1. berawal dari seorang penjaga malam di sekolah, sekarang memiliki usaha bengkel las sendiri.
Bernama Narto, mengawali karir sebagai penjaga malam di sekolah menengah kejuruan 1 tuban dengan berbekal keahlian yang dimiliki ketika sekolah ia berhasil mendirikan usaha bengkel las sendiri.dan sekarang sudah memiliki beberapa karyawan.
Ia memulai bisnisnya dengan menerima rawran temannya untuk membuatkan beberapa kandang atau pagar kecil. Sekarang bahkan usaha menjadi lebih besar, ia sudah menerima berbagai macam pesanan. Dan berhasil memberi temannya yang menganggur sebuah pekerjaan.
ANALISIS :
Dalam ulasan di atas, narto mengalami mobilitas sosial vertical naik. Karena narto yang awalnya hanya bekerja sebagai penjaga malam di sekolah bisa mendirikan bengekel las sendiri karena ia mempunyai semangat berkerja dan mau terus berusaha. Bahkan ia mau membantu temannya dengan memberikan temanya pekerjaan.
FAKTOR PENDORONG :
Dalam ulasan tersebut, factor pendorong yang mampu membuat narto menjadi sukses adalah karena adanya semangt untuk merubah kehidupan dan merubah keadaan ekonomi menjadi lebih baik.
PROSES MOBILITAS SOSIAL :
Penerimaan :marto yang hanya lulusan SMK membuat ia hanya bisa bekerja menjadi seorang penjaga malam di sekolah pada awalnya.
Kenaikan pangkat : sifat kerja keras dan mau berusaha yang dimiliki narto membawa narto ke kehiduan yang lebih baik. Ia berhasil menjadi seseorang yang sukses dan bisa membantu orang banyak.
SALURAN MOBILITAS SOSIAL :
Organisasi keahlian
Berdasarkankeaglian yang dimilii ketika sekolah narto berhasil embuka usahanya sendiri walaupun awalnya ia hanya bekerja sebagai seorang penjaga malam di sekolah. Hal itu justru membuat narto menjadi lebih giat bekerja dan mau berusaha agar dapat merubah hidupnya.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL :
Status sosial : status sosial yang dimiliki narto pada awalnya mendorong dirinya untuk lebih berusaha dan bekerja keras agar ia dapat merubahnya.
KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL :
1. narto berhasil merubah keadaan hidup dan ekonominya
2. narto berhasil mencapai keinginan dan cita-citanya
3. memberikan manfaat kepada orang lain dengan menyerap tenaga kerja.
KOMENTAR
Menurut saya mobilitas sosial yang dialami narto memberika dampak positif bagidirinya dan orang lain. Ia mau berusaha dan merubah kehidupannya. Selain itu, ia juga bisa mmebantu orang lain dengan memberikan pekerjaan kepada para penganggur.
2. lulusan s1 bahasa inggris sekarang bekerja sebagai penjual Tupperware
SAJIAN DATA :
Efany yang merupakan lulusan s1 jurusan bahasa inggris sekarang hanya bekerja sebagai seorang penjual Tupperware. Awalnya ia berkuliah di jurusan bahasa inggris karena ia ingin menggapai cita-cita. Tetapi setelah pacaran, ia sudah menikah bahkan sebelum ia meluluskan kuliahnya. Kemudian di tengah-tengah semester kuliahnya yng terakhir ia mencoba berjualan Tupperware. Usahanya memang berjalan lancer,tetapu setelah lulus dan mendapatkan gelar s1 ia melupakan cita-citanya. Dan gelar yang dimilikkinya sekarang tidak berguna
ANALISIS :
Dalam ulasan ini, mobilitas sosial yang dialami oleh fany adalah mobilitas sosial vertical turun. Karena ia yang memiliki gelar s1 bahasa inggris harunya bisa bekerja di berbagai peluang pekerjaan. Tapi nyatanya ia hanya menjadi penjual Tupperware.
FAKTOR PENDORONG :
Dalam ulasan tersebut factor pendorong yang membuat fany menjadi seorang penjual Tupperware walaupun ia seorang yang bergelar s1 adalah adanya rasa kepuasan dengan apa yang sudah ia miliki sekarang. Kurangnya rasa ingin berusaha dan cenderung mudah puas dengan suatu hal. Rasa kurang mau mencoba dalam berbagai hal.
PROSES MOBILITAS SOSIAL :
Degradasi : fany yang merupakan lulusan s1 bahasa inggris seharusnya bisa berkerja di berbagai tempat dengan gelar yang dimilikina. Tetapi karena rasa kurang berusaha dan tidak mau mencoba ia hanya bisabekerja sebagai penjual Tupperware.
SALURAN MOBILITAS SOSIAL :
Organisasi ekonomi : fany menjadi seorang penjual Tupperware karena ia diajak oleh temanny yang awalnya juga seorang penjual Tupperware. Awalnya ia di bekerja sama dengan temannya, tapi kemuadian ia mencoba menggunakan modal sendiri.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL :
Keadaan ekonomi : keadaan ekonomi fany yang cenderung tercukupi sejak awal membuat fany kurang berusaha dan tidak mau mencoba. Sehinga ia menyia-nyiakan gelar yang dimilikinya dan melupakan perjuangannya saat kuliah dulu.
KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL :
1. memiliki sifat mudah puas dengan suatu hal
2. akan dalam keadaan ekonomi yang seperti itu-itu saja
3. akan kurang berinovasi
4. merasakan kepuasan karena hidupnya tercukupi
KOMENTAR :
Menurut saya mobilitas sosial yang dialami fany sedikit tidak baik. Karena ia menyia-nyiakan gelar yang dimilikinya dan melupakan perjuangannya saat sekolah. Dan saat ini ia hanya bekerja sebagai penjual Tupperware walaupun untung dari berjualan Tupperware juga lumayan tapi akan lenih baik jika ia mencari pekerjaan yang lebih baik dengan gelar yang dimilikinya.
3. Lulusan akuntansi bekerja sebagain kasir di rumah sakit
SAJIAN DATA :
Juwarti adalah anak seorang lulusan akuntansi yang sekarang bekerja di salah satu rumah sakit di Tuban. Awalnya ia hanya lulusan smk. Setelah lulus sekolah ia bekerja di rumah sakit tetapi dengan posisi yang kurang baik. Kemudian ia melanjutkan pendidikannya sambil bekerja. Setelah lulus kuliah ia mendapatkan kenaikan jabatan di tempat kerjanya.
ANALISIS :
mobilitas sosial yang dialami juwarti adalah mobilitas sosial horizontal naik karena pekerjaannya sekarang sesuai dengan mata kuliah yang diambilnya dulu. Dan ia mengalami mobilitas sosial naik karena dengan pendidikannya ia mendapatkan pekerjaan yang lebih baik.
PROSES MOBILITAS SOSIAL :
penerimaan ( pendidikan yang ditempuh juwarti membuat ia bisa menduduki suatu jabatan di tempat kerjanya)
Kenaikan pangkat ( setelah ia menempuh pendidikan dan meluluskan kuliahnya ia berhasil mendapatkan jabatan yang lebih tinggi daripada sebelumnya di tempat kerjanya)
SALURAN MOBILITAS SOSIAL :
lembaga pendidikan ( pendidikan yang ditempuh juwarti merubah jabatan dalam pekerjaannya menjdi lebih tinggi dari sebelumnya dan membuat keadaan ekonominya menjadi lebih baik lagi
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL :
status sosial ( juwarti yang hanya berasal dari keluarga yang biasa saja membuat ia ingin merubah status sosial dalam masyarakat)
Keadaan ekonomi ( keadaan ekonomi keluarga juwarti yang biasa saja membuat ia ingin meru ah kehidupannya menjadi lebih baik lagi)
KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL :
juwarti berhasil merubah keadaan ekonomi dalam keluarganya, ia berhasil meraih cita-cita dan keinginannya, ia berhasil merubah status sosial keluarganya, ia berhasil membahagiakan orang tuanya.
KOMENTAR :
Menurut saya mobilitassosial yang dialami juwarti membawanya kepada kehidupan yang lebihbaik lagi. Karena ia berhasil menggapai keinginannya dan cita-citanya. Ia juga bisa membahagiakan orang tuanya. Memperbaiki keadaan ekonominya juga.
4. Lulusan sekolah perawat kini bekerja sebagai perawat
SAJIAN DATA :
uma adalah seorang lulusan sekolah perawat di Tuban. Sekarang ia berhasil bekerja sebagai seorang perawat di salah satu rumah sakit di luar kota berkat kerja keras dan usahanya. Awalnya setelah lulus ia sempat menganggur beberapa bulan, tetapi ia tetap berusaha mencari lowongan pekerjaan dan akhirnya ia berhasil mendapatkan pekerjaan.
ANALISIS :
mobilitas sosial yang dialami uma adalah mobilitas sosial horizontal naik. Uma yang awalnya lulusan sekolah perawat kini juga bekerja sebagai perawat sesuan dengan keahliannya.
PROSES MOBILITAS SOSIAL :
penerimaan (kualitas pendidikan yang ditempuh uma menjadi syarat penting agar dia bisa mendapatkan pekerjaannya yang sekarang)
SALURAN MOBILITAS SOSIAL :
Lembaga pendidikan (pendidikan yang ditempuh uma berhasil membawanya pada pekerjaan yang sekarang dengan diiringi usaha dan kerja kerasnya)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL :
keadaan ekonomi (keadaan ekonomi uma yang mungkin pas-pasan membuat uma ingin merubah keadaan ekonominya dan ingin membantu orang tuanya yang sudah membiayainya sekolah sehingga ia bisa menggapai cita-cita dan keinginannya.
KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL :
uma berhasil mewujudkan cita-citanya dan keinginannya, merasakan kepuasan jika keinginannya tercapai, memberikan dorongan untuk terus berusaha dan bekerja keras, mempercepat tingkat perubahan sosial ke arah yang lebih baik.
KOMENTAR :
Menurut saya mebilitas sosial yang dialami uma membuat pendidikan yang dijalaninya selamaini tidak sia-sia. Ia berhasil mewujudkan cita-citanya dan membalas pengorbanan orang tuanya. Uma mengalami mobilitas sosial yang merubah hidupnya kea rah yang lebih baik lagi.
5. Seorang guru berhasil menjadi seorang kepala sekolah
SAJIAN DATA :
taruto adalah seorang kepala sekolah yang sangat disegani oleh warga sekitar, ia juga merupakan tokoh dalam masyarakat. Awalnya taruto hanyalah seorang guru yang ditugaskan di sekolah yang terpencil. Setelah ia mengabdi pada sekolah tersebut dan terus bekerja keras sekarang ia berhasil menjadi salah kepala sekolah di SDN PRUNGGAHAN I.
ANALISIS :
mobilitas sosial yang dialami oleh taruto adalah mobilitas sosial horizontal naik. Taruto yang awalnya hanya seorang guru biasa karena bekerja keras dan berusaha, ia berhasil menjadi seorang kepala sekolah.
PROSES MOBILITAS SOSIAL :
KENAIKAN PANGKAT (karena kualitas dan kemampuan yang dimiliki oleh taruto ia berhasil mendapatkan jabatan yang lebih tinggi dalam bidang pekerjaannya. Berawal dari seorang guru berhasil menjadi seorang kepala sekolah.
SALURAN MOBILITAS SOSIAL :
lembaga pendidikan (lembaga pendidikan berupa sekolah menjadi sarana taruto untuk bisa meningkatkan jabatan dalam pekerjaannya. Sekolah menjadi sarana yang membuat taruto bisa menjadi seorang kepala sekolah)
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILIYAS SOSIAL :
STATUS SOSIAL (status sosial yang dimiliki taruto mungkin kurang cukup bagi dirinya, sehingga hal tersebut yang mendorong taruto untuk terua berusaha merubah status sosialnya dalam masyarakat)
KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL :
berhasil memdapatkan ststis sosial yang lebih tinggi dalam masyarakat. Berhasil meraih cita-cita dan keinginannya. Merasakan kepuasan. Memberikan dorongan untyk terus berusaha dan bekerja keras.
KOMENTAR :
Menururt saya mobilitas sosial yang dialami taruto membawa dampka yang baik bagi dirinya sendiri. Orang lainbisa mencotoh sikap kerja keras dan usahanya dalam mencapaikeinginannya. Dengan jabatannya yang sekarang ia menjadi lebih disegani oleh masyarakat sekitar.
Ananda Khoirunnisa (02)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar