Rabu, 05 Februari 2020

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Khansa

Bapak Riyanto – Pekerja di TPPI
Bapak Riyanto  awalnya dulu bekerja di TPPI Jakarta. Namun oleh kantornya di pindah tugaskan di Tuban, Jawa Timur. Alasannya karena TPPI Tuban baru dibuka dan membutuhkan banyak pegawai. Namun, jabatannya tetap dan tidak berpindah.

Analisis :
Berdasarkan ilustrasi diatas, Bapak Riyanto termasuk melakukan mobilitas social Horizontal karena beliau hanya berpindah fisiknya saja dari TPPI Jakarta ke TPPI Tuban. Beliau tidak mengalami kenaikan jabatan saat dipindah tugas. Faktor pendorongnya adalah karena kantor TPPI Tuban memindah tugaskan beliau ke TPPI Tuban. Selain itu, factor penariknya adalah beliau sangat tertarik untuk bekerja di tempat yang baru.



Zulfia Rahmawati U – Pindah ke Tuban untuk pendidikan lebih baik
Zulfia atau biasa di panggil Tata ini adalah seorang pelajar di SMA Negeri 1 Tuban. Sebelumnya, ia bersekolah di SMP Negeri 3 Tuban. Masa kanak-kanak dan sekolah dasarnya ia habiskan di tempat asalnya, Lamongan. Alasan ia pindah ke Tuban karena untuk menempupuh pendidikan yang lebih baik lagi.

Analisis :
Berdasarkan ilustrasi diatas, Zulfia termasuk melakukan mobilitas social vertical naik. Alasannya adalah karena Zulfia ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik di Tuban ketimbang di Lamongan. Faktor pendorong adalah Zulfia ingin merasakan pendidikan yang lebih terukur serta terstruktur daripada di daerah asalnya serta untuk menaikkan taraf hidup yang lebih baik. Factor penariknya adalah kota Tuban dikenal sebagai kota yang memiliki pendidikan yang sangat bagus ditambah dengan Smansa yang memiliki kurikulum SKS.



Keluarga Budianto – Melakukan Ruralisasi demi pekerjaan
Bapak Budianto memiliki 1 orang istri bernama Iis Ernawati dan juga 2 orang anak perempuan yakni Farah Fakhira Budianto dan juga Khansa Fakhira Budianto. Mereka sekeluarga melakukan uralisasi dari Jakarta ke Tuban karena bapak Budianto dipindah tugaskan dari TPPI Jakarta menuju TPPI Tuban. Namun, jabatannya tetap.

Analisis :
Berdasarkan ilustrasi diatas, keluarga Budianto termasuk kedalam mobilitas horizontal karena bapak Budianto hanya berpindah tempat kerja namun posisi/jabatannya tetap sama. Hanya saja istri dari Pak Budianto, Ibu Iis mengalami mobilitas social vertical turun karena sebelumnya, ibu Iis di Jakarta bekerja sebagai kasir dari sebua showroom mobil. Kini, beliau setelah pindah hanya sebagai ibu rumah tangga mengurus kedua anaknya. Faktor pendorongnya adalah karena bapak Budianto dipindah tugaskan sehingga mereka terpaksa pindah ke Tuban. Faktor penariknya adalah karena pada saat itu, Tuban masih sangat sepi dan juga asri sehingga sangat nyaman untuk ditinggali.  



Argya Fauziah T – berpindah ke Tuban mengikuti keluarga
Argya dahulu menghabiskan masa kecilnya di Cianjur, Jawa Barat. Namun, saat ia akan memasuki pendidikan taman kanak-kanak, ia harus pindah ke Tuban karena ayahnya dipindah kerja ke Tuban. Semenjak itulah, Argya bertempat tinggal di Tuban.

Analisis :
Argya melakukan mobilitas social horizontal dikarenakan ia hanya berpindah secara fisik. Namun, Ia tetap seorang pelajar yang biasa saja. Pendorongnya adalah karena ia harus ikut ayah dan keluarganya ke Tuban karena ayahnya dipindah kerja. Factor penariknya adalah karena Tuban merupakan tempat yang baru bagi Argya sehingga ia ingin menemukan suasana serta pendidikan yang baru.




Mbak Nada Hanfidha – mahasiswi yang bekerja di chatime.
Mbak Nada adalah seorang mahasiswi di Kota Surabaya. Sebagai seorang mahasiswi, tentu saja ia harus berkuliah. Untuk berkuliah, mbak Nada juga membutuhkan biaya hidup tambahan selain dari uang kiriman orang tuanya. Maka dai itu, ia bekerja di chatime sebagai peracik minuman.

Analisis :
Mbak Nada melakukan mobilitas social vertical naik. Hal ini dikarenakan Mbak Nada yang awalnya seorang mahasiswi tak punya pekerjaan, menjadi memiliki pekerjaan sampingan sebagai peracik minuman chatime. Factor pendorongnya adalah Mbak Nada ingin memiliki pekerjaan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai seorang mahasiswi karena terkadang, uang dari kiriman orang tuanya tidak cukup. Selain itu, Mbak Nada juga harus berhemat. Factor penariknya adalah Mbak Nada ingin meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dan juga bekerja di chatime sangatlah muda dikarenakan persyaratannya yang hanya memiliki ijasah SMA.


Khansa Fakhira B. (20)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar