ANALISIS LINGKUNGAN SEKITAR
1. Ferdyan menjadi PNS pada umur 20 tahun
Ferdyan pada awalnya bimbang dalam memilih jurusan setelah lulus SMA. Setelah itu dia memutuskan untuk sekolah kedinasan PKN STAN. Dia masuk jurusan D-I Kepabeanan dan Cukai. Setelah lulus dari sekolah kedinasan tersebut dia penempatan di Bontang, Kalimantan Timur. Pada bulan Januari awal dia baru saja diangkat sebagai PNS. Bentuk mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal ke atas. Mobilitas sosial vertikal ke atas adalah perubahan status sosial seseorang ke atas untuk naik statusnya.
Faktor pendorong yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial yang di atas adalah pendidikan. Dengan pendidikan, Ferdyan dapat memperoleh posisi yang baik untuk mempersiapkan kehidupan yang akan datang. Proses yang dialami Ferdyan adalan kenaikan pangkat, yang semula pegawai biasa lalu diangkat sebagai PNS.
Saluran mobilitas sosial yang terjadi adalah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan dinilai merupakan saluran yang konkret dari mobilitas sosial vertikal. Konsekuensi mobilitas yang harus dihadapi Ferdyan adalah bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan dan melaksanakan dengan benar.
2. Arifah menjadi Guru SLB.
Arifah setelah lulus SMA mengambil jurusan Pendidikan Luar Biasa S1 di Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Setelah itu, dia meneruskan lagi S2 dengan jurusan yang sama. Kemudian ia bekerja di Sekolah Luar Biasa, Jember, Jawa Timur. Bentuk mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal ke atas. Karena pada awalnya dia hanya sebagai mahasiswi lalu bekerja sebagai guru.
Faktor pendorong yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial di atas adalah pendidikan. Dengan pendidikan, Arifah dapat memperoleh posisi yang baik untuk mempersiapkan kehidupan mendatang.Proses yang dialami Arifah adalah kenaikan pangkat, yang semula hanya sebagai mahasiswi lalu menjadi seorang guru di Sekolah Luar Biasa.
Saluran mobilitas sosial yang terjadi adalah lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan dinilai merupakan saluran yang kami konkret dari kota mobilitas vertikal. Konsekuensi yang dihadapi Arifah adalah harus bersedia menjalankan semua tugasnya dan selalu bersabar dalam menghadapi anak-anak berkebutuhan khusus.
3. Atin semula menjadi penjual bahan pokok, beralih penjual aksesoris di Pantai Kelapa dan online.
Pada awalnya Atin berjualan bahan pokok di sebelah rumahnya. Namun, dia merasa penghasilannya kurang maksimal. Karena mungkin tempatnya yang kurang strategis. Kemudian, ia berpikir untuk berjualan aksesoris di Pantai Kelapa Tuban. Atin mendapatkan keuntungan yang lebih banyak. Bentuk mobilitas yang terjadi adalah mobilitas sosial horizontal. Mobilitas sosial horizontal adalah perubahan status seseorang dalam kelas sosialnya tanpa berubah hierarki prestise dan jenis kelas sosial.
Faktor pendorong yang mempengaruhi terjadinya mobilitas sosial di atas adalah perubahan kondisi sosial. Perubahan ini disebabkan oleh penemuan penemuan baru di bidang teknologi. Proses yang dialami tidak termasuk dalam penerimaan, kenaikan pangkat, degradasi, dan pelepasan. Karena yang berubah dalam Atin adalah sistem dari penjualannya.
Saluran mobilitas sosial yang terjadi adalah tidak ada penyaluran yang dialami oleh Atin. Konsekuensi yang dihadapi adalah harus menghadapi para pelanggan dengan sabar baik secara langsung maupun dari media online.
4. Wartig pensiun dari TNI
Wartig dulunya adalah seorang TNI AD (Angkatan Darat). Setelah berumur 55 tahun, ia pensiun dan masa kerjanya telah usai. Di masa pensiunnya tersebut, ia menyibukkan diri dengan bertani jagung di lahan miliknya. Bentuk mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal turun. Mobilitas vertikal turun adalah perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang ke bawah statusnya.
Faktor pendorong yang mempengaruhi disebabkan oleh pembagian kerja. Karena pada pekerjaan juga ada batasan umur yang harus selesai pada masa kerjanya. Proses yang dialami adalah pelepasan. Pelepasan pangkat karena telah pada batas umur masa bekerja yang telah ditetapkan.
Saluran mobilitas sosial yang terjadi adalah angkatan bersenjata, namun karena masa kerjanya telah usai maka harus berhenti dalam pekerjaan dan kehilangan jabatan tersebut. Konsekuensi yang dialami Wartig adalah berkurangnya penghasilan yang ia dapat setelah pensiun. Harus berpikir untuk mempunyai pekerjaan ringan dan sambilan yang dapat menambah penghasilan setiap bulannya.
5. Yulia dipecat oleh majikannya, karena ketahuan mencuri.
Pada awalnya Yulia bekerja sebagai penjaga toko di Pasar Tuban. Karena keadaanya yang serba kekurangan, Yulia terpaksa mencuri uang untuk memenuhi kebutuhannya. Majikannya pun merasa dirugikan dan memecat Yulia dari tokonya. Bentuk mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal turun. Mobilitas sosial vertikal turun adalah perubahan status sosial seseorang ke bawah statusnya.
Faktor pendorong yang mempengaruhi disebabkan oleh nilai penghasilan kurang dari dari kebutuhannya. Namun, karena hal itu dia menjadi pengangguran. Proses yang dialami Yulia adalah degradasi. Karena majikannya melakukan pemecatan kepada Yulia atas tindakan yang telah dilakukannya.
Saluran mobilitas sosial yang terjadi kurangnya perekonomian dalam keluarganya. Karena hal itu membuat Yulia melakukan tindakan yang seharusnya tidak dilakukan meskipun dalam keadaan yang susah. Konsekuensi yang dialami Yulia adalah kehilangan pekerjaannya dan menjadi pengangguran. Yulia juga sulit mendapatkan kepercayaan dari masyarakat, karena telah melakukan tindakan mencuri meskipun dalam keadaan susah sekalipun.
Nadhila Selfia
Tidak ada komentar:
Posting Komentar