di Unang (Universitas Sunan Bonang) jurusan hukum. Lalu ia mencoba melamar di SMA Negeri 1 Tuban dan mengikuti beberapa tes, dan akhirnya beliau diterima dan ditempatkan sebagai Staff Tata usaha sebagai penginput data administrasi siswa. 

Analisis :  Dalam perjalanan hidupnya, Bu Cherin melakukan Mobilitas Horizontal Intragenerasi karena ia mencoba memperbaiki nasibnya. Mobilitas horizontal intragenerasi adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang secara mendatar dalam lapisan sosial yang sama. Mobilitas sosial horizontal ini memberi kemungkinan perubahan dalam pekerjaan dan atau kedudukan yang tidak bersifat sebagai suatu pergeseran dalam hierarki sosial. Bu Cherin dari awal pekerjaannya selalu ditempatkan sebagai penginput data/ pengentry data.
Proses yang terjadi adalah Penerimaan. Bu Cherin telah mendapat nilai tambah yang dibutuhkan syarat-syarat pendidikan, baik itu melalui sekolah dan perguruan tinggi umum, maupun melalui latihan dinas intern dalam jawatan, kantor maupun perusahaan. 
Saluran yang terjadi adalah Lembaga Pendidikan. Bu Cherin melakukan mobilitas horizontal intragenerasi lewat sekolah.
Faktor yang terjadi adalah Status Sosial. Bu Cherin ingin berusaha meningkatkan statusnya demi perbaikan dan kesejahteraan hidupnya.
Konsekuensi positifnya adalah Bu Cherin dapat merasakan kepuasan apabila dapat mencapai kedudukan yang diinginkannya atau dapat meningkatkan kedudukan sosialnya dalam masyarakat.

GAMBAR 3
Gambar disamping adalah contoh Mobilitas Vertikal Antargenerasi. Beliau adalah Pak Sugianto atau biasa dipanggil Pak Sugik. Beliau bekerja di bagian Staf Tata Usaha sebagai Penginput Buku Induk Siswa. Sebelum bekerja, ia bersekolah di SMK Taruna Jaya Prawira Tuban. Beliau pergi ke sekolah menggunakan sepeda ontel karena keadaan ekonomi orang tuanya yang tidak mampu. Beliau juga jarang diberi uang sangu oleh orang tuanya. Namun, beliau cukup akrab dengan guru-guru di sekolahnya hingga guru-gurunya sering memberi beliau uang sangu. Setelah lulus dari SMK Taruna Jaya Perwira Tuban, beliau langsung diterima untuk bekerja sebagai guru di SMK Taruna Jaya Perwira Tuban. Akhirnya, Pak Sugik dibawa oleh Pak Bambang Sudji (Kepala SMA Negeri 1 Widang) untuk bekerja di SMA Negeri 1 Tuban saat kepala di SMA Negeri 1 Tuban masih Bu Prapti.

Analisis :  Dalam perjalanan hidupnya, Pak Sugik telah melakukan mobilitas vertikal antargenerasi. Miobilitas vertikal antargenerasi adalah peralihan individu dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan lainnya yang tidak sederajat yang terjadi antara dua generasi atau lebih. Dikatakan Pak Sugik telah melakukan mobilitas vertikal antargenerasi karena kedudukan orang tua Pak Sugik adalah sepasang yang tidak berpendidikan dan miskin, tetapi Pak Sugik berhasil menjadi seorang guru di SMA Negeri 1 Tuban yang sukses.
Proses yang terjadi adalah penerimaan. Pak Sugik telah mendapat nilai tambah yang dibutuhkan syarat-syarat pendidikan, baik itu melalui sekolah dan perguruan tinggi umum, maupun melalui latihan dinas intern dalam jawatan, kantor maupun perusahaan.
Saluran yang terjadi adalah Lembaga Pendidikan. Pak Sugik melakukan mobilitas horizontal intragenerasi lewat sekolah.
Faktor yang terjadi adalah Status Sosial. Pak Sugik ingin berusaha meningkatkan statusnya demi perbaikan dan kesejahteraan hidupnya dan orang tuanya.
Konsekuensi positifnya adalah Pak Sugik dapat merasakan kepuasan apabila dapat mencapai kedudukan yang diinginkannya atau dapat meningkatkan kedudukan sosialnya dalam masyarakat.

GAMBAR 4
Gambar disamping adalah contoh Mobilitas Horizontal Intragenerasi. Beliau adalah Bu Hana. Beliau bekerja di SMA Negeri 1 Tuban di bagian Staf Tata Usaha (TU) sebagai bendahara sekolah. Beliau merupakan lulusan SMA Negeri 1 Tuban. Setelah lulus, beliau melanjutkan pendidikannya D1 di STIE Muhammadiyah Malang. Beliau menikah saat bekerja di Bank Perkreditan Rakyat Mentari Terang sebagai pemegang tabungan deposito tahun 2002-2005. Beliau melanjutkan karirnya di keuangan ketika tahun 2006-pertengahan 2010 di Koperasi Gemah Ripah. Beliau merintis sampai 3 cabang di Pare, Kediri, dan Rengel. Lalu beliau melanjutkan karirnya dengan melamar di SMA Negeri 1 Tuban dan beliau mendapat panggilan dari SMA Negeri 1 Tuban untuk mengumumkan penerimaannya. Beliau ditempatkan di bagian keuangan di SMA Negeri 1 Tuban, meskipun beliau agak bosan tetapi beliau tetap bersyukur.

Analisis : Dalam perjalanan hidupnya, Bu Hana melakukan Mobilitas Horizontal Intragenerasi karena ia mencoba memperbaiki nasibnya. Mobilitas horizontal intragenerasi adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang secara mendatar dalam lapisan sosial yang sama. Mobilitas sosial horizontal ini memberi kemungkinan perubahan dalam pekerjaan dan atau kedudukan yang tidak bersifat sebagai suatu pergeseran dalam hierarki sosial. Bu Hana dari awal pekerjaannya selalu ditempatkan sebagai pemegang uang hingga saat ini.
Proses yang terjadi adalah Penerimaan. Bu Hana telah mendapat nilai tambah yang dibutuhkan syarat-syarat pendidikan, baik itu melalui sekolah dan perguruan tinggi umum, maupun melalui latihan dinas intern dalam jawatan, kantor maupun perusahaan. 
Saluran yang terjadi adalah Lembaga Pendidikan. Bu Hana melakukan mobilitas horizontal intragenerasi lewat sekolah.
Faktor yang terjadi adalah Status Sosial. Bu Hana ingin berusaha meningkatkan statusnya demi perbaikan dan kesejahteraan hidupnya.
Konsekuensi positifnya adalah Bu Hana dapat merasakan kepuasan apabila dapat mencapai kedudukan yang diinginkannya atau dapat meningkatkan kedudukan sosialnya dalam masyarakat.

GAMBAR 5 
Gambar disamping adalah contoh mobilitas horizontal antargenerasi. Beliau adalah Pak Mahfud. Beliau adalah seorang guru PKN di SMA Negeri 1 Tuban dan guru di jurusan Teknik Kendaraan Otomotif SMK YPM 12 Tuban. Beliau juga seorang pembina ekskul PASGASSUS di SMA Negeri 1 Tuban. Sebelum menjadi guru, beliau bersekolah di suatu Madrasah di Tuban dekat Masjid Agung. Setelah lulus, beliau melanjutkan kuliah di Universitas Jember dan melakukan ending di Universitas Ronggolawe jurusan PPKN. Baru setelah itu beliau melanjutkan karir sebagai guru PKN di SMA Negeri 1 Tuban. Almarhum ayah dari Pak Mahfud adalah seorang kyai yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Tuban. Pak Mahfud memiliki kebun belimbing di dekat rumahnya di Tasikmadu.
Analisis : Dalam perjalanan hidupnya, Pak Mahfud melakukan Mobilitas Horizontal Antargenerasi karena ia mencoba memperbaiki nasibnya. Mobilitas horizontal antar generasi adalah perpindahan status sosial yang dialami seseorang secara mendatar dalam lapisan sosial yang sama yang terjadi antara dua generasi atau lebih. Mobilitas sosial horizontal ini memberi kemungkinan perubahan dalam pekerjaan dan atau kedudukan yang tidak bersifat sebagai suatu pergeseran dalam hierarki sosial.
Proses yang terjadi adalah Penerimaan. Pak Mahfud telah mendapat nilai tambah yang dibutuhkan syarat-syarat pendidikan, baik itu melalui sekolah dan perguruan tinggi umum, maupun melalui latihan dinas intern dalam jawatan, kantor maupun perusahaan. 
Saluran yang terjadi adalah Lembaga Pendidikan. Pak Mahfud melakukan mobilitas horizontal intragenerasi lewat sekolah.
Faktor yang terjadi adalah Status Sosial. Pak Mahfud ingin berusaha meningkatkan statusnya demi perbaikan dan kesejahteraan hidupnya.
Konsekuensi positifnya adalah Pak Mahfud dapat merasakan kepuasan apabila dapat mencapai kedudukan yang diinginkannya atau dapat meningkatkan kedudukan sosialnya dalam masyarakat. 

Zifa Muzadida D'amano (35)

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Ananda

1. berawal dari seorang penjaga malam di sekolah, sekarang memiliki usaha bengkel las sendiri. 
Bernama Narto, mengawali karir sebagai penjaga malam di sekolah menengah kejuruan 1 tuban dengan berbekal keahlian yang dimiliki ketika sekolah ia berhasil mendirikan usaha bengkel las sendiri.dan sekarang sudah memiliki beberapa karyawan. 
Ia memulai bisnisnya dengan menerima rawran temannya untuk membuatkan beberapa kandang atau pagar kecil. Sekarang bahkan usaha menjadi lebih besar, ia sudah menerima berbagai macam pesanan. Dan berhasil memberi temannya yang menganggur sebuah pekerjaan. 

ANALISIS : 
Dalam ulasan di atas, narto mengalami mobilitas sosial vertical naik. Karena narto yang awalnya hanya bekerja sebagai penjaga malam di sekolah bisa mendirikan bengekel las sendiri karena ia mempunyai semangat berkerja dan mau terus berusaha. Bahkan ia mau membantu temannya dengan memberikan temanya pekerjaan. 

FAKTOR PENDORONG : 
Dalam ulasan tersebut, factor pendorong yang mampu membuat narto menjadi sukses adalah karena adanya semangt untuk merubah kehidupan dan merubah keadaan ekonomi menjadi lebih baik. 

PROSES MOBILITAS SOSIAL : 
Penerimaan :marto yang hanya lulusan SMK membuat ia hanya bisa bekerja menjadi seorang penjaga malam di sekolah pada awalnya. 
Kenaikan pangkat : sifat kerja keras dan mau berusaha yang dimiliki narto membawa narto ke kehiduan yang lebih baik. Ia berhasil menjadi seseorang yang sukses dan bisa membantu orang banyak. 

SALURAN MOBILITAS SOSIAL : 
Organisasi keahlian 
Berdasarkankeaglian yang dimilii ketika sekolah narto berhasil embuka usahanya sendiri walaupun awalnya ia hanya bekerja sebagai seorang penjaga malam di sekolah. Hal itu justru membuat narto menjadi lebih giat bekerja dan mau berusaha agar dapat merubah hidupnya. 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL : 
Status sosial : status sosial yang dimiliki narto pada awalnya mendorong dirinya untuk lebih berusaha dan bekerja keras agar ia dapat merubahnya. 

KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL :
1. narto berhasil merubah keadaan hidup dan ekonominya
2. narto berhasil mencapai keinginan dan cita-citanya
3. memberikan manfaat kepada orang lain dengan menyerap tenaga kerja. 

KOMENTAR 
Menurut saya mobilitas sosial yang dialami narto memberika dampak positif bagidirinya dan orang lain. Ia mau berusaha dan merubah kehidupannya. Selain itu, ia juga bisa mmebantu orang lain dengan memberikan pekerjaan kepada para penganggur. 




2. lulusan s1 bahasa inggris sekarang bekerja sebagai penjual Tupperware
SAJIAN DATA :
Efany yang merupakan lulusan s1 jurusan bahasa inggris sekarang  hanya bekerja sebagai seorang penjual Tupperware. Awalnya ia berkuliah di jurusan bahasa inggris karena ia ingin menggapai cita-cita. Tetapi setelah pacaran, ia sudah menikah bahkan sebelum ia meluluskan kuliahnya. Kemudian di tengah-tengah semester kuliahnya yng terakhir ia mencoba berjualan Tupperware. Usahanya memang berjalan lancer,tetapu setelah lulus dan mendapatkan gelar s1 ia melupakan cita-citanya. Dan gelar yang dimilikkinya sekarang tidak berguna 

ANALISIS : 
Dalam ulasan ini, mobilitas sosial yang dialami oleh fany adalah mobilitas sosial vertical turun. Karena ia yang memiliki gelar s1 bahasa inggris harunya bisa bekerja di berbagai peluang pekerjaan. Tapi nyatanya ia hanya menjadi penjual Tupperware. 

FAKTOR PENDORONG : 
Dalam ulasan tersebut factor pendorong yang membuat fany menjadi seorang penjual Tupperware walaupun ia seorang yang bergelar s1 adalah adanya rasa kepuasan dengan apa yang sudah ia miliki sekarang. Kurangnya rasa ingin berusaha dan cenderung mudah puas dengan suatu hal. Rasa kurang mau mencoba dalam berbagai hal. 

PROSES MOBILITAS SOSIAL : 
Degradasi : fany yang merupakan lulusan s1 bahasa inggris seharusnya bisa berkerja di berbagai tempat dengan gelar yang dimilikina. Tetapi karena rasa kurang berusaha dan tidak mau mencoba ia hanya bisabekerja sebagai penjual Tupperware. 

SALURAN MOBILITAS SOSIAL : 
Organisasi ekonomi : fany menjadi seorang penjual Tupperware karena ia diajak oleh temanny yang awalnya juga seorang penjual Tupperware. Awalnya ia di bekerja sama dengan temannya, tapi kemuadian ia mencoba menggunakan modal sendiri. 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL : 
Keadaan ekonomi : keadaan ekonomi fany yang cenderung tercukupi sejak awal membuat fany kurang berusaha dan tidak mau mencoba. Sehinga ia menyia-nyiakan gelar yang dimilikinya dan melupakan perjuangannya saat kuliah dulu.  

KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL : 
1. memiliki sifat mudah puas dengan suatu hal 
2. akan dalam keadaan ekonomi yang seperti itu-itu saja
3. akan kurang berinovasi
4. merasakan kepuasan karena hidupnya tercukupi 

KOMENTAR : 
Menurut saya mobilitas sosial yang dialami fany sedikit tidak baik. Karena ia menyia-nyiakan gelar yang dimilikinya dan melupakan perjuangannya saat sekolah. Dan saat ini ia hanya bekerja sebagai penjual Tupperware walaupun untung dari berjualan Tupperware juga lumayan tapi akan lenih baik jika ia mencari pekerjaan yang lebih baik dengan gelar yang dimilikinya. 



3. Lulusan akuntansi bekerja sebagain kasir di rumah sakit
SAJIAN DATA : 
Juwarti adalah anak seorang lulusan akuntansi yang sekarang bekerja di salah satu rumah sakit di Tuban. Awalnya ia hanya lulusan smk. Setelah lulus sekolah ia bekerja di rumah sakit tetapi dengan posisi yang kurang baik. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya sambil bekerja. Setelah lulus kuliah ia mendapatkan kenaikan jabatan di tempat kerjanya.  

ANALISIS : 
mobilitas sosial yang dialami juwarti adalah mobilitas sosial horizontal naik karena pekerjaannya sekarang sesuai dengan mata kuliah yang diambilnya dulu. Dan ia mengalami mobilitas sosial naik karena dengan pendidikannya ia mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. 

PROSES MOBILITAS SOSIAL : 
penerimaan ( pendidikan yang ditempuh juwarti membuat ia bisa menduduki suatu jabatan di tempat kerjanya) 
Kenaikan pangkat ( setelah ia menempuh pendidikan dan meluluskan kuliahnya ia berhasil mendapatkan jabatan yang lebih tinggi daripada sebelumnya di tempat kerjanya) 

SALURAN MOBILITAS SOSIAL :
 lembaga pendidikan ( pendidikan yang ditempuh juwarti merubah jabatan dalam pekerjaannya menjdi lebih tinggi dari sebelumnya dan membuat keadaan ekonominya menjadi lebih baik lagi

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL : 
status sosial ( juwarti yang hanya berasal dari keluarga yang biasa saja membuat ia ingin merubah status sosial dalam masyarakat) 
Keadaan ekonomi ( keadaan ekonomi keluarga juwarti yang biasa saja membuat ia ingin meru ah kehidupannya menjadi lebih baik lagi)  

KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL :
 juwarti berhasil merubah keadaan ekonomi dalam keluarganya, ia berhasil meraih cita-cita dan keinginannya, ia berhasil merubah status sosial keluarganya, ia berhasil membahagiakan orang tuanya. 

KOMENTAR : 
Menurut saya mobilitassosial yang dialami juwarti membawanya kepada kehidupan yang lebihbaik lagi. Karena ia berhasil menggapai keinginannya dan cita-citanya. Ia juga bisa membahagiakan orang tuanya. Memperbaiki keadaan ekonominya juga. 



4. Lulusan sekolah perawat kini bekerja sebagai perawat 
SAJIAN DATA : 
uma adalah seorang lulusan sekolah perawat di Tuban. Sekarang ia berhasil bekerja sebagai seorang perawat di salah satu rumah sakit di luar kota berkat kerja keras dan usahanya. Awalnya setelah lulus ia sempat menganggur beberapa bulan, tetapi ia tetap berusaha mencari lowongan pekerjaan dan akhirnya ia berhasil mendapatkan pekerjaan.  

ANALISIS : 
mobilitas sosial yang dialami uma adalah mobilitas sosial horizontal naik. Uma yang awalnya lulusan sekolah perawat kini juga bekerja sebagai perawat sesuan dengan keahliannya.  

PROSES MOBILITAS SOSIAL : 
penerimaan (kualitas pendidikan yang ditempuh uma menjadi syarat penting agar dia bisa mendapatkan pekerjaannya yang sekarang) 

SALURAN MOBILITAS SOSIAL : 
Lembaga pendidikan (pendidikan yang ditempuh uma berhasil membawanya pada pekerjaan yang sekarang dengan diiringi usaha dan kerja kerasnya)  

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL : 
keadaan ekonomi (keadaan ekonomi uma yang mungkin pas-pasan membuat uma ingin merubah keadaan ekonominya dan ingin membantu orang tuanya yang sudah membiayainya sekolah sehingga ia bisa menggapai cita-cita dan keinginannya. 

KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL : 
uma berhasil mewujudkan cita-citanya dan keinginannya, merasakan kepuasan jika keinginannya tercapai, memberikan dorongan untuk terus berusaha dan bekerja keras, mempercepat tingkat perubahan sosial ke arah yang lebih baik. 

KOMENTAR : 
Menurut saya mebilitas sosial yang dialami uma membuat pendidikan yang dijalaninya selamaini tidak sia-sia. Ia berhasil mewujudkan cita-citanya dan membalas pengorbanan orang tuanya. Uma mengalami mobilitas sosial yang merubah hidupnya kea rah yang lebih baik lagi. 


5. Seorang guru berhasil menjadi seorang kepala sekolah 
SAJIAN DATA : 
taruto adalah seorang kepala sekolah yang sangat disegani oleh warga sekitar, ia juga merupakan tokoh dalam masyarakat. Awalnya taruto hanyalah seorang guru yang ditugaskan di sekolah yang terpencil. Setelah ia mengabdi pada sekolah tersebut dan terus bekerja keras sekarang ia berhasil menjadi salah kepala sekolah di SDN PRUNGGAHAN I.  

ANALISIS : 
mobilitas sosial yang dialami oleh taruto adalah mobilitas sosial horizontal naik. Taruto yang awalnya hanya seorang guru biasa karena bekerja keras dan berusaha, ia berhasil menjadi seorang kepala sekolah. 

PROSES MOBILITAS SOSIAL : 
KENAIKAN PANGKAT (karena kualitas dan kemampuan yang dimiliki oleh taruto ia berhasil mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dalam bidang pekerjaannya. Berawal dari seorang guru berhasil menjadi seorang kepala sekolah.  

SALURAN MOBILITAS SOSIAL :
 lembaga pendidikan (lembaga pendidikan berupa sekolah menjadi sarana taruto untuk bisa meningkatkan jabatan dalam pekerjaannya. Sekolah menjadi sarana yang membuat taruto bisa menjadi seorang kepala sekolah) 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILIYAS SOSIAL : 
STATUS SOSIAL (status sosial yang dimiliki taruto mungkin kurang cukup bagi dirinya, sehingga hal tersebut yang mendorong taruto untuk terua berusaha merubah status sosialnya dalam masyarakat) 

KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL : 
berhasil memdapatkan ststis sosial yang lebih tinggi dalam masyarakat. Berhasil meraih cita-cita dan keinginannya. Merasakan kepuasan. Memberikan dorongan untyk terus berusaha dan bekerja keras. 

KOMENTAR : 
Menururt saya mobilitas sosial yang dialami taruto membawa dampka yang baik bagi dirinya sendiri. Orang lainbisa mencotoh sikap kerja keras dan usahanya dalam mencapaikeinginannya. Dengan jabatannya yang sekarang ia menjadi lebih disegani oleh masyarakat sekitar. 

Ananda Khoirunnisa (02)

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Nauza

ANALISIS MOBILITAS SOSIAL YANG ADA DI LIGKUNGAN SEKITAR

1. Lulusan Hukum Namun Menjadi Penjaga Apotek.
Almh. Sri Rahajeng merupakan lulusan Hukum di Universitas Sunan Bonang. Wanita yang dulu hidup bersama suami dan kedua anak perempuannya ini mulai bekerja menjadi Penjaga Apotek pada tahun 1987, tepat saat mengandung anak pertamanya.

ANALISIS
Mobilitas social yang dilakukan oleh Almh. Sri Rahajeng ini termasuk dalam bentu mobilitas social Vertikal menurun intragenerasi. Hal ini dapat dilihat dari pendidikan Almh. Sri Rahajeng yang sangat tinggi yaitu lulusan hokum, namun beliau hanya menjadi seorang penjaga apotek. 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Mobilitas social yang terjadi tersebut memiliki faktor yang mempengaruhi. Faktor yang mempengaruhi dari mobilitas social tersebut adalah keadaan ekonomi Almh. Sri Rahajeng. Suaminya menjadi salah satu pengaruh mobilitas yang terjadi karena suaminya juga merupakan pekerja di apotek.

PROSES MOBILTAS SOSIAL
Proses mobilitas social yang terjadi adalah Degredasi, dimana kecakapan atau kemampuan yang dimiliki kurang memumpuni pada akhirnya tidak bisa mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan sarjananya.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Almh. Sri Rahajeng menggunakan saluran Lembaga pendidikan dan Organisasni keahlian.

KOMENTAR
Menurut saya, Mobilitas social yang terjadi sangatlah merugikan. Seorang lulusan Hukum seharusnya dapat mendapatkan pekerjaan yang layak dan hebat. Namun karena adanya faktor yang mempengaruhi, gelar sarjana hukum tersebut tersia – siakan. 

2. Anak Seorang Pedagang Sayur Keiling Masuk ke Angkatan Laut
Seorang pedagang sayur keliling yang akrab dipanggil Mbak Sah ini berkeliling daerah Tuban kota untuk menjual dagangannya. Mbak Sah berkeliling menggunakan sepeda motornya yang diberi keranjang yang ditaruh di atas sepeda motornya. Mbak Sah memeiliki satu anak putra yang sebelumnya sekolah di SMK Teruna Jaya Prawira Tuban. Setelah lulus, putranya mendaftar ke Angkatan Laut.

ANALISIS
Mobilitas social yan terjadi pada peristiwa social ini adalah Vertikal Naik Antargenerasi karena terjadi dalam dua generasi dan naik. Anak seorang pedangang sayur keliling bisa memasuki Angkatan laut dengan dukungan orang tua dan keinginan yang sangat kuat.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi mobilitas social pada peristiwa tersebut adalah Status social. Putranya ingin meningkatkan status social yang dimiliki sebelumnya.

PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas social yang terjadi pada peristiwa tersebut adalah Kenaikan Pangkat dimana adanya kemampuan dan kualitas pada sesorang untuk memasuki Angkatan Laut.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Saluran mobilitas sosial yang digunakan oleh anak pedagang sayur tersebut adalah saluran lembaga pendidikan.

KOMENTAR
Proses mobilitas sosial yang terjadi pada peristiwa ini menurut saya patut dicontoh karena pendidikan sebenarnya tidak bergantung pada kondisi ekonomi namun bergantung pada niat dan keinginan untuk merubah atau meningkatkan status sosialnya.

3. Lulusan PMP menjadi kepala bidang IT di Banjarmasin.
Minuk Mariana yang kerap dipanggil Bu Ana ini merupakan lulusan PMP di Universitas IKIP Tuban. Beliau menikah dengan orang kalimantan sehingga beliau ikut pindah ke Banjarmasin. Karena suaminya yang sebelumnya merupakan anggota kepolisisan yang memiliki pangkat tinggi, maka memiliki koneksi yang cukup baik. Bu Ana diangkat langsung oleh petinggi untuk menjadi kepala bidang IT di Banjarmasin.

ANALISIS
Mobilitas sosial yang terjadi pada Bu Ana merupakan Vertikal Naik intragenerasi karena beliau merupakan lulusan PMP namun menjdi kepala bidang IT dimana posisi tersebut sulit untuk didapatkan walaupun memiliki keahlian IT yag tinggi.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi mobilitas Bu Ana ini adalah status sosial. Beliau di percaya oleh para petinggi dapat mengerjakan tugas dengan baik dan cekatan, selain itu koneksi yang dimiliki oleh suami Bu Ana juga memepermudah tercapainya posisi tersebut.

PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas sosial yang terjadi pada Bu Ana adalah Penerimaan, dimana kualitas seseorang menjadi syarat yang dipentingkan dalam masyarakat.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL 
Saluran mobilitas sosial yang digunaka oleh Bu Ana untuk mendapat posisi tersebut adalah Organisasi Keahlian. Walupun tidak dibekali dengan kemampuan IT, Bu Ana memiliki keahlian untuk memimpin suatu bidang dengan sangat baik.

KOMENTAR
Mobilitas sosial yang terjadi pada Bu Ana ini sangat baik karena beliau dapat mendapatkan posisi yang tinggi. Namun, adanya koneksi membuat posisi ini terlihat tidak pantas didapatkan oleh Bu Ana, yang tidak dibekali kemampuan IT sama sekali. Namun sikap Bu Ana yang cekatan dan mampu memimpin dengan baik ini dapat dicontoh.


4. Lulusan Sarjana Terapan Gizi Menjadi Ahli Gizi di RS Umum Tuban

Melinda Anevi atau yang kerap dipanggil Nevi ini merupakan lulusan Poltekkes Malang. Sebelumnya Nevi merupakan siswa SMA N 1 Tuban. Setelah lulus Nevi mendaftarkan diri ke Poltekkes Malang dan memilih jurusan Gizi Diploma. Tidak lama setelah lulus, Nevi mengikuti pendaftaran serta wawancara di RS Umum Tuban dan langsung diterima. Hingga saat ini Nevi masih bekerja di RS Umum Tuban sebagai ahli gizi yang ditugaskan di Graha Aryotejo.

ANALISIS
Mobilitas sosial yang terjadi pada peristiwa Nevi ini adalah Mobilitas Horizontal intragenerasi karena, Nevi melanjutkan sebagai ahli gizi setelah menamatkan studinya di bidang gizi.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial yang tenrjadi tersebut adalah Status Sosial, dimana Nevi sudah memiliki gelar sebagai Sarjana Terapan Gizi dari Poltekkes Malang.

PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas sosial yang terjadi pada Nevi adalah Penerimaan. Kualitas pendidikan yang dimiliki oleh Nevi membuatnya lolos dan dapat bekerja di RS Umum Tuban sebagai Ahli Gizi.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Saluran Mobilitas Sosial yang digunakan ileh Nevi adalah Lembaga Pendidikan, dimana ia mendapatkan pekerjaannya dengan bekal pendidikan yang telah ia tempuh.

KOMENTAR
Mobilitas sosial yang terjadi ini sangat bagus karena pendidikan yang telah ditempuh serta gelar yang sudah di dapat, dapat membantu untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan status sosial.

5. Lulusan SMK jurusan Komputer Jaringan, Berkuliah di Universitas Malang prodi Game Animasi.

Naura Hafizha Anshori atau yang kerap dipanggil Aya ( 18 ) baru saja lulus dari SMKN 1 Tuban jurusan Komputer dan Jaringan. Awalnya memang jurusan ini dinilai menguntungkan bagi Aya karena ia bisa mengandalkan kemampuan IT nya yang sudah dimiliki sejak dulu. Namun, pada tengah semester tahun awal, ia merasa jurusan ini kurang cocok. Namun, ia tetap meneruskan. 
Sempat membuat bingung jurusan apa yang hendak dipilih, akhirnya Aya keluar jalur dan mengambil prodi D3 Game Animasi Universitas Malang. Saat ini Aya sedang menempuh semester kedua. 
Dengan bekal keahlian digital art serta kemampuan IT nya, aya mendaptkan beberapa job dari dosennya sendiri untuk bekerja sama dalam pembuatan Game dan Aplikasi. Saat ini Aya sedang mengerjakan sebuat webtoon dalam rangka mengikuti lomba.

ANALISIS
Mobilitas sosial yang terjadi pada Aya adalah Mobilitas Vertikal Naik, karena pada mobilitas ini terjadi kenaikan dimana Aya yang sebelumnya siswa SMK, menjadi mahasiswa di Universitas Malang. Selain itu jurusan TKJ menjadi bekal kemampuan IT nya untuk memudahkan dalam menjalankan prodinya saat ini yaitu Game Animasi.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial pada Aya adalah Status sosial, dimana Aya sebelumnya merupakan siswa SMK namun sejarang menjadi Mahasiswa.

PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas sosial yang terjadi adalah Penerimaan. Aya diterima di Universitas Malang dengan nilai hasil UTBK dan saat ini melakukan beberapa tawaran kerjasama karena kemampuannya dalam menjalankan prodi Game Animasi dan juga menjadi admin online Respiro karena kemampuan IT nya.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Saluran mobilitas sosial yang digunakan oleh Aya adalah Lembaga Pendidikan, dimana Aya menggunakan pendidikannya untuk meningkatkan status sosialnya.

KOMENTAR 
Mobilitas sosial yang terjadi pada Aya sangat baik karena ia menggunakan kemampuannya untuk mendapatkan apa yang pantas untuk dirinya.  Hal ini patut dicontoh karena mencontohkan bahwa pendidikan sagatlah berguna untuk masa depan.

Nauza Hanfidha A.

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Nadhila

ANALISIS LINGKUNGAN SEKITAR

1. Ferdyan menjadi PNS pada umur 20 tahun
     Ferdyan pada awalnya bimbang dalam memilih jurusan setelah lulus SMA. Setelah itu dia memutuskan untuk sekolah kedinasan PKN STAN. Dia masuk jurusan D-I Kepabeanan dan Cukai. Setelah lulus dari sekolah kedinasan tersebut dia penempatan di Bontang, Kalimantan Timur. Pada bulan Januari awal dia baru saja diangkat sebagai PNS. Bentuk mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal ke atas. Mobilitas sosial vertikal ke atas adalah perubahan status sosial seseorang ke atas untuk naik statusnya. 
     Faktor pendorong yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial yang di atas  adalah pendidikan. Dengan pendidikan, Ferdyan  dapat memperoleh posisi yang baik untuk mempersiapkan kehidupan yang akan datang. Proses yang dialami Ferdyan adalan kenaikan pangkat, yang semula pegawai biasa lalu diangkat sebagai PNS. 
     Saluran mobilitas sosial yang terjadi adalah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan dinilai merupakan saluran yang konkret dari mobilitas sosial vertikal. Konsekuensi mobilitas yang harus dihadapi Ferdyan adalah bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan dan melaksanakan dengan benar.

2. Arifah menjadi Guru SLB.
     Arifah setelah lulus SMA mengambil jurusan Pendidikan Luar Biasa S1 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Setelah itu, dia meneruskan lagi S2 dengan jurusan yang sama. Kemudian ia bekerja di Sekolah Luar Biasa, Jember, Jawa Timur. Bentuk mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal ke atas. Karena pada awalnya dia hanya sebagai mahasiswi lalu bekerja sebagai guru.
     Faktor pendorong yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial di atas adalah pendidikan. Dengan pendidikan, Arifah dapat memperoleh posisi yang baik untuk mempersiapkan kehidupan mendatang.Proses yang dialami Arifah adalah kenaikan pangkat, yang semula hanya sebagai mahasiswi lalu menjadi seorang guru di Sekolah Luar Biasa.
     
     Saluran mobilitas sosial yang terjadi adalah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan dinilai merupakan saluran yang kami konkret dari kota mobilitas vertikal. Konsekuensi yang dihadapi Arifah adalah harus bersedia menjalankan semua tugasnya dan selalu bersabar dalam menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus.

3. Atin semula menjadi penjual bahan pokok, beralih penjual aksesoris di Pantai Kelapa dan online.
     Pada awalnya Atin berjualan bahan pokok di sebelah rumahnya. Namun, dia merasa penghasilannya kurang maksimal. Karena mungkin tempatnya yang kurang strategis. Kemudian, ia berpikir untuk berjualan aksesoris di Pantai Kelapa Tuban. Atin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Bentuk mobilitas yang terjadi adalah mobilitas sosial horizontal. Mobilitas sosial horizontal adalah perubahan status seseorang dalam kelas sosialnya tanpa berubah hierarki prestise dan jenis kelas sosial.
     Faktor pendorong yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial di atas adalah perubahan kondisi sosial. Perubahan ini disebabkan oleh penemuan penemuan baru di bidang teknologi. Proses yang dialami tidak termasuk dalam penerimaan, kenaikan pangkat, degradasi, dan pelepasan. Karena yang berubah dalam Atin adalah sistem dari penjualannya.
     Saluran mobilitas sosial yang terjadi adalah tidak ada penyaluran yang dialami oleh Atin. Konsekuensi yang dihadapi adalah harus menghadapi para pelanggan dengan sabar baik secara langsung maupun dari media online.

4. Wartig pensiun dari TNI
     Wartig dulunya adalah seorang TNI AD (Angkatan Darat). Setelah berumur 55 tahun, ia pensiun dan masa kerjanya telah usai. Di masa pensiunnya tersebut, ia menyibukkan diri dengan bertani jagung di lahan miliknya. Bentuk mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal turun. Mobilitas vertikal turun adalah perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang ke bawah statusnya.
     Faktor pendorong yang mempengaruhi disebabkan oleh pembagian kerja. Karena pada pekerjaan juga ada batasan umur yang harus selesai pada masa kerjanya. Proses yang dialami adalah pelepasan. Pelepasan pangkat karena telah pada batas umur masa bekerja yang telah ditetapkan.
     Saluran mobilitas sosial yang terjadi adalah angkatan bersenjata, namun karena masa kerjanya telah usai maka harus berhenti dalam pekerjaan dan kehilangan jabatan tersebut. Konsekuensi yang dialami Wartig adalah berkurangnya penghasilan yang ia dapat setelah pensiun. Harus berpikir untuk mempunyai pekerjaan ringan dan sambilan yang dapat menambah penghasilan setiap bulannya.

5. Yulia dipecat oleh majikannya, karena ketahuan mencuri.
     Pada awalnya Yulia bekerja sebagai penjaga toko di Pasar Tuban. Karena keadaanya yang serba kekurangan, Yulia terpaksa mencuri uang untuk memenuhi kebutuhannya. Majikannya pun merasa dirugikan dan memecat Yulia dari tokonya. Bentuk mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal turun. Mobilitas sosial vertikal turun adalah perubahan status sosial seseorang ke bawah statusnya.
     Faktor pendorong yang mempengaruhi disebabkan oleh nilai penghasilan kurang dari dari kebutuhannya. Namun, karena hal itu dia menjadi pengangguran. Proses yang dialami Yulia adalah degradasi. Karena majikannya melakukan pemecatan kepada Yulia atas tindakan yang telah dilakukannya.
     Saluran mobilitas sosial yang terjadi kurangnya perekonomian dalam keluarganya. Karena hal itu membuat Yulia melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan meskipun dalam keadaan yang susah. Konsekuensi yang dialami Yulia adalah kehilangan pekerjaannya dan menjadi pengangguran. Yulia juga sulit mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, karena telah melakukan tindakan mencuri meskipun dalam keadaan susah sekalipun.

Nadhila Selfia

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Tasya

1. Sukir – Mendapatkan kerja langsung di Jepang 
Namanya Sukir, alumni SMK Pelayaran Tuban. Berkat hasil kerja prakteknya yang baik melalui sekolah kejuruan di Tuban yang melatihnya untuk menyalurkan bakat dan minat melalui kerja langsung, Sukir menjadi salah satu pertukaran pelajar di Jepang. 

Analisis: 
Berdasarkan deskripsi di atas, Sukir masuk ke dalam bentuk mobilitas sosial vertikal naik. Dimana terjadi perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang menjadi naik. Faktor pendorong adanya mobilitas sosial tersebut adalah faktor akses pendidikan yang diperoleh individu. Proses yang terjadi adalah mobilitas sosial naik dan masuk ke dalam kedudukan lebih tinggi juga posisi yang lebih tinggi pula. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial yang dilakukan Sukir ini adalah lembaga pendidikan. Dengan adanya mobilitas sosial ini, memperoleh konsekuensi yakni memperoleh tingkat perubahan sosial yang lebih tinggi dan mendorong seseorang untuk memajukan kualitas kehidupan. 

2. Riya- Dari jabatan pengajar menjadi kepala sekolah playgroup 
Namanya Riya, lulusan dari Unirow Tuban.  Setelah lulus kuliah, beliau langsung mendapatkan tawaran untuk mengajar di Playgroup Mutiara Bersemi di desanya sendiri. Setelah hasil kerjanya dinilai baik, Riya langsung dipasrahkan guru seniornya yang juga mengajar untuk menjadi kepala sekolah di playgroup itu. Meskipun playgroup terletak di desa kecil, hal ini membuat Riya dinilai memiliki status sosial yang cukup tinggi. 

Analisis :
Berdasarkan deskripsi di atas, Riya termasuk ke dalam bentuk mobilitas sosial vertikal naik. Dimana terjadi perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang menjadi naik. Faktor pendorong adanya mobilitas sosial tersebut adalah kualitas individu sehingga memperoleh kenaikan jabatan yang semula guru pengajar biasa tetapi dapat berubah menjabat sebagai kepala sekolah. Proses mobilitas sosial adalah naik dimana terjadi kedudukan atau posisi yang lebih tinggi. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial ini adalah lembaga ekonomi yakni memperoleh tingkat perubahan jabatan dan mempengaruhi gaji sehari-hari. Dengan adanya mobilitas sosial ini,  memperoleh konsekuensi yakni memperoleh tingkat perubahan sosial yang lebih tinggi dan secara otomatis mendapatkan prestise dalam kedudukan sosial di mata masyarakat. 

3. Sumiati - Dari merintis usaha kecil-kecilan hingga pedagang ikan besar
Namanya Ibu Sumiati .  Meskipun beliau lulusan SD, tapi beliau memiliki jiwa wirausaha yang besar. Dari awal mula menjadi buruh, menjual es dan jajanan rumah, dan baru menemukan jati dirinya yang sesungguhnya ketika berjualan ikan di Pasar Babat. Awalnya, hanyalah berjualan dari hasil tengkulakan dengan jumlah kiloan yang sedikit. Tetapi makin berani dengan tengkulak lebih besar hingga 20-40 kg per harinya. 

Analisis :
Berdasarkan deskripsi di atas maka, Ibu Parti termasuk ke dalam mobilitas sosial vertikal naik. Dimana terjadi perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang menjadi naik. Faktor pendorong adanya mobilitas sosial tersebut adalah adanya kualitas individu yang berani mengambil resiko dalam tengkulakan banyak dan ternyata memiliki keuntungan yang besar. Proses mobilitas sosial adalah naik dimana terjadi kedudukan atau posisi yang lebih tinggi dari level pekerjaan sebelumnya. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial ini adalah ekonomi yang mempengaruhi penghasilan sehari-hari. Dengan adanya mobilitas sosial ini, memperoleh konsekuensi yakni memperoleh tingkat perubahan yakni pendapatan yang 
semakin tinggi  dan berhasil mendapatkan kedudukan sosial. 


4. Ike- jurusan perekonomian tetapi menjadi guru playgroup kecil di desanya 

Ike, adalah seorang lulusan S1 dari Universitas Brawijaya Malang. Namun, karna kesempitan lapangan pekerjaan, mau tidak mau dia harus mengajar di Playgroup Mutiara Bersemi di desanya. Terbilang playgroup sangat kecil di desanya, Ike mengajar di kesehariannya seperti mengajar menulis, menyanyi, dan kegiatan anak-anak usia dini. Meskipun begitu, Ike termasuk mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan formalitas jurusan perkuliahannya. 

Analisis :
Berdasarkan deskripsi di atas, maka Ike termasuk mobilitas sosial vertikal turun. Dimana terjadi penurunan status sosial dari mendapatkan integrasi sosial terpandang dari masyarakat malah mendapatkan sedikit penyayangan karna mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan derajat sarjananya di fakultas ekonomi. Faktor penghambat adanya mobilitas sosial yang terjadi ini adalah tidak adanya kualitas individu dan minimnya lapangan pekerjaan yang saling berpengaruh untuk mencari lulusan sesuai bidang yang berkualitas. Proses mobilitas sosial adalah turun dimana memunculkan kedudukan sosial yang dipandang turun. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial ini adalah ekonomi. Dengan adanya hal ini, ada konsekuensi yaitu menurunkan integrasi sosial dan menimbulkan pandangan yang bertentangan dengan akses pendidikan dan pekerjaan. 

5. Lucy Ariani – dari SD desa dan dapat melanjutkan di sekolah favorit 
Lucy Ariani, adalah salah satu pelajar di SMAN 1 Tuban. Dulunya, Ani hanyalah bersekolah di SD desanya yang kecil dan kurang akses baik dalam zona maupun jaringan. Tetapi Ani dapat melanjutkan sekolah diMts Model Babat yang akreditasinya baik di Lamongan, dan melanjutkan di SMA 1 Tuban 

Analisis :
Berdasarkan deskripsi di atas, maka Lucy Ariani termasuk mobilitas sosial vertikal naik. Dimana terjadi kenaikan status sosial dan mendapatkan integrasi sosial yang baik masyarakat. Faktor pendorong adanya mobilitas sosial ini adalah adanya kualitas pada individu, menjadikan Ani mampu untuk bersaing dari SD kecil ke sekolah favorit. Proses mobilitas sosial ini adalah naik, dimana mempengaruhi adanya status sosial dalam masyarakat. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial ini adalah lembaga pendidikan. Dengan adanya hal ini, ada konsekuensi yaitu menaikkan status sosial dan menaikkan kedudukan Ani di dalam masyarakat maupun pendidikan.

Tasya Fatma Yanti K.

Rabu, 29 Januari 2020

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Viviana

VIVIANA AL HAKIM / 33
XI IPS 2

MOBILITAS SOSIAL TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR

1. Intan Nisaaul Chusna
Alumni SMAN 1 TUBAN lulusan tahun pelajaran 2016/2017. Kini kak Intan memasuki dunia perkuliahan terfavorit di DIY Yogyakarta yaitu UNIVERSITAS GAJAHMADA (UGM). Kak Intan memilih jurusan PSDK.
Bentuk mobilitas : Vertikal Naik
Faktor pendorong : faktor individu
Proses, saluran dan konsekuensi:
Prosesnya yaitu berawal dari jenjang pendidikan kak Intan. Mulai dari Smpn 1 TUBAN, Kemudian di terima di SMAN 1 Tuban. Tak kalah bagus juga tekad kak Intan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik ke jenjang perguruan tinggi. Kak Intan dalam faktor ekonomi memiliki kebutuhan yang berkecukupan. Ketika dia masih kelas 1 SMA, Kak Intan di terima di kelas IPA. Ia membuat life mapping (rencana hidup). Tekad dan semangatnya terus membara dalam meraih cita-cita. Kak Intan juga dari dulu menyukai dunia sosial seperti menganalis dan praktik tentang masalah sosial. Walaupun dia berada di kelas IPA, kak Intan tetap ingin belajar tentang ilmu sosial dan mengikuti keinginannya. Sehingga ia memiliki peluang dalam mencapai karirnya ke pendidikan yang lebih tinggi. Kak Intan berhasil memasuki pendidikan perguruan tinggi terfavorit UGM jurusan PSDK.
Saluran: lembaga pendidikan
Konsekuensi nya:
Ketergantungan pada Faktor ekonomi.

2. Vita Sabrina Azda laili

Alumni SMAN 1 TUBAN lulusan tahun pelajaran 2017/2018. Kini kak Vita memasuki dunia perkuliahan di Universitas Malang (UM). Kak Vita memilih jurusan Sejarah.
   Bentuk mobilitas : Vertikal Naik
   Faktor pendorong : faktor individu dan faktor sosial
Proses, saluran dan konsekuensi:
Prosesnya yaitu berawal dari jenjang pendidikan kak Vita. Mulai dari SMPN 1 TUBAN, Kemudian diterima SMAN 1 Tuban. Tak kalah bagus juga tekad kak Vita untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik ke jenjang perguruan tinggi. Kak Vita sudah menyukai mata pelajaran Sejarah saat menduduki bangku SMP. Sampai masuk SMA, ia membuat sebuah rencana untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi dalam Ilmu Sejarah. Karena faktor sosial, ia pernah ditunjuk untuk mengikuti ajang lomba karya ilmiah sejarah. Alhasil, kak Vita meraih juara pertama lomba Karya ilmiah Sejarah tingkat provinsi. 
Karena itu kak Vita lebih menyukai mata pelajaran Sejarah dan Alhamdulillah diterima di Universitas Malang. Saluran: bidang pendidikan.
Saluran : lembaga pendidikan
Konsekuensi : belum ada gambaran apa yang ingin kak Vita cita-citakan selanjutnya.

3. Bu Ita Sufyatun.
Bu Ita adalah seorang STAF Tata Administrasi bagian perpustakaan SMAN 1 TUBAN. Bu Ita dulu diterima di SMAN 1 Tuban setelah itu menempuh pendidikan perguruan tinggi di UNIROW jurusan pendidikan Ekonomi Akuntansi. 
-Bentuk mobilitas : vertikal naik
-Faktor pendorong : Faktor Ekonomi dan individu.
-Proses, saluran dan konsekuensi:
Prosesnya yaitu berawal dari jenjang pendidikan di SMAN 1 TUBAN . Setelah itu, beliau masuk kuliah di UNIROW. karena faktor ekonomi yang tercukupi dan faktor sosial keluarga nya.
Sehingga ia diterima bekerja di SMAN 1 TUBAN sebagai staf Administrasi bagian perpustakaan SMAN 1 TUBAN walaupun hanya lulusan UNIROW.
Saluran : lembaga pendidikan
Konsekuensi : mudah dalam mengurus rumah tangga dan dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

4. Bu Sa'diyah
Bu Sa'diyah merupakan guru BK di SMAN 1 TUBAN. Bu Sa'diyah juga dulu mengajar di SMAN Sumberejo Bojonegoro. Pendidikan perguruan tinggi yang pernah ditempuh Bu Sa'diyah adalah IKIP Surabaya.
-Bentuk mobilitas : Vertikal Naik
-Faktor pendorong : faktor sosial dan individu
-Proses, saluran dan konsekuensi:
Bu Sa'diyah berkuliah di IKIP Surabaya. Setelah kuliah Bu Sa'diyah melanjutkan untuk  mengajar sebagai guru BK di SMAN Sumberejo Bojonegoro. Akibat suaminya pindah ke kota Tuban karena perpindahan pekerjaan. Bu Sa'diyah juga mengikuti suaminya pindah bekerja. Dimana beliau sekarang bekerja mengajar sebagai guru BK di SMAN 1 TUBAN.
Saluran : lembaga pendidikan
Konsekuensi : kemudahan untuk mengurus motase.

5. Yuni etik Ekawati
Bu Yuni merupakan ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di Kutorejo, Tuban. 
Dulu beliau berkuliah di UNTAG (Universitas Tujuh belas Agustus). Tapi saat berkuliah beliau tidak sampai menamatkan kuliahnya karena pernikahan. Sekarang Bu yuni menjadi ibu rumah tangga.

Bentuk mobilitas : Vertikal turun
Faktor pendorong : faktor sosial, dan individu
Proses, saluran dan konsekuensi :
Bu Yuni dulu pernah kuliah di UNTAG Surabaya. Tapi saat berkuliah beliau tidak sampai menamatkan kuliahnya karena faktor sosial dan individu. Bu Yuni menikah dan tidak menamatkan kuliahnya dan sekarang Bu yuni menjadi ibu rumah tangga.
Saluran : lembaga pendidikan
Konsekuensi : Bu Yuni tidak bekerja sehingga suaminya yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Analisis Data Mobilitas Sosial : Anisa

Cerita Awal Mula Anies Baswedan Diusung Jadi Gubernur

Nama media   :  
https://www.suara.com/news/2016/10/02/033629/cerita-awal-mula-anies-baswedan-diusung-jadi-gubernur
Tanggal          : Minggu 02 Oktober 2016
Judul               : Cerita Awal Mula Anies Baswedan Diusung Jadi Gubernur

Rangkuman    :
Anies menuturkan awal mula dirinya diusung ketika berdiskusi dengan sejumlah tokoh di Masjid Sunda Kelapa terkait berbagai permasalahan di Jakarta. "Masalah yang ada di Jakarta ini banyak sekali dan harus diselesaikan dengan ikhtiar secara bersama-bersama," ujar Anies saat silaturahim di Auditorium Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Sabtu (1/10/2016). Kata Anies, dirinya tak pernah berkeinginan untuk maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, sebelum memutuskan dirinya terlebih dahulu melakukan salat istikharah dan berkonsultasi dengan pihak keluarga. "Ketika ditanya, saya jawab akan saya pikirkan. Saya konsultasi terlebih dahulu, istikharah, bicara dengan ibu yang kebetulan di Jakarta. Sampai pada ketetapan untuk bersedia. Tapi itu di akhir. Tapi saya tidak terlibat dalam proses, karena yang terlibat pimpinan partai," tuturnya. "Bila amanat dititipkan, maka kita harus berani mengemban. Dan kita usahakan tunaikan untuk Jakarta lebih baik," imbuh Anies. Ia pun menilai kepemimpinan di Jakarta seharusnya kepemimpinan yang bisa menjangkau berbagai macam aspirasi.

Mobilitas Sosial  : Perpindahan jabatan menteri menjadi gubernur Jakarta 

Bentuk mobilitas : 
Mobilitas Sosial Vertikal karena perpindahan yang dilakukan oleh Anies itu merupakan suatu perpindahan naik, berpindah dari ke posisi yang lebih tinggi hal ini di dasari oleh faktor pendidikan. Faktor pendidikan akan membuat seseorang mengalami kenaikan kedudukan maupun status sosialnya. 

Faktor pendorong : 
Faktor individu yaitu Orientasi Sikap terhadap Mobilitas. Contoh faktor individu ini adalah Pendidikan merupakan jalan ke arah mobilitas sosial untuk mendapatkan kedudukan yang diinginkan seseorang. Jika bekerja di sebuah instansi, latar belakang pendidikan yang berbeda akan berpengaruh terhadap kedudukan dan pendapatan yang selayaknya diterima. Faktor yang kedua adalah Kebiasaan Kerja. Kerja keras merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kedudukan sebelumnya. Walaupun kerja keras tidak sepenuhnya menjamin mobilitas naik, tidak banyak orang dapat mengalami mobilitas naik tanpa bekerja keras. Oleh karena itu, kerja keras diperlukan untuk meningkat kan prestasi kerja, yang akhirnya akan meningkat kan kedudukan seseorang. Anies adalah sosok yang pekerja keras, beliau melakukan pembangunan yang signifikan di Jakarta.

Proses terjadinya : 
Anies berpindah dari yang awalnya posisi Menteri Pendidikan menjadi Gubernur DKI. Proses yang ditempuh oleh Anies bukan hal yang mudah, beliau harus mempersiapkan segala sesuatunya. Memang benar, segala sesuatu nya di upayakan juga oleh partai, dan apabila beliau mendapat amanah jadi pemimpin DKI maka ia harus menjalankannya dengan penuh amanah.

Saluran           : 
Organisasi politik, hal ini dapat kita ketahui dari proses Anies yang akan menjadi Gubernur DKI lewat jalan pemilu. Maka dapat diketahui bahwa setiap anggota dari kontestan peserta pemilu mempunyai peluang untuk menaikkan kedudukannya ke tingkat yang lebih tinggi. Seseorang yang dicalonkan oleh salah satu peserta pemilu untuk menjadi wakil rakyat harus pandai berorganisasi dan dapat menggerakkan massa, hal inilah yang telah di miliki oleh Anies Baswedan. Selain itu, untuk menjadi Gubernur DKI, yang bersangkutan sebelumnya harus tercantum dalam daftar orang yang berhak dipilih yang mewakili salah satu kontestan pemilu. Agar dapat terpilih, orang tersebut harus membuktikan memiliki kepribadian dan aspirasi-aspirasi yang baik. Apabila seseorang telah menjadi gubernur kedudukannya akan meningkat dari sebelumnya. Dengan demikian, organisasi politik adalah salah satu wadah bagi seseorang untuk melakukan mobilitas sosial vertikal.

Konsekwensi : Munculnya konflik yaitu Konflik Antar kelompok Sosial semisal pihak pro dan kontra terhadap kebijakan Anies dalam menuntaskan masalah banjir. Masalah masalah tersebut pasti akan terjadi mengingat itu kedudukan itu adalah perpindahan dari posisi menteri menjadi Gubernur DKI, masalah banjir dan di hadapi oleh warga DKI menjadi suatu point penting atau utama yang harus segera di tuntaskan oleh Gubernur dan warga DKI.

Kesimpulan : Terjadinya mobilitas tidak mungkin akan berjalan dengan lancar, pasti akan ada konsekwensi dalam penerapan mobilitas tersebut dan konsekwensi itu dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar, nah dalam melakukan perpindahan harus dilakukan dengan perencanaan yang matang untuk meminimalisir kegagalan. Mungkin sebagian orang menganggap kebijakan Anies terhadap masalah banjir itu gagal akan tetapi ada juga orang" yang menganggap bahwa semuanya bukan kesalahan dari Anies, dan perlu di ketahui bahwa satu kesalahan tidak bisa di jadikan sebagai alat untuk mengkudeta Anies Baswedan, seperti berita yang sedang viral bulan ini.  Menurut saya, Anies adalah pemimpin yang bijak dan tegas, apa yang dilakukan oleh Pak Anies Baswedan sudah tepat, beliau bervisi misi akan membawa perubahan yang signifikan bagi DKI, tindakan tersebut dapat kita jadikan sebagai panutan dalam menentukan kebijakan yang baik untuk pembangunan bersama, kiita juga bisa mencontoh semangat kerja keras dari Pak Anies, beliau berupaya untuk mengurangi kegiatan impor dan lebih memilih mengelola produk lokal. 

Saran          : 
Mobilitas sosial dalam konteks organisasi politik tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa adanya kelompok yang mau mendukung kebijakan yang telah diterapkan, oleh karena itu kita sebagai warga yang taat terhadap hukum, kita harus berusaha memiliki sikap peduli terhadap sekitar dan jangan hanya bisa menyalahkan orang lain atas masalah bersama. Milikilah kesadaran dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. 

Anisa Ratna Sari
03

Analisis Data Mobilitas Sosial : Krisna

Sigit Purnomo Menjadi Wakil Walikota palu

TRIBUNNEWS.COM - Tiga tahun sudah Sigit Purnomo atau Pasha " Ungu" menjabat sebagai wakil wali kota Palu sejak dilantik pada 17 Februari 2016.
   Tiga Tahun Jadi Wakil Walikota Palu, Pasha Ungu Blak-blakan Ngaku Enak Jadi Pejabat, Ini Alasannya
Namanya besar karena jadi vokalis grup band Ungu, namun 3 tahun belakangan ia sibuk jadi Wakil Wali Kota Palu, Pasha Ungu: enakan jadi pejabat.
Selama bertahun-tahun melakoni profesi barunya itu sambil sesekali diselingi kegiatan bermusik, Pasha pun berpandangan bahwa menjadi pejabat ternyata lebih nikmat.
"Jadi kalau ada yang tanya rasanya itu lebih enak jadi pejabat atau jadi vokalis, enak jadi pejabat," ucap pasha. "Karena pejabat bisa sambil vokalis, kalau vokalis kan enggak bisa sambil jadi pejabat," imbuhnya.

~ ANALISIS
   Berita tersebut sigit purnomo termasuk Mobilitas Vertikal naik. Proses yang terjadi pada sigit purnomo adalah Proses mobilitas sosial vertikal penerimaan karena dia dulu seorang penyanyi namun sekarang dia menjadi wakil walikota palu. Saluran mobilitasnya adalah Organisasi Politik karena ia masuk ke partai agar menjadi seorang pejabat. Konsekuensi Mobilitas sosial iki menuju ke positif karena mewujudkan harapannya untuk masa depan yang lebih baik. 

~ Kesimpulan
   Yang bisa saya simpulkan adalah kita harus bisa mengubah diri kita agar lebih baik karena kita kita tidak akan hidup seperti itu itu saja sebab dunia ini terus berjalan dan kita berubah untuk masa depan kita lebih sejahtera kedepannya. 

Krisna Ariffudin
21

Analisis Data Mobilitas Sosial : Fadhil

Judul: pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) 

Tanggal: 18 November 2019
Media: Kompas.com

 Ayat 1 huruf a, Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri. 
"Dua polisi yang dipecat karena terlibat narkoba," kata Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, usai upacara, Senin.
Dia menuturkan, pemberhentiaan dua personel tersebut berdasarkan keputusan Kapolda Sumatera Utara, karena mereka sudah melakukan perbuatan tersebut berulangkali.
Pada sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) dan upacara PTDH, digelar tanpa kehadiran kedua personel tersebut mengingat situasi keamanan.
“Dalam putusan sidang menyatakan mereka tidak layak dipertahankan menjadi anggota Polri," ungkap dia.

Analisis:
Masalah tersebut merupakan mobilitas vertikal kebawah karena adanya penurunan derajat dari seorang polisi menjadi rakyat biasa, faktor pendorongnya karena mereka menggunakan narkoba. Saluran mobilitasnya angkatan bersenjata karena mereka anggota POLRI . Proses mobilitas sosial vertikal ,Pelepasan karena orang yang ada dalam kasus ini diberhentikan/dipecat dari anggota POLRI . Konsekuensi Mobilitas munculnya pengangguran karena yang dipecat itu mungkin belum punya skill lain untuk bekerja dll.

Kesimpulan:
Menurut saya kasus ini tidak patut dicontoh apalagi yang bersangkutan merupakan anggota POLRI yang bisa dibilang terpandang oleh masyarakat ,tentunya perilaku seperti itu tidak baik ditiru maka dari itu mereka diberhentikan secara tidak terhormat.
Saran&kritik:
Apabila kita seorang yang terpandang didalam suatu lingkungan sebaiknya kita berbuat atau bertingkah yang baik agar kita ditiru sifat baiknya dan tidak buruknya

Fadhil Ahmad A.

Analisis Data Mobilitas Sosial : Ferdyan

dr. Terawan naik pangkat jadi letjen

~ SAJIAN DATA
Sumber : DetikNews
Tanggal : Kamis, 24 Okt 2019 13:11 WIB
Rangkuman :
          - Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto dr Terawan ternyata mendapat kenaikan pangkat dari Mayjen menjadi Letjen sebelum dilantik Jokowi sebagai Menteri Kesehatan. Dia mengaku bahagia dapat kenaikan pangkat. Setelah naik pangkat, Terawan kemudian pensiun dari TNI. Dia diberhentikan dengan hormat dari TNI lewat Keppres 94/TNI/2019 tentang Pemberhentian dengan Hormat Perwira Tinggi TNI bertanggal 22 Oktober 2019.

~ ANALISIS
   Berita tersebut dr. Terawan termasuk Mobilitas intragenerasi ke atas. Faktor pendorong terjadinya peristiwa itu disebabkan karena memliki prestasi yang gemilang. Proses yang terjadi pada dr. Terawan adalah kenaikan pangkat, yang terjadi  ia mendapat kenaikan pangkat 3 bintang atau menjadi letjen. Saluran mobilitasnya termasuk organisasi angkatan bersenjata karena pernah menjadi anggota dan menjadi letjen. Ia merasakan kepuasan setelah mencapai kedudukan yang diharapkan dan dr. Terawan sangat berbahagia setelah mendapat tawaran untuk naik pangkat. 


~ KESIMPULAN 
   Jadi, dari berita tersebut yang bisa saya simpulan adalah Kita harus mengerjakan tugas kita dengan sebaik mungkin bukan sebab untuk kenaikan pangkat semata, melainkan itu adalah tugas yang wajib dilaksanakan sebagai seorang warga negara indonesia. 

Ferdyan M. Falah

Analisis Data Mobilitas Sosial : Fangga

Kisah perjuangan Soimah saat meniti karier di ibu kota
TribunJatim.com
Selasa, 19 Maret 2019 , 13:16
Soimah Pancawati rupanya pernah menjalani masa-masa yang sulit. Soimah sendiri kini sudah menjadi artis dan penyanyi terkenal dan kerap mondar-mandir di televisi. Namun siapa sangka, di balik ketenaran yang kini ia miliki, ada banyak cerita kelam yang harus Soimah lalui Perjuangan untuk bisa hidup di tengah keterbatasan yang ia hadapi kala itu. 
    Lahir di Kabupaten Pati, Soimah adalah anak ke-5 dari 7 bersaudara yang tinggal di sebuah desa kecil bernama Tayu. Sejak kecil, Soimah harus ikut membantu ayah dan ibunya banting tulang mencari uang. Berbagai pekerjaan berat ia lalui, mulai dari pengasap ikan, membawa barang berat dari garam sekarung, es sebalok, dan masih banyak lagi. 
    Lalu soimah mulai bergelut di dunia seni berawal dari keinginan sang ibu yang berharap sang anak bisa masuk televisi nasional. Akhirnya demi mewujudkan cita-cita sang ibu, Soimah pun pergi ke Jogja untuk kuliah dan memperdalam ilmu seni di sana. Lambat laun, karier Soimah mulai naik. Namun sayang, setahun sebelum Soimah mewujudkan impian orang tuanya, sang ibu harus menghembuskan napas terakhir.Tahun beralu, kehidupan Soimah mulai berubah. Soimah kini harus berjuang di ibu kota untuk meniti karier sebagai entertain.Tak mudah, perjalanan Soimah dipenuhi lika-liku dan keterpurukan.Soimah mengaku harus utang sampai buka tutup lubang agar bisa bertahan hidup.

Analisis : Mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal naik karna Soimah yang dulunya adalah seorang yang hidupnya sangat susah dan sekarang menjadi artis terkenal yang mempunyai banyak fans.
Faktor pendorongnya adalah kerja keras dan semangat yang tinggi Soimah untuk menggapai kesuksesan.
Proses yang terjadi dalam berita tersebut adalah kesuksesan, karna Soimah yang dulunya seorang yang sangat susah sekarang bisa hidup enak, saluran dari mobilitas tersebut adalah organisasi ekonomi karna meningkatkan status sosial seseorang semakin tinggi penghasilan, dan konsekuensi dari mobilitas sosial diatas adalah status sosialnya naik.
Kesimpulannya adalah mobilitas yang terjadi pada berita tersebut adalah mobilitas yang baik karna adanya semangat yang tinggi dan kerja keras yang luar biasa dari Soimah sehingga dapat mencapai kesuksesan sehingga bisa menaikkan status sosial Soimah.
Sehingga kita harus mencontoh kerja keras dan semangat Soimah untuk mencapai kesuksesan, jangan mudah menyerah dan mengeluh ketika kita gagal, terus berusaha dan yakin kesuksesan itu akan datang.

Fangga Malik

Analisis Data Mobilitas Sosial : Rizky

Jakarta, CNN Indonesia -- Wishnutama Kusubandio resmi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Kabinet Jokowi Jilid II setelah diumumkan di Istana Merdeka pada Rabu (23/10).
Wishnutama sendiri dikenal luas oleh masyarakat setelah dianggap berhasil membuat upacara pembukaan Asian Games 2018, di mana saat itu ada video Presiden Jokowi "terbang" naik moge. Dirinya juga membesut upacara penutupan ajang olahraga internasional itu.
Kreativitas Wishnutama nampaknya terasah setelah mengambil kuliah jurusan Liberal Arts di Mount Ida College and Communication, Emerson College, Boston, Amerika Serikat. Seiring menempuh pendidikan tersebut, ia sempat mengikuti kursus pertelevisian di Emerson College.
Di tengah bangku kuliah, ia juga sempat mengenyam pendidikan militer di Military College of Vermont di Norwich University.
Lulus kuliah, pekerjaan pertama Wishnutama ialah sebagai asisten produksi di New England Cable News, Massachusetts, tepatnya pada tahun 1993.
Setahun kemudian ia pulang ke Indonesia dan berkarier di Indosiar, menjabat sebagai On Air Promo Supervisor sebelum naik pangkat menjadi Production Manager pada tahun 1999.
Trans TV menjadi tantangan baru bagi Wishnutama, yang memutuskan bergabung ke sini pada tahun 2001. Sepuluh tahun membesarkan Trans TV - dan adiknya Trans 7, Wishnutama lalu naik pangkat menjadi President Director.
Seakan gemar dengan tantangan baru, Wishnutama memutuskan pensiun dari Trans TV dan kembali membidani stasiun televisi baru, yakni NET TV, pada tahun 2013.
Tahun ini Wishnutama mengundurkan diri dari NET TV. Kemunduran dirinya juga dibarengi dengan kabar burung PHK massal yang melanda karyawan NET TV.
Sejak tidak lagi bergabung dengan NET TV, ia terlihat akrab dengan pemerintahan, terutama setelah menjadi bos penyelenggaraan Asian Games 2018 sampai datang ke Istana Merdeka mengenakan kemeja putih dalam masa pemanggilan menteri.

ANALISA
- Mobilitas sosial yang terjadi adalah penaikan jabatan mulai dari seorang asisten produksi hingga menjadi menteri
-Berdasarkan berita tersebut dapat saya katakan bahwa hal tersebut merupakan mobilitas sosial vertikal naik, karena telah terjadi kenaikan jabatan
- Faktor yang mendorong adalah kemaun diri wishnutama untuk menjadi seorang yang dibutuhkan dan akan diingat oleh masyarakat
- Proses yang terjadi dalam berita tersebut adalah pemilihan seorang menteri pariwisata
- Saluran mobilitas yang terdapat dalam berita tersebut merupakan saluran pendidikan, dimana dia melakukan dari hal yang rendah sehingga dia bisa menjadi seorang yang besar sekarang
- Konsekuensi yang terjadi bisa mewujudkan harapan atau cita cita bagi negara kita, dengan terjadinya wishnutama sebagai menteri, diharapkan pariwisata indonesia akan berkembang.

KESIMPULAN
- Dari berita tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, ketika kita ingin menjadi orang yang penting bagi negara kita, kita harus bersungguh sungguh untuk mencari ilmu setinggi tingginya. Kita harus belajar dari 0 dimana kita bisa tau betapa banyaknya rintangan yang harus dilewati agar bisa menjadi seorang menteri. 


M. Rizky Adwitya W.


Analisis Data Mobilitas Sosial : Dikri

Kronologi Brigpol DW Kirim Foto Vulgar ke Napi hingga Dipecat

Oleh Fauzan pada 04 Jan 2019, 17:02 WIB
Liputan6.com

Polwan berinisial DW terpaksa harus dipecat secara tidak terhormat (PTDH). Polisi berpangkat brigadir itu dipecat setelah foto vulgar tersebar luas di Facebook.
Cerita tersebarnya foto vulgar polwan yang bertugas di Satuan Sabhara Polrestabes Makassar itu bermula saat ia berkenalan dengan seorang narapidana melalui Facebook.
Brigpol DW terpikat karena narapidana itu mengaku sebagai polisi berpangkat komisaris.
"Brigpol DW jadi korban penipuan narapidana kasus pembunuhan yang mengaku sebagai polisi di Facebook," kata Kasi Propam Polrestabes Makassar, Kompol Awaluddin saat dikonfirmasi, Jumat, 4 Januari 2019.
Dengan segala bujuk rayu, Brigpol DW benar-benar jatuh hati kepada napi yang mengaku sebagai polisi itu. Saking jatuh cintanya, DW bahkan rela memberikan foto vulgarnya.
"Belakangan foto Brigpol DW disebarkan di Facebook, hingga viral," sambungnya.
Saat kasus ini ditangani Seksi Propam Polrestabes Makassar, Awaluddin bahkan pergi ke Lampung untuk mengecek siapa sebenarnya polisi berpangkat komisaris yang meminta foto vulgar Brigpol DW.
"Waktu itu, kita langsung ke Lampung untuk cek kebenaran polisi berpangkat komisaris ini. Eh, ternyata keberadaan pria yang mengaku polisi ini tidak betul adanya dan Brigpol DW jadi korban penipuan," terang Awaluddin.
"Saat dilakukan penyelidikan, yang menipu Brigpol DW adalah seorang narapidana kasus pembunuhan," imbuh Awaluddin.
Terpisah, Kapolrestabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo membenarkan ihwal pemecatan terhadap Brigpol DW. Menurut dia, apa yang telah dilakukan oleh Brigpol DW telah mencoreng nama baik institusi kepolisian.
"Karena ada pelanggaran-pelanggaran kode etik, makanya kita lakukan sidang (kode etik). Dan hukuman pemecatan ini dilakukan karena dia mencemarkan nama baik kepolisian," ucap Dwi.

Analisa
Mobilitas yang terjadi adalah pemecatan terhadap brigpol. 

Berdasarkan berita diatas saya berpendapat bahwa mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas vertikal turun karena terdapat pemecatan terhadap brigpol DW dan status sosialnya turun. 

Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah Faktor Individu karena brigpol tersebut melakukan tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang brigpol. 

Proses dari berita tersebut adalah Pelepasan Jabatan brigpoli tersebut karena telah mencoreng nama baik institusi kepolisian. 


Saluran dari Mobilitas sosial tersebut adalah Saluran kekuasaan karena berhubungan dengan struktur masyarakat. 

Konsekuensinya adalah kemungkinan terdapat beban psikologis pada brigpol tersebut dan harus beradaptasi terhadap lingkungan dan masyarakat karena adanya rasa malu, dan mungkin juga terdapat masalah ekonomi karena pemecatan tersebut. 


Kesimpulannya adalah menurut saya mobilitas yang terjadi pada berita tersebut adalah mobilitas yang tidak baik karena adanya kelalaian dan kesalahan yang mungkin jika tidak dilakukan oleh brigpol tersebut tidak akan terjadi adanya mobilitas vertikal turun karena pelepasan jabatan

M. Dikri Khoirul Ibad

Analisis Data Mobilitas Sosial :Akmal

Nadiem Makarim Ditunjuk Jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan


Mobilitas: dari pendiri gojek,hingga menjadi menteri pendidikan
Tempat,tanggal,waktu: Istana presiden 23 oktkber 2019, 08.35
Sumber: https://m.liputan6.com/tekno/read/4092873/nadiem-makarim-ditunjuk-jadi-menteri-pendidikan-dan-kebudayaan

Rangkuman
Pada tanggal 23 oktober 2019, Pukul 08.35. Nadiem makarim mendapatkan panggilan istimewa dari presiden jokowidodo,Nadiem makarim di panggil ke istana negara oleh presiden Jokowidodo,perihal pengangkatan nadiem makarim menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan kabinet jokowi kerja. Nadiem makarim menyutujui siap menerima jabatan yang diutus oleh jokowidodo,ia telah memutuskan untuk lepas jabatan dari Ceo Gojek indoesia,nadiem makarim lebih memilih jadi menteri pendidkkan dan ia mengatakan tidak ada jabatan dan kewenangan lagi di gojek.

~Jenis mobilitias.
Mobilitas yg terjadi mobilitas vertikal naik dan karena terjadinya kenaikan status sosial,yang awalnya pendiri gojek,sekarang menajdi salah satu menteri di kabinet jokowi kerja.

~Bagaimana terjadinya
Nadiem makarim adalah Pendiri skaligus CEO Gojek,dia dipilih oleh Bapak presideon adalah tanpa sebab,melainkan Nadiem makarim ini sekaligus masih muda,cerdas,banyak inovasi ia dipilih karena presiden jokowi,yakin akan bekal dan prestasi Nadiem makarim menjabat sbagai menteri pendidikan dan kebudayaan,dengan Otaknya yang masih fresh,milenial yang kuat,beragam inovasi,dan trobosan baru membuat jokowi sangar yakin dan mempercayakan hal ini kepada beliau.
Saran: Presiden harus membimbing lagi nadiem makarim supaya bisa menjadi lebih cerdas dan banyak pengetahuan tentang dunia pendidikan di negiri ini
Kritik: Jika dilihat dari segi pengetahuan tentang generasi milenial,nadiem makarim memang cocok dalam hal ini. Tetapi dalam segi pengalaman mungkin ia masih kurang cukup, ia harus mengursi dunia pendidikan yang tergolong sangat besar ini.

~Kesimpulan
Contohlah nadiem makarim,ia walaupun masih tergolong muda sudsh banyak inovasi dan trobosan baru. Dia dapat meraih sesuatu dengan gampang karena ia menyiapkan masa depannya dengan sungguh sungguh,berani sakit dan dihujat.

M. Akmal Inzaky