Kamis, 06 Februari 2020

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Krisna

Kakak saya

Pada waktu kuliah Mira kuliah di AKA dan sekarang dia bekerja PNS di dinas perindustrian. Peristiwa ini termasuk mobilitas vertikal naik karena dari kuliah sampai kerja itu mengalami kenaikan. Saluran mobilitas termasuk lembaga pendidikan. Konsekuensi yang di terimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.



Ferdyan M Falah

Pada waktu smp fian bersekolah di SMPN 3 Tuban dan sekarang dia bersekolah di SMAN 1 Tuban. Peristiwa ini termasuk mobilitas intergenerasi naik karena dari SMPN 3 Tuban naik ke SMAN 1Tuban dan mengalami kenaikan. Konsekuensi yang di terimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.




Ayah saya

Pada waktu kuliah dia mengambil S1 Hukum dan sekarang dia bekerja sebagai PNS. Peritiwa ini termasuk mobilitas vertikal naik karena dari kuliah S1 Hukum di terima bekerja di PNS. Konsekuensi yang di terimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.



Sandy

Pada waktu smk sandy bersekolah di SMK PGRI 2 Tuban dan sekarang bekerja di konter HP. Peristiwa ini termasuk mobilitas vertikal naik karena dari SMK PGRI 2 Tuban bekerja di konter HP. Konsekuensi yang di terimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.



Mama saya

Mama saya adalah lulusan sma dan sekarang menjadi seorang ibu rumah tangga yang menyambi bekerja jualan salad buah di rumah. Peristiwa tersebut merupakan bentuk mobilitas intragenerasi naik. Saluran mobilitasnya adalah organisasi ekonomi. Faktor yang memengaruhi mobilitas sosialnya termasuk keadaan ekonomi. Konsekuensi mobilitas sosial termasuk positif yaitu mempercepat tingkat perubahan sosialke arah yang lebih baik



Krisna Ariffudin (21)

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Akmal

ANALISIS MOBILITAS SOSIAL YANG ADA DI LIGKUNGAN SEKITAR


1. Lulusan SMA 1 Rengel  yang kuliah di semarang

Devis Safitri. Ia adalah mbak sepupuku yang tinggal di Rengel jawa timur, dia bukan lah yang mempunyai segalanya atau bahkan tercukupi tapi semangat ia belajar hingga ia kuliah di Universitas Wali Songo Semarang. Dia sekrang melanjutkan kuliah S2 dan bangganya lagi dia mendapatkan beasiswa untuk kuliah disana.

ANALISIS
Mobilitas social yang dilakukan oleh Devis Safitri ini termasuk dalam bentu mobilitas social Vertikal naik. Hal ini dapat dilihat dari keluarga yang tidak mampu. Devis Safitri sudah melanjutkan kuliah S2 dan mendapat beasiswa, dan skrg mengajar di salah satu TPQ 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Mobilitas social yang terjadi tersebut memiliki faktor yang mempengaruhi. Faktor yang mempengaruhi dari mobilitas social tersebut adalah keadaan ekonomi nya. Semangat itu tidak pernag luntur dari dirinya, ia mempunyaj cita citq untuk membanggakan orang tuanya.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Devis Safitri menggunakan saluran pendidikan SMA nya, karena di SMA Rengel dia memiliki prestasi dan potensi yang membanggakan.

KOMENTAR
Menurut saya, Mobilitas social yang terjadi kurang baik,Devis safitri sehaarusnya bisa kuliah lebih dari itu, tetapi dengan kondisi seperti itu dia bisa melanjutkan S2 nya.




2. Anak dari Petani bisa menjadi Akabri yang gagah.

Pak Nyoman Tjandri adalah ayah saya. Beliau sangat menjadi inspirasi saya beliau adalah anak pertama dari 2 bersaudara. Kegigihannya membantu orang tuanya sangat besar dah bertanggung jawab sekali. Dengan sangat pengorbanan yang dik3luarkan, tidak sia sia akhirnya ayah saya bisa menjadi Akpol dan menjadi Kapolres di Bali waktu itu.

ANALISIS
Mobilitas social yan terjadi pada peristiwa social ini adalah Vertikal Naik Antargenerasi karena terjadi dalam dua generasi dan naik. Anak seorang Petani bisa memasuki Akabri dengan dukungan orang tua dan keinginan yang sangat kuat.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi mobilitas social pada peristiwa tersebut adalah Status social. Putranya ingin meningkatkan status social yang dimiliki.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Saluran mobilitas sosial yang digunakan oleh anak Petani tersebut adalah saluran lembaga Militer.

KOMENTAR
Proses mobilitas sosial yang terjadi pada peristiwa ini menurut saya patut dicontoh karena pendidikan sebenarnya tidak bergantung pada kondisi ekonomi namun bergantung pada niat dan keinginan untuk merubah atau meningkatkan status sosialnya.




3. Lulusan SMEA menjadi Polwan yang cantik.

Sumiayu adalah ibu saya Sosok yang sangat baik hati dan sangat aku sayangi. Dengan lulusan SMEA ibuku tidak pantang menyerah untuk menggapai cita citanya. Dengan berusaha keras latihan setiap hari dengan penuh semamgat. Dukungan orang tua yang besar membuatnya semakin yakin.

ANALISIS
Mobilitas sosial yang terjadi pada Bu Sumkayu merupakan Vertikal Naik intragenerasi karena beliau merupakan lulusan SMEA namun menjdi Polwan yang gagah dan cantik.dimana posisi tersebut sulit didapatkan untuk lulisan SMEA

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi mobilitas Bu Ana ini adalah status sosial. Beliau di percaya oleh para petinggi dapat mengerjakan tugas dengan baik dan cekatan, selain itu koneksi yang dimiliki oleh suami Bu Ana juga memepermudah tercapainya posisi tersebut.

PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas sosial yang terjadi pada Bu Sumiayu adalah Penerimaan, dimana kualitas seseorang menjadi syarat yang dipentingkan dalam masyarakat.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL 
Saluran mobilitas sosial yang digunaka oleh Bu Sumiayu untuk mendapat posisi tersebut adalah Pendidikan Militer. Walupun tidak dibekali dengan kemampuan militer tapi memepersiapkan dengan matang.

KOMENTAR
Mobilitas sosial yang terjadi pada Bu Sumiayu ini sangat baik karena beliau dapat mendapatkan posisi yang sangat membanggakan ini.Bu Sumiayu, yang tidak dibekali kemampuan Militer sama sekali. Namun sikap Bu Sumiayu yang disiplin dan mampu memimpin dengan baik ini dapat dicontoh.



4. Masih SMA sudah punya Olshop yang ramai

Lintang Iedayu Nasha atau yang kerap dipanggil Lintung ini bersekolah di sma 4 tuban jurusan IPS. Dia masih kecil sudah berqni mencoba menjual Minuman sejenis kopi,cocktail,tea,milik dll. Walau masih sma dia sudah bisa mendapatkqn uang jajan sendiri untuk tambahan membeli apa yg dia inginkan. Tidak menganggu sekolahnya,iq tetap enjoy dengan kesibukan Olshopnya.

ANALISIS
Mobilitas sosial yang terjadi pada peristiwa Lintung ini adalah Mobilitas Vertikal naik karena, Lintung menggasilkan uang sendiri walaupun masih sma. Dengan cara menujual minuman di Olshopnya.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi mobilitas sosial yang tenrjadi tersebut adalah Media Sosial, dimana Lintung sudah memiliki penghasilan sendiri dri Olshopnya

PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas sosial yang terjadi pada Lintung adalah kemajuan teknologi dan dia mampu dan mau bee inovasi dengan caranya sendiri.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Saluran Mobilitas Sosial yang digunakan ileh Lintung adalah Ekonomi, dimana ia mendapatkan yambahan uang jajan dengan Olshopnya

KOMENTAR
Mobilitas sosial yang terjadi ini sangat bagus karena media sosial yang telah di manfaatkan dapat membantu untuk mendapatkan pekerjaan dan meningkatkan status sosial


5. Lulusan STM bidang bangunan sekarang membantu proyek di Gresik

Mas amin adalah mas sepupu saya yang tinggal di Rengel. Skrg dia sudah bekerja di salah satu proyek yang ada di gresik,begitu kabar yang saya terima 2 minggu kmren. Dia dipercaya untuk membanti disana karena ketekunannya dan rajin sekali.

ANALISIS
Mobilitas sosial yang terjadi pada Mas amin adalah Mobilitas Vertikal Naik, karena pada mobilitas ini terjadi kenaikan dimana Mas amin yang sebelumnya siswa SMK dibangunan menjadi membantu proyek yang besar. 

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial pada Mas Amin adalah Pendidikan, dimana mas amin sebelumnya merupakan siswa SMK bangunan membantu proyek yang besar.

SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Saluran mobilitas sosial yang digunakan oleh mas amin adalah Lembaga Pendidikan, dimana mas amin menggunakan pendidikannya untuk bekerja di proyek besar di Gresik

KOMENTAR 
Mobilitas sosial yang terjadi pada mas amin sangat baik karena ia menggunakan kemampuannya untuk mendapatkan apa yang pantas untuk dirinya.  Hal ini patut dicontoh karena mencontohkan bahwa pendidikan sagatlah berguna untuk masa depan.

M. Akmal Inzaky

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Dikri

ANALISIS LINGKUNGAN SEKITAR


Krisna

Krisna sekolah bertujuan untuk bisa melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi dari SMA, Krisna melakukan mobolitas sosial vertikal naik. 
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor individu. 
Saluran yang digunakan adalah saluran pendidikan. 
Proses mobilitas sosial vertikal kenaikan pangkat. 
Keuntungan yang didapatkan adalah dengan sekolah dan belajar akan mendapatkan ijazah saat lulus, dan ijazahnya dapat digunakan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. 


Mas eko

Mas Eko bekerja di salah satu pertambangan di Indonesia sebagai mata pencahariannya, mas Eko melakukan mobilitas sosial vertikal naik. 
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor ekonomi. 
Saluran yang digunakan adalah saluran organisasi ekonomi. 
Keuntungan yang didapatkan adalah dengan bekerja akan mendapatkan gaji untuk mencukupi kebutuhan. 


Bapak Jadid
 
Pak Jadid awalnya bekerja sebagai gitaris di salah satu band di Bojonegoro, namun sekarang bekerja sebagai sekdes.Bapak Jadid melakukan mobilitas sosial vertikal naik
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor individu karena ingin menaikkan status sosial 
Saluran yang digunakan adalah saluran organisasi politik
Keuntungan yang didapat adalah dngan menjadi sekdes akan meningkatkan status sosialnya 



Bapak Arif

Pak arif adalah seorang tukang cukur rambut yang awalnya bekerja ikut orang untuk menyiapkan properti resepsi nikah, pak arif melakukan mobilitas sosial vertikal naik karena pak arif ingin mempunyai usahanya sendiri. 
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor perubahan ekonomi karena pak arif ingin bekerja di usahanya sendiri tanpa bergantung pada orang lain. 
Saluran yang digunakan adalah saluran organisasi ekonomi
Keuntungan yang didapat adalah dengan memiliki usaha sendiri pak arif bisa mencukupi kebutuhan menjadi lebih baik. 


Bapak Nur

Pak Nur adalah seorang guru disamping membagikan ilmu kepada muridnya, menjadi guru juga sebagai mata pencahariannya. Pak Nur melakukan mobilitas sosial vertikal naik. 
Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor perubahan ekonomi
Saluran yang digunakan adalaha saluran organisasi ekonomi
Keuntungannya adalah disamping mendapat pahala juga mendapat gaji untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. 

M. Dikri Khoirul I.

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Ferdyan

Aldy 

Pada waktu smp aldy bersekolah di Smpn 6 tuban dan sekarang ia bersekolah di sman 1 tuban. Peristiwa ini termasuk mobilitas intragenerasi naik karena dari smp 6 naik ke sman 1 tuban dan mengalami penaikan. Saluran mobilitasnya termasuk lembaga pendidikan. Konsekuensi yang diterimanya adalah individu akan berusaha mewujudkan harapannya.




Mama saya

Mama saya adalah Lulusan sma dan sekarang menjadi seorang ibu rumah tangga yang menyambi bekerja jualan baju dirumah. Peristiwa tersebut merupakan bentuk mobilitas mobilitas Intragenerasi naik. Saluran mobilitasnya adalah organisasi ekonomi. Faktor yang memengaruhi mobilitas sosialnya termasuk keadaan ekonomi. Konsekuensi mobilitas sosial termasuk positif yaitu mempercepat tingkat perubah sosial ke arah yang lebih baik.




Om Haqi
Om saya dulu kuliah di ITS mengambil jurusan tehnik perkapalan sekarang om saya mengambil S2 di luar negeri. Peristiwa tersebut merupakan bentuk mobilitas Vertikal naik. Saluran mobilitasnya adalah lembaga pendidikan. Faktor yang memengaruhi mobilitas sosialnya termasuk keinginan melihat daerah lain. Konsekuensi mobilitas sosial termasuk individu atau kelompok akan berusaha mewujudkan harapannya.




Om Udin
Om saya dulu belum bekerja atau pengangguran dan sekarang om saya mendapat tawaran pekerjaan di papua, Ia Menerima pekerjaan itu. Peristiwa tersebut termasuk bentuk mobilitas vertikal naik. Saluran mobilitasnya adalah organisasi ekonomi. Faktor yang memengaruhi mobilitas sosialnya termasuk keadaan ekonomi. Konsekuensi mobilitas sosialnya termasuk mempercepat tingkat perubah sosial ke arah yang lebih baik.





Ayah saya 
Ayah saya dulu setelah Lulus kuliah pernah bekerja di sebuah pabrik gula dan sekarang ayah saya sekarang seorang pengusaha bersama mama saya. Bentuk mobilitasnya adalah mobilitas vertikal naik karena dulunya bekerja di pabrik sekarang menjadi seorang pengusaha. Saluran mobilitasnya termasuk Organisasi keahlian.  Faktor yang memengaruhi adalah keadaan ekonomi. Konsekuensi mobilitas sosialnya termasuk mempercepat tingkat perubah sosial ke arah yang lebih baik.

Ferdyan M. Falah

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Aldy

MOBILITAS SOSIAL DI LINGKUNGAN SEKITAR


-Ibu saya
Ibu saya setelah lulus SMA, menikah dengan ayah saya yang lulusan sarjana, ibu saya adalah anak dari petani, mobilitas yang dialami ibu saya adalah vertikal naik karena dulu hidup ibu saya sedikit susah setelah menikah dengan ayah saya hidupnya tercukupi. Saluran mobilitasnya adalah Pernikahan. Dampaknya adalah Ibu saya tidak tinggal lagi dengan orang tuanya dan tinggal dengan ayah saya


-Mbak In ( Kopsis)
Mbak kopsis adalah lulusan SMA, dulu dia tidak bekerja namun setelah mencari pekerjaan, dia mendapat pekerjaan sebagai Mbak Kopsis di SMA N 1 TUBAN, dia mengalami mobilitas vertikal naik karena dulu Mbak in tidak memiliki penghasilan dan sekarang Mbak in mempunyai penghasilan, Saluran mobilitasnya adalah Organisasi keahlian karena jadi Mbak Kopsis butuh keahlian, dan dampaknya Mbak in dikenal oleh banyak siswa di SMAN 1 TUBAN dan mempunyai penghasilan sendiri


-Ayah saya
Ayah saya adalah lulusan sarjana, setelah lulus dia bekerja di Bulog, pada awalnya ayah saya bekerja di Bulog Sidoarjo, lalu pindah ke Bojonegoro, dan pindah ke Tuban tetapi gajinya dan pekerjaanya tetap sama, mobilitas sosial yang dialami ayah saya adalah mobilitas horizontal, karena ayah saya dipindah tetapi gaji dan pekerjaanya tetap sama, saluran mobilitas sosialnya adalah organisasi keahlian, dampaknya adalah ayah saya harus pindah rumah karena tidak mungkin bolak balik beda kota 


-Augie Subarkah 
Dulu Augie bersekolah SDN Babat 7 dan dia melanjutkan ke jenjang SMP di SMPN 1 Babat dan kemudian dia bersekolah di SMAN 1 Tuban, dia mengalami mobilitas sosial horizontal intragenerasi naik karna dia sama sekolah namun jenjangnya berbeda, Saluran mobilitas sosialnya adalah Lembaga Pendidikan, dampaknya


-Kakak saya
Kaka saya adalah mahasiswa di UGM, dulu dia sekolah SD sendangharjo 4 kemudian ke SMPN 1 Tuban dan kemudian ke SMAN 1 Tuban dan dilanjutkan ke UGM lewat SNMPTN, dia mengalami mobilitas sosial horizontal naik, saluranya adlaah lembaga pendidikan dan dampaknua dia naik ke jenjang lebih tinggi dan lebih baik untuk mengejar cita cita

Aldy Dwi Arsya A. (01)

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Rizky

1.  Guru B. Indonesia  (Achmad Fahrudin)

     • Guru mengajar untuk memberikan pendidikan kepada murid murid nya dan juga sebagai mata pencaharian nya. Guru melakukan mobilitas vertikal naik.
     • Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor perubahan ekonomi.
     • Saluran mobilitad melalui organisasi ekonomi.
     •  Keuntunganm mobilitas tersebut adalah guru dapat mendapatkan gaji dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan telah mengajar siswa.

2. Menambah Ekonomi Keluarga ( Fais sholikhin)

Orang tua bekerja  memenuhi kebutuhan keluarganya. Dimana dia sudah bekerja disalah satu kantor tuban, namun dia tetap membuka warung kopi untuk menambah ekonomi keluarga. Om Fais merupakan mobilitas vertikal naik.

Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah faktor perubahan ekonomi
Saluran mobilitad melalui organisasi ekonomi
Keuntungan mobilitas tersebut adalah om fais dapat mendapatkan gaji dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan telah bekerja di kantor milik negara


3. Menjadi Orang Tua Yang Kuat ( Agung Triwibowo )

Orang tua bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya. Mereka rela bekerja untuk mencukupi kebutuhan. Dimana bapak Agung Triwibowo bekerja mulai teri pekerja biasa hingga menjadi seorang ketua si kantornya. Bapak Agung Triwibowo merupakan mobilitas Vertikal Naik.

Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah perubahan ekonomi.
Saluran mobilitas melalui organisasi ekonomi.
Keuntungan dari mobilitas tersebud adalah bapak. Agung Triwibowo mendapatkan gaji dari pemerintah sebagai bentuk penghargaan telah bekerja di kantor milik negara.

4. Mencari sangu tambahan ( Rafli Fiemansyah )
Sebagai seorang pelajar kita sangat membutuhkan sangu untuk kebutuhan sehari hari. Dimana seoranga Rafli firmansyah memilih untuk menyambi sekolah untuk bekerja. Dimana rafli bekerja di tempat lukis milik pakdenya. Rafli Firmansyah merupakan mobilitas vertikal naik.

Faktor pendorong tersebut adalah adanya faktor perubahan ekonomi.
Keuntungan mobilitas tersebut adalah rafli bisa mendapatkan tambahan sangu sebagai bentuk apresiasi  dari toko yang telah dia tempati untuk bekerja.



5.  Penjaga Warung Kopi (Rio)

Sebagai seseorang yang telah lulus SMA atau SMK harus segara memilih untuk bekerja atau kuliah, dimana Rio memilih untuk bekerja di warung kopi. Rio bisa mendapatkan gaji yang cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Rio termasuk mobilitas vertikal naik.

Faktor pendorong tersebut adalah adanya faktor perubahan ekonomi
Keuntungannya rio bisa mendapatkan uang untuk menghidupi dirinya.


M. Rizky Adwitya W.

Rabu, 05 Februari 2020

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Khansa

Bapak Riyanto – Pekerja di TPPI
Bapak Riyanto  awalnya dulu bekerja di TPPI Jakarta. Namun oleh kantornya di pindah tugaskan di Tuban, Jawa Timur. Alasannya karena TPPI Tuban baru dibuka dan membutuhkan banyak pegawai. Namun, jabatannya tetap dan tidak berpindah.

Analisis :
Berdasarkan ilustrasi diatas, Bapak Riyanto termasuk melakukan mobilitas social Horizontal karena beliau hanya berpindah fisiknya saja dari TPPI Jakarta ke TPPI Tuban. Beliau tidak mengalami kenaikan jabatan saat dipindah tugas. Faktor pendorongnya adalah karena kantor TPPI Tuban memindah tugaskan beliau ke TPPI Tuban. Selain itu, factor penariknya adalah beliau sangat tertarik untuk bekerja di tempat yang baru.



Zulfia Rahmawati U – Pindah ke Tuban untuk pendidikan lebih baik
Zulfia atau biasa di panggil Tata ini adalah seorang pelajar di SMA Negeri 1 Tuban. Sebelumnya, ia bersekolah di SMP Negeri 3 Tuban. Masa kanak-kanak dan sekolah dasarnya ia habiskan di tempat asalnya, Lamongan. Alasan ia pindah ke Tuban karena untuk menempupuh pendidikan yang lebih baik lagi.

Analisis :
Berdasarkan ilustrasi diatas, Zulfia termasuk melakukan mobilitas social vertical naik. Alasannya adalah karena Zulfia ingin mendapatkan pendidikan yang lebih baik di Tuban ketimbang di Lamongan. Faktor pendorong adalah Zulfia ingin merasakan pendidikan yang lebih terukur serta terstruktur daripada di daerah asalnya serta untuk menaikkan taraf hidup yang lebih baik. Factor penariknya adalah kota Tuban dikenal sebagai kota yang memiliki pendidikan yang sangat bagus ditambah dengan Smansa yang memiliki kurikulum SKS.



Keluarga Budianto – Melakukan Ruralisasi demi pekerjaan
Bapak Budianto memiliki 1 orang istri bernama Iis Ernawati dan juga 2 orang anak perempuan yakni Farah Fakhira Budianto dan juga Khansa Fakhira Budianto. Mereka sekeluarga melakukan uralisasi dari Jakarta ke Tuban karena bapak Budianto dipindah tugaskan dari TPPI Jakarta menuju TPPI Tuban. Namun, jabatannya tetap.

Analisis :
Berdasarkan ilustrasi diatas, keluarga Budianto termasuk kedalam mobilitas horizontal karena bapak Budianto hanya berpindah tempat kerja namun posisi/jabatannya tetap sama. Hanya saja istri dari Pak Budianto, Ibu Iis mengalami mobilitas social vertical turun karena sebelumnya, ibu Iis di Jakarta bekerja sebagai kasir dari sebua showroom mobil. Kini, beliau setelah pindah hanya sebagai ibu rumah tangga mengurus kedua anaknya. Faktor pendorongnya adalah karena bapak Budianto dipindah tugaskan sehingga mereka terpaksa pindah ke Tuban. Faktor penariknya adalah karena pada saat itu, Tuban masih sangat sepi dan juga asri sehingga sangat nyaman untuk ditinggali.  



Argya Fauziah T – berpindah ke Tuban mengikuti keluarga
Argya dahulu menghabiskan masa kecilnya di Cianjur, Jawa Barat. Namun, saat ia akan memasuki pendidikan taman kanak-kanak, ia harus pindah ke Tuban karena ayahnya dipindah kerja ke Tuban. Semenjak itulah, Argya bertempat tinggal di Tuban.

Analisis :
Argya melakukan mobilitas social horizontal dikarenakan ia hanya berpindah secara fisik. Namun, Ia tetap seorang pelajar yang biasa saja. Pendorongnya adalah karena ia harus ikut ayah dan keluarganya ke Tuban karena ayahnya dipindah kerja. Factor penariknya adalah karena Tuban merupakan tempat yang baru bagi Argya sehingga ia ingin menemukan suasana serta pendidikan yang baru.




Mbak Nada Hanfidha – mahasiswi yang bekerja di chatime.
Mbak Nada adalah seorang mahasiswi di Kota Surabaya. Sebagai seorang mahasiswi, tentu saja ia harus berkuliah. Untuk berkuliah, mbak Nada juga membutuhkan biaya hidup tambahan selain dari uang kiriman orang tuanya. Maka dai itu, ia bekerja di chatime sebagai peracik minuman.

Analisis :
Mbak Nada melakukan mobilitas social vertical naik. Hal ini dikarenakan Mbak Nada yang awalnya seorang mahasiswi tak punya pekerjaan, menjadi memiliki pekerjaan sampingan sebagai peracik minuman chatime. Factor pendorongnya adalah Mbak Nada ingin memiliki pekerjaan sendiri untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sebagai seorang mahasiswi karena terkadang, uang dari kiriman orang tuanya tidak cukup. Selain itu, Mbak Nada juga harus berhemat. Factor penariknya adalah Mbak Nada ingin meningkatkan kualitas hidup yang lebih baik dan juga bekerja di chatime sangatlah muda dikarenakan persyaratannya yang hanya memiliki ijasah SMA.


Khansa Fakhira B. (20)