Rabu, 29 Januari 2020

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Viviana

VIVIANA AL HAKIM / 33
XI IPS 2

MOBILITAS SOSIAL TERHADAP LINGKUNGAN SEKITAR

1. Intan Nisaaul Chusna
Alumni SMAN 1 TUBAN lulusan tahun pelajaran 2016/2017. Kini kak Intan memasuki dunia perkuliahan terfavorit di DIY Yogyakarta yaitu UNIVERSITAS GAJAHMADA (UGM). Kak Intan memilih jurusan PSDK.
Bentuk mobilitas : Vertikal Naik
Faktor pendorong : faktor individu
Proses, saluran dan konsekuensi:
Prosesnya yaitu berawal dari jenjang pendidikan kak Intan. Mulai dari Smpn 1 TUBAN, Kemudian di terima di SMAN 1 Tuban. Tak kalah bagus juga tekad kak Intan untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik ke jenjang perguruan tinggi. Kak Intan dalam faktor ekonomi memiliki kebutuhan yang berkecukupan. Ketika dia masih kelas 1 SMA, Kak Intan di terima di kelas IPA. Ia membuat life mapping (rencana hidup). Tekad dan semangatnya terus membara dalam meraih cita-cita. Kak Intan juga dari dulu menyukai dunia sosial seperti menganalis dan praktik tentang masalah sosial. Walaupun dia berada di kelas IPA, kak Intan tetap ingin belajar tentang ilmu sosial dan mengikuti keinginannya. Sehingga ia memiliki peluang dalam mencapai karirnya ke pendidikan yang lebih tinggi. Kak Intan berhasil memasuki pendidikan perguruan tinggi terfavorit UGM jurusan PSDK.
Saluran: lembaga pendidikan
Konsekuensi nya:
Ketergantungan pada Faktor ekonomi.

2. Vita Sabrina Azda laili

Alumni SMAN 1 TUBAN lulusan tahun pelajaran 2017/2018. Kini kak Vita memasuki dunia perkuliahan di Universitas Malang (UM). Kak Vita memilih jurusan Sejarah.
   Bentuk mobilitas : Vertikal Naik
   Faktor pendorong : faktor individu dan faktor sosial
Proses, saluran dan konsekuensi:
Prosesnya yaitu berawal dari jenjang pendidikan kak Vita. Mulai dari SMPN 1 TUBAN, Kemudian diterima SMAN 1 Tuban. Tak kalah bagus juga tekad kak Vita untuk mempersiapkan masa depan yang lebih baik ke jenjang perguruan tinggi. Kak Vita sudah menyukai mata pelajaran Sejarah saat menduduki bangku SMP. Sampai masuk SMA, ia membuat sebuah rencana untuk melanjutkan pendidikan perguruan tinggi dalam Ilmu Sejarah. Karena faktor sosial, ia pernah ditunjuk untuk mengikuti ajang lomba karya ilmiah sejarah. Alhasil, kak Vita meraih juara pertama lomba Karya ilmiah Sejarah tingkat provinsi. 
Karena itu kak Vita lebih menyukai mata pelajaran Sejarah dan Alhamdulillah diterima di Universitas Malang. Saluran: bidang pendidikan.
Saluran : lembaga pendidikan
Konsekuensi : belum ada gambaran apa yang ingin kak Vita cita-citakan selanjutnya.

3. Bu Ita Sufyatun.
Bu Ita adalah seorang STAF Tata Administrasi bagian perpustakaan SMAN 1 TUBAN. Bu Ita dulu diterima di SMAN 1 Tuban setelah itu menempuh pendidikan perguruan tinggi di UNIROW jurusan pendidikan Ekonomi Akuntansi. 
-Bentuk mobilitas : vertikal naik
-Faktor pendorong : Faktor Ekonomi dan individu.
-Proses, saluran dan konsekuensi:
Prosesnya yaitu berawal dari jenjang pendidikan di SMAN 1 TUBAN . Setelah itu, beliau masuk kuliah di UNIROW. karena faktor ekonomi yang tercukupi dan faktor sosial keluarga nya.
Sehingga ia diterima bekerja di SMAN 1 TUBAN sebagai staf Administrasi bagian perpustakaan SMAN 1 TUBAN walaupun hanya lulusan UNIROW.
Saluran : lembaga pendidikan
Konsekuensi : mudah dalam mengurus rumah tangga dan dapat mencukupi kebutuhan keluarga.

4. Bu Sa'diyah
Bu Sa'diyah merupakan guru BK di SMAN 1 TUBAN. Bu Sa'diyah juga dulu mengajar di SMAN Sumberejo Bojonegoro. Pendidikan perguruan tinggi yang pernah ditempuh Bu Sa'diyah adalah IKIP Surabaya.
-Bentuk mobilitas : Vertikal Naik
-Faktor pendorong : faktor sosial dan individu
-Proses, saluran dan konsekuensi:
Bu Sa'diyah berkuliah di IKIP Surabaya. Setelah kuliah Bu Sa'diyah melanjutkan untuk  mengajar sebagai guru BK di SMAN Sumberejo Bojonegoro. Akibat suaminya pindah ke kota Tuban karena perpindahan pekerjaan. Bu Sa'diyah juga mengikuti suaminya pindah bekerja. Dimana beliau sekarang bekerja mengajar sebagai guru BK di SMAN 1 TUBAN.
Saluran : lembaga pendidikan
Konsekuensi : kemudahan untuk mengurus motase.

5. Yuni etik Ekawati
Bu Yuni merupakan ibu rumah tangga yang bertempat tinggal di Kutorejo, Tuban. 
Dulu beliau berkuliah di UNTAG (Universitas Tujuh belas Agustus). Tapi saat berkuliah beliau tidak sampai menamatkan kuliahnya karena pernikahan. Sekarang Bu yuni menjadi ibu rumah tangga.

Bentuk mobilitas : Vertikal turun
Faktor pendorong : faktor sosial, dan individu
Proses, saluran dan konsekuensi :
Bu Yuni dulu pernah kuliah di UNTAG Surabaya. Tapi saat berkuliah beliau tidak sampai menamatkan kuliahnya karena faktor sosial dan individu. Bu Yuni menikah dan tidak menamatkan kuliahnya dan sekarang Bu yuni menjadi ibu rumah tangga.
Saluran : lembaga pendidikan
Konsekuensi : Bu Yuni tidak bekerja sehingga suaminya yang bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Analisis Data Mobilitas Sosial : Anisa

Cerita Awal Mula Anies Baswedan Diusung Jadi Gubernur

Nama media   :  
https://www.suara.com/news/2016/10/02/033629/cerita-awal-mula-anies-baswedan-diusung-jadi-gubernur
Tanggal          : Minggu 02 Oktober 2016
Judul               : Cerita Awal Mula Anies Baswedan Diusung Jadi Gubernur

Rangkuman    :
Anies menuturkan awal mula dirinya diusung ketika berdiskusi dengan sejumlah tokoh di Masjid Sunda Kelapa terkait berbagai permasalahan di Jakarta. "Masalah yang ada di Jakarta ini banyak sekali dan harus diselesaikan dengan ikhtiar secara bersama-bersama," ujar Anies saat silaturahim di Auditorium Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Sabtu (1/10/2016). Kata Anies, dirinya tak pernah berkeinginan untuk maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, sebelum memutuskan dirinya terlebih dahulu melakukan salat istikharah dan berkonsultasi dengan pihak keluarga. "Ketika ditanya, saya jawab akan saya pikirkan. Saya konsultasi terlebih dahulu, istikharah, bicara dengan ibu yang kebetulan di Jakarta. Sampai pada ketetapan untuk bersedia. Tapi itu di akhir. Tapi saya tidak terlibat dalam proses, karena yang terlibat pimpinan partai," tuturnya. "Bila amanat dititipkan, maka kita harus berani mengemban. Dan kita usahakan tunaikan untuk Jakarta lebih baik," imbuh Anies. Ia pun menilai kepemimpinan di Jakarta seharusnya kepemimpinan yang bisa menjangkau berbagai macam aspirasi.

Mobilitas Sosial  : Perpindahan jabatan menteri menjadi gubernur Jakarta 

Bentuk mobilitas : 
Mobilitas Sosial Vertikal karena perpindahan yang dilakukan oleh Anies itu merupakan suatu perpindahan naik, berpindah dari ke posisi yang lebih tinggi hal ini di dasari oleh faktor pendidikan. Faktor pendidikan akan membuat seseorang mengalami kenaikan kedudukan maupun status sosialnya. 

Faktor pendorong : 
Faktor individu yaitu Orientasi Sikap terhadap Mobilitas. Contoh faktor individu ini adalah Pendidikan merupakan jalan ke arah mobilitas sosial untuk mendapatkan kedudukan yang diinginkan seseorang. Jika bekerja di sebuah instansi, latar belakang pendidikan yang berbeda akan berpengaruh terhadap kedudukan dan pendapatan yang selayaknya diterima. Faktor yang kedua adalah Kebiasaan Kerja. Kerja keras merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kedudukan sebelumnya. Walaupun kerja keras tidak sepenuhnya menjamin mobilitas naik, tidak banyak orang dapat mengalami mobilitas naik tanpa bekerja keras. Oleh karena itu, kerja keras diperlukan untuk meningkat kan prestasi kerja, yang akhirnya akan meningkat kan kedudukan seseorang. Anies adalah sosok yang pekerja keras, beliau melakukan pembangunan yang signifikan di Jakarta.

Proses terjadinya : 
Anies berpindah dari yang awalnya posisi Menteri Pendidikan menjadi Gubernur DKI. Proses yang ditempuh oleh Anies bukan hal yang mudah, beliau harus mempersiapkan segala sesuatunya. Memang benar, segala sesuatu nya di upayakan juga oleh partai, dan apabila beliau mendapat amanah jadi pemimpin DKI maka ia harus menjalankannya dengan penuh amanah.

Saluran           : 
Organisasi politik, hal ini dapat kita ketahui dari proses Anies yang akan menjadi Gubernur DKI lewat jalan pemilu. Maka dapat diketahui bahwa setiap anggota dari kontestan peserta pemilu mempunyai peluang untuk menaikkan kedudukannya ke tingkat yang lebih tinggi. Seseorang yang dicalonkan oleh salah satu peserta pemilu untuk menjadi wakil rakyat harus pandai berorganisasi dan dapat menggerakkan massa, hal inilah yang telah di miliki oleh Anies Baswedan. Selain itu, untuk menjadi Gubernur DKI, yang bersangkutan sebelumnya harus tercantum dalam daftar orang yang berhak dipilih yang mewakili salah satu kontestan pemilu. Agar dapat terpilih, orang tersebut harus membuktikan memiliki kepribadian dan aspirasi-aspirasi yang baik. Apabila seseorang telah menjadi gubernur kedudukannya akan meningkat dari sebelumnya. Dengan demikian, organisasi politik adalah salah satu wadah bagi seseorang untuk melakukan mobilitas sosial vertikal.

Konsekwensi : Munculnya konflik yaitu Konflik Antar kelompok Sosial semisal pihak pro dan kontra terhadap kebijakan Anies dalam menuntaskan masalah banjir. Masalah masalah tersebut pasti akan terjadi mengingat itu kedudukan itu adalah perpindahan dari posisi menteri menjadi Gubernur DKI, masalah banjir dan di hadapi oleh warga DKI menjadi suatu point penting atau utama yang harus segera di tuntaskan oleh Gubernur dan warga DKI.

Kesimpulan : Terjadinya mobilitas tidak mungkin akan berjalan dengan lancar, pasti akan ada konsekwensi dalam penerapan mobilitas tersebut dan konsekwensi itu dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar, nah dalam melakukan perpindahan harus dilakukan dengan perencanaan yang matang untuk meminimalisir kegagalan. Mungkin sebagian orang menganggap kebijakan Anies terhadap masalah banjir itu gagal akan tetapi ada juga orang" yang menganggap bahwa semuanya bukan kesalahan dari Anies, dan perlu di ketahui bahwa satu kesalahan tidak bisa di jadikan sebagai alat untuk mengkudeta Anies Baswedan, seperti berita yang sedang viral bulan ini.  Menurut saya, Anies adalah pemimpin yang bijak dan tegas, apa yang dilakukan oleh Pak Anies Baswedan sudah tepat, beliau bervisi misi akan membawa perubahan yang signifikan bagi DKI, tindakan tersebut dapat kita jadikan sebagai panutan dalam menentukan kebijakan yang baik untuk pembangunan bersama, kiita juga bisa mencontoh semangat kerja keras dari Pak Anies, beliau berupaya untuk mengurangi kegiatan impor dan lebih memilih mengelola produk lokal. 

Saran          : 
Mobilitas sosial dalam konteks organisasi politik tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa adanya kelompok yang mau mendukung kebijakan yang telah diterapkan, oleh karena itu kita sebagai warga yang taat terhadap hukum, kita harus berusaha memiliki sikap peduli terhadap sekitar dan jangan hanya bisa menyalahkan orang lain atas masalah bersama. Milikilah kesadaran dalam hidup bermasyarakat dan bernegara. 

Anisa Ratna Sari
03

Analisis Data Mobilitas Sosial : Krisna

Sigit Purnomo Menjadi Wakil Walikota palu

TRIBUNNEWS.COM - Tiga tahun sudah Sigit Purnomo atau Pasha " Ungu" menjabat sebagai wakil wali kota Palu sejak dilantik pada 17 Februari 2016.
   Tiga Tahun Jadi Wakil Walikota Palu, Pasha Ungu Blak-blakan Ngaku Enak Jadi Pejabat, Ini Alasannya
Namanya besar karena jadi vokalis grup band Ungu, namun 3 tahun belakangan ia sibuk jadi Wakil Wali Kota Palu, Pasha Ungu: enakan jadi pejabat.
Selama bertahun-tahun melakoni profesi barunya itu sambil sesekali diselingi kegiatan bermusik, Pasha pun berpandangan bahwa menjadi pejabat ternyata lebih nikmat.
"Jadi kalau ada yang tanya rasanya itu lebih enak jadi pejabat atau jadi vokalis, enak jadi pejabat," ucap pasha. "Karena pejabat bisa sambil vokalis, kalau vokalis kan enggak bisa sambil jadi pejabat," imbuhnya.

~ ANALISIS
   Berita tersebut sigit purnomo termasuk Mobilitas Vertikal naik. Proses yang terjadi pada sigit purnomo adalah Proses mobilitas sosial vertikal penerimaan karena dia dulu seorang penyanyi namun sekarang dia menjadi wakil walikota palu. Saluran mobilitasnya adalah Organisasi Politik karena ia masuk ke partai agar menjadi seorang pejabat. Konsekuensi Mobilitas sosial iki menuju ke positif karena mewujudkan harapannya untuk masa depan yang lebih baik. 

~ Kesimpulan
   Yang bisa saya simpulkan adalah kita harus bisa mengubah diri kita agar lebih baik karena kita kita tidak akan hidup seperti itu itu saja sebab dunia ini terus berjalan dan kita berubah untuk masa depan kita lebih sejahtera kedepannya. 

Krisna Ariffudin
21

Analisis Data Mobilitas Sosial : Fadhil

Judul: pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) 

Tanggal: 18 November 2019
Media: Kompas.com

 Ayat 1 huruf a, Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri. 
"Dua polisi yang dipecat karena terlibat narkoba," kata Kapolres Nias, AKBP Deni Kurniawan, usai upacara, Senin.
Dia menuturkan, pemberhentiaan dua personel tersebut berdasarkan keputusan Kapolda Sumatera Utara, karena mereka sudah melakukan perbuatan tersebut berulangkali.
Pada sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) dan upacara PTDH, digelar tanpa kehadiran kedua personel tersebut mengingat situasi keamanan.
“Dalam putusan sidang menyatakan mereka tidak layak dipertahankan menjadi anggota Polri," ungkap dia.

Analisis:
Masalah tersebut merupakan mobilitas vertikal kebawah karena adanya penurunan derajat dari seorang polisi menjadi rakyat biasa, faktor pendorongnya karena mereka menggunakan narkoba. Saluran mobilitasnya angkatan bersenjata karena mereka anggota POLRI . Proses mobilitas sosial vertikal ,Pelepasan karena orang yang ada dalam kasus ini diberhentikan/dipecat dari anggota POLRI . Konsekuensi Mobilitas munculnya pengangguran karena yang dipecat itu mungkin belum punya skill lain untuk bekerja dll.

Kesimpulan:
Menurut saya kasus ini tidak patut dicontoh apalagi yang bersangkutan merupakan anggota POLRI yang bisa dibilang terpandang oleh masyarakat ,tentunya perilaku seperti itu tidak baik ditiru maka dari itu mereka diberhentikan secara tidak terhormat.
Saran&kritik:
Apabila kita seorang yang terpandang didalam suatu lingkungan sebaiknya kita berbuat atau bertingkah yang baik agar kita ditiru sifat baiknya dan tidak buruknya

Fadhil Ahmad A.

Analisis Data Mobilitas Sosial : Ferdyan

dr. Terawan naik pangkat jadi letjen

~ SAJIAN DATA
Sumber : DetikNews
Tanggal : Kamis, 24 Okt 2019 13:11 WIB
Rangkuman :
          - Mantan Kepala RSPAD Gatot Soebroto dr Terawan ternyata mendapat kenaikan pangkat dari Mayjen menjadi Letjen sebelum dilantik Jokowi sebagai Menteri Kesehatan. Dia mengaku bahagia dapat kenaikan pangkat. Setelah naik pangkat, Terawan kemudian pensiun dari TNI. Dia diberhentikan dengan hormat dari TNI lewat Keppres 94/TNI/2019 tentang Pemberhentian dengan Hormat Perwira Tinggi TNI bertanggal 22 Oktober 2019.

~ ANALISIS
   Berita tersebut dr. Terawan termasuk Mobilitas intragenerasi ke atas. Faktor pendorong terjadinya peristiwa itu disebabkan karena memliki prestasi yang gemilang. Proses yang terjadi pada dr. Terawan adalah kenaikan pangkat, yang terjadi  ia mendapat kenaikan pangkat 3 bintang atau menjadi letjen. Saluran mobilitasnya termasuk organisasi angkatan bersenjata karena pernah menjadi anggota dan menjadi letjen. Ia merasakan kepuasan setelah mencapai kedudukan yang diharapkan dan dr. Terawan sangat berbahagia setelah mendapat tawaran untuk naik pangkat. 


~ KESIMPULAN 
   Jadi, dari berita tersebut yang bisa saya simpulan adalah Kita harus mengerjakan tugas kita dengan sebaik mungkin bukan sebab untuk kenaikan pangkat semata, melainkan itu adalah tugas yang wajib dilaksanakan sebagai seorang warga negara indonesia. 

Ferdyan M. Falah

Analisis Data Mobilitas Sosial : Fangga

Kisah perjuangan Soimah saat meniti karier di ibu kota
TribunJatim.com
Selasa, 19 Maret 2019 , 13:16
Soimah Pancawati rupanya pernah menjalani masa-masa yang sulit. Soimah sendiri kini sudah menjadi artis dan penyanyi terkenal dan kerap mondar-mandir di televisi. Namun siapa sangka, di balik ketenaran yang kini ia miliki, ada banyak cerita kelam yang harus Soimah lalui Perjuangan untuk bisa hidup di tengah keterbatasan yang ia hadapi kala itu. 
    Lahir di Kabupaten Pati, Soimah adalah anak ke-5 dari 7 bersaudara yang tinggal di sebuah desa kecil bernama Tayu. Sejak kecil, Soimah harus ikut membantu ayah dan ibunya banting tulang mencari uang. Berbagai pekerjaan berat ia lalui, mulai dari pengasap ikan, membawa barang berat dari garam sekarung, es sebalok, dan masih banyak lagi. 
    Lalu soimah mulai bergelut di dunia seni berawal dari keinginan sang ibu yang berharap sang anak bisa masuk televisi nasional. Akhirnya demi mewujudkan cita-cita sang ibu, Soimah pun pergi ke Jogja untuk kuliah dan memperdalam ilmu seni di sana. Lambat laun, karier Soimah mulai naik. Namun sayang, setahun sebelum Soimah mewujudkan impian orang tuanya, sang ibu harus menghembuskan napas terakhir.Tahun beralu, kehidupan Soimah mulai berubah. Soimah kini harus berjuang di ibu kota untuk meniti karier sebagai entertain.Tak mudah, perjalanan Soimah dipenuhi lika-liku dan keterpurukan.Soimah mengaku harus utang sampai buka tutup lubang agar bisa bertahan hidup.

Analisis : Mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal naik karna Soimah yang dulunya adalah seorang yang hidupnya sangat susah dan sekarang menjadi artis terkenal yang mempunyai banyak fans.
Faktor pendorongnya adalah kerja keras dan semangat yang tinggi Soimah untuk menggapai kesuksesan.
Proses yang terjadi dalam berita tersebut adalah kesuksesan, karna Soimah yang dulunya seorang yang sangat susah sekarang bisa hidup enak, saluran dari mobilitas tersebut adalah organisasi ekonomi karna meningkatkan status sosial seseorang semakin tinggi penghasilan, dan konsekuensi dari mobilitas sosial diatas adalah status sosialnya naik.
Kesimpulannya adalah mobilitas yang terjadi pada berita tersebut adalah mobilitas yang baik karna adanya semangat yang tinggi dan kerja keras yang luar biasa dari Soimah sehingga dapat mencapai kesuksesan sehingga bisa menaikkan status sosial Soimah.
Sehingga kita harus mencontoh kerja keras dan semangat Soimah untuk mencapai kesuksesan, jangan mudah menyerah dan mengeluh ketika kita gagal, terus berusaha dan yakin kesuksesan itu akan datang.

Fangga Malik

Analisis Data Mobilitas Sosial : Rizky

Jakarta, CNN Indonesia -- Wishnutama Kusubandio resmi menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dalam Kabinet Jokowi Jilid II setelah diumumkan di Istana Merdeka pada Rabu (23/10).
Wishnutama sendiri dikenal luas oleh masyarakat setelah dianggap berhasil membuat upacara pembukaan Asian Games 2018, di mana saat itu ada video Presiden Jokowi "terbang" naik moge. Dirinya juga membesut upacara penutupan ajang olahraga internasional itu.
Kreativitas Wishnutama nampaknya terasah setelah mengambil kuliah jurusan Liberal Arts di Mount Ida College and Communication, Emerson College, Boston, Amerika Serikat. Seiring menempuh pendidikan tersebut, ia sempat mengikuti kursus pertelevisian di Emerson College.
Di tengah bangku kuliah, ia juga sempat mengenyam pendidikan militer di Military College of Vermont di Norwich University.
Lulus kuliah, pekerjaan pertama Wishnutama ialah sebagai asisten produksi di New England Cable News, Massachusetts, tepatnya pada tahun 1993.
Setahun kemudian ia pulang ke Indonesia dan berkarier di Indosiar, menjabat sebagai On Air Promo Supervisor sebelum naik pangkat menjadi Production Manager pada tahun 1999.
Trans TV menjadi tantangan baru bagi Wishnutama, yang memutuskan bergabung ke sini pada tahun 2001. Sepuluh tahun membesarkan Trans TV - dan adiknya Trans 7, Wishnutama lalu naik pangkat menjadi President Director.
Seakan gemar dengan tantangan baru, Wishnutama memutuskan pensiun dari Trans TV dan kembali membidani stasiun televisi baru, yakni NET TV, pada tahun 2013.
Tahun ini Wishnutama mengundurkan diri dari NET TV. Kemunduran dirinya juga dibarengi dengan kabar burung PHK massal yang melanda karyawan NET TV.
Sejak tidak lagi bergabung dengan NET TV, ia terlihat akrab dengan pemerintahan, terutama setelah menjadi bos penyelenggaraan Asian Games 2018 sampai datang ke Istana Merdeka mengenakan kemeja putih dalam masa pemanggilan menteri.

ANALISA
- Mobilitas sosial yang terjadi adalah penaikan jabatan mulai dari seorang asisten produksi hingga menjadi menteri
-Berdasarkan berita tersebut dapat saya katakan bahwa hal tersebut merupakan mobilitas sosial vertikal naik, karena telah terjadi kenaikan jabatan
- Faktor yang mendorong adalah kemaun diri wishnutama untuk menjadi seorang yang dibutuhkan dan akan diingat oleh masyarakat
- Proses yang terjadi dalam berita tersebut adalah pemilihan seorang menteri pariwisata
- Saluran mobilitas yang terdapat dalam berita tersebut merupakan saluran pendidikan, dimana dia melakukan dari hal yang rendah sehingga dia bisa menjadi seorang yang besar sekarang
- Konsekuensi yang terjadi bisa mewujudkan harapan atau cita cita bagi negara kita, dengan terjadinya wishnutama sebagai menteri, diharapkan pariwisata indonesia akan berkembang.

KESIMPULAN
- Dari berita tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa, ketika kita ingin menjadi orang yang penting bagi negara kita, kita harus bersungguh sungguh untuk mencari ilmu setinggi tingginya. Kita harus belajar dari 0 dimana kita bisa tau betapa banyaknya rintangan yang harus dilewati agar bisa menjadi seorang menteri. 


M. Rizky Adwitya W.


Analisis Data Mobilitas Sosial : Dikri

Kronologi Brigpol DW Kirim Foto Vulgar ke Napi hingga Dipecat

Oleh Fauzan pada 04 Jan 2019, 17:02 WIB
Liputan6.com

Polwan berinisial DW terpaksa harus dipecat secara tidak terhormat (PTDH). Polisi berpangkat brigadir itu dipecat setelah foto vulgar tersebar luas di Facebook.
Cerita tersebarnya foto vulgar polwan yang bertugas di Satuan Sabhara Polrestabes Makassar itu bermula saat ia berkenalan dengan seorang narapidana melalui Facebook.
Brigpol DW terpikat karena narapidana itu mengaku sebagai polisi berpangkat komisaris.
"Brigpol DW jadi korban penipuan narapidana kasus pembunuhan yang mengaku sebagai polisi di Facebook," kata Kasi Propam Polrestabes Makassar, Kompol Awaluddin saat dikonfirmasi, Jumat, 4 Januari 2019.
Dengan segala bujuk rayu, Brigpol DW benar-benar jatuh hati kepada napi yang mengaku sebagai polisi itu. Saking jatuh cintanya, DW bahkan rela memberikan foto vulgarnya.
"Belakangan foto Brigpol DW disebarkan di Facebook, hingga viral," sambungnya.
Saat kasus ini ditangani Seksi Propam Polrestabes Makassar, Awaluddin bahkan pergi ke Lampung untuk mengecek siapa sebenarnya polisi berpangkat komisaris yang meminta foto vulgar Brigpol DW.
"Waktu itu, kita langsung ke Lampung untuk cek kebenaran polisi berpangkat komisaris ini. Eh, ternyata keberadaan pria yang mengaku polisi ini tidak betul adanya dan Brigpol DW jadi korban penipuan," terang Awaluddin.
"Saat dilakukan penyelidikan, yang menipu Brigpol DW adalah seorang narapidana kasus pembunuhan," imbuh Awaluddin.
Terpisah, Kapolrestabes Makassar, Kombes Wahyu Dwi Ariwibowo membenarkan ihwal pemecatan terhadap Brigpol DW. Menurut dia, apa yang telah dilakukan oleh Brigpol DW telah mencoreng nama baik institusi kepolisian.
"Karena ada pelanggaran-pelanggaran kode etik, makanya kita lakukan sidang (kode etik). Dan hukuman pemecatan ini dilakukan karena dia mencemarkan nama baik kepolisian," ucap Dwi.

Analisa
Mobilitas yang terjadi adalah pemecatan terhadap brigpol. 

Berdasarkan berita diatas saya berpendapat bahwa mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas vertikal turun karena terdapat pemecatan terhadap brigpol DW dan status sosialnya turun. 

Faktor pendorong mobilitas sosial tersebut adalah Faktor Individu karena brigpol tersebut melakukan tindakan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang brigpol. 

Proses dari berita tersebut adalah Pelepasan Jabatan brigpoli tersebut karena telah mencoreng nama baik institusi kepolisian. 


Saluran dari Mobilitas sosial tersebut adalah Saluran kekuasaan karena berhubungan dengan struktur masyarakat. 

Konsekuensinya adalah kemungkinan terdapat beban psikologis pada brigpol tersebut dan harus beradaptasi terhadap lingkungan dan masyarakat karena adanya rasa malu, dan mungkin juga terdapat masalah ekonomi karena pemecatan tersebut. 


Kesimpulannya adalah menurut saya mobilitas yang terjadi pada berita tersebut adalah mobilitas yang tidak baik karena adanya kelalaian dan kesalahan yang mungkin jika tidak dilakukan oleh brigpol tersebut tidak akan terjadi adanya mobilitas vertikal turun karena pelepasan jabatan

M. Dikri Khoirul Ibad

Analisis Data Mobilitas Sosial :Akmal

Nadiem Makarim Ditunjuk Jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan


Mobilitas: dari pendiri gojek,hingga menjadi menteri pendidikan
Tempat,tanggal,waktu: Istana presiden 23 oktkber 2019, 08.35
Sumber: https://m.liputan6.com/tekno/read/4092873/nadiem-makarim-ditunjuk-jadi-menteri-pendidikan-dan-kebudayaan

Rangkuman
Pada tanggal 23 oktober 2019, Pukul 08.35. Nadiem makarim mendapatkan panggilan istimewa dari presiden jokowidodo,Nadiem makarim di panggil ke istana negara oleh presiden Jokowidodo,perihal pengangkatan nadiem makarim menjadi menteri pendidikan dan kebudayaan kabinet jokowi kerja. Nadiem makarim menyutujui siap menerima jabatan yang diutus oleh jokowidodo,ia telah memutuskan untuk lepas jabatan dari Ceo Gojek indoesia,nadiem makarim lebih memilih jadi menteri pendidkkan dan ia mengatakan tidak ada jabatan dan kewenangan lagi di gojek.

~Jenis mobilitias.
Mobilitas yg terjadi mobilitas vertikal naik dan karena terjadinya kenaikan status sosial,yang awalnya pendiri gojek,sekarang menajdi salah satu menteri di kabinet jokowi kerja.

~Bagaimana terjadinya
Nadiem makarim adalah Pendiri skaligus CEO Gojek,dia dipilih oleh Bapak presideon adalah tanpa sebab,melainkan Nadiem makarim ini sekaligus masih muda,cerdas,banyak inovasi ia dipilih karena presiden jokowi,yakin akan bekal dan prestasi Nadiem makarim menjabat sbagai menteri pendidikan dan kebudayaan,dengan Otaknya yang masih fresh,milenial yang kuat,beragam inovasi,dan trobosan baru membuat jokowi sangar yakin dan mempercayakan hal ini kepada beliau.
Saran: Presiden harus membimbing lagi nadiem makarim supaya bisa menjadi lebih cerdas dan banyak pengetahuan tentang dunia pendidikan di negiri ini
Kritik: Jika dilihat dari segi pengetahuan tentang generasi milenial,nadiem makarim memang cocok dalam hal ini. Tetapi dalam segi pengalaman mungkin ia masih kurang cukup, ia harus mengursi dunia pendidikan yang tergolong sangat besar ini.

~Kesimpulan
Contohlah nadiem makarim,ia walaupun masih tergolong muda sudsh banyak inovasi dan trobosan baru. Dia dapat meraih sesuatu dengan gampang karena ia menyiapkan masa depannya dengan sungguh sungguh,berani sakit dan dihujat.

M. Akmal Inzaky

Analisis Data Mobilitas Sosial : Augie

KOMPAS.com - RM dan RB, dua anggota polisi aktif yang ditangkap berinisial RM dan RB. Keduanya ditangkap tim teknis bersama Kepala Korps Brimob Polri di kawasan Cimanggis, Depok pada Kamis (26/12/2019) malam.         
Dalam penjelasanya di Mapolda Metro Jaya, Kabareskrim Komjen Listyo Sigit menyatakan, Bareskrim Mabes Polri, Kamis malam, mengamankan dua orang yang diduga pelaku penyiraman air keras ke penyidik senior KPK Novel Baswedan. Masing-masing berinisial RB dan RM. Kedua pelaku ditangkap di kawasan Cimanggis, Depok, Jawa Barat, dan merupakan anggota polisi aktif. Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama petugas Bareskrim dengan Brimob.Setelah menjalani pemeriksaan, keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka.
Kejadian tersebut merupakan salah satu mobilitas sosial vertikal dikarenakan adanya penurunan jabatan secara langsung.
Kejadian tersebut juga mempunyai  bentuk mobilitas sosial yang menjadikan adanya vertikal turun, karna adanya kejadian yang tak terduga tersebut kedua itu langsung dicabut jabatannya menjadi polisi.
Pada kejadian tersebut merupakan adanya faktor pendorong mobilitas sosial yaitu faktor individual yang menjadikan perbedaan kemampuan yang ada atau yang dimiliki, orientasi dan faktor kemujuran pada jabatan tersebut.
Pada media massa tersebut mempunyai proses, saluran dan konsenkuensi. Pada proses tersebut merupakan salah pelepasan, yang mana proses tersebut merupakan pelepasan jabatan secara langsung. Pada kejadian tersebut merupakan saluran kekuasaan yang memerintah untuk menurunkan jabatan polisi itu dicopot. Pada kejadian tersebut mempunyai konsenkuensi yang mana pelaku atau yang membahayakan Novel Baswedan tersebut, mempunyai rasa malu terhadap lingkungan masyarakat dan pelaku tersebut dikucilkan oleh polisi dan tidak bisa untuk menjabat menjadi polisi lagi.
        Pada kesimpulan kejadian tersebut adalah adanya kekuasaan yang bisa mengatasi apa yang ada untuk menemukan pelaku. Pada dasarnya polisi akan menindak pelaku secara hukum dan menyelesaikan masalah yang. Kejadian tersebut bisa kita ambil maknanya, pelaku sejahat apapun akan bisa diringkus secara baik dan detail.
        Saran saya untuk kejadian tersebut adalah kalau mempunyai masaalah maka laporkan pada pihak yang berwenang untuk menyelesaikan masalah tersebut. Kritikan buat kejadian tersebut adalah untuk polisi secara cepat untuk menangkap pelaku agar tidak adanya kesalaham yang ada dan bukti bukti tersebut jangan sampai salah dan para pelaku mengakulah karna kejahatan itu dosa..

Augie Subarkah
04

Analisis Data Mobilitas Sosial : Dindha

Analisis media sosiologi

Rumah Ortu Bupati Mojokerto Nonaktif Juga Disita KPK Terkait Pencucian Uang
Enggran Eko Budianto - detikNews
Kamis, 04 Jul 2019 14:15 WIB

Sajian Data :

 Rumah Ortu Bupati Mojokerto Nonaktif Juga Disita KPK/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - KPK juga menyita rumah milik orang tua Bupati Mojokerto Nonaktif Mustofa Kamal Pasa (MKP). Penyitaan ini terkait Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) yang dilakukan MKP.

Pasca disita KPK, kediaman pasangan Jakfaril dan Fatimah di Dusun/Desa Tampungrejo, Kecamatan Puri, Mojokerto terlihat sepi. Pintu gerbang kayu setinggi 2,5 meter terkuci rapat. Tak tampak aktivitas di teras rumah berlantai dua tersebut.

Dalam area yang dikelilingi pagar gaya Majapahitan itu setidaknya terdapat 3 rumah. Dua rumah di sebelah selatan dihuni oleh Jakfaril dan Fatimah beserta para pembantu mereka. Sementara rumah paling utara ditempati oleh Yudi, keponakan Fatimah yang bekerja menjaga keamanan di kediaman orang tua MKP.

"Yang disita KPK setahu saya rumah yang ditempati Yudi, keponakan Fatimah. Dua rumah lainnya kan tinggalan Khusen, kakeknya Pak MKP," kata Bambang (69), pedagang mi ayam yang mangkal di depan rumah orang tua MKP, Kamis (4/7/2019).

Plakat penyitaan yang dipasang penyidik KPK memang tepat di halaman sebelah kiri rumah tersebut. Rumah bercat putih ini juga terlihat sepi. Hanya ada tempat menjemur pakaian dan dua pasang sandal di teras rumah ini.

Menurut Bambang, tanah dan rumah yang ditempati Yudi itu dibeli Jakfaril dari Nur Salim. Namun dia tak ingat tahun pembelian rumah ini. Dia memastikan rumah ini dibeli saat MKP sudah menjabat Bupati Mojokerto.

Salah seorang perangkat Desa Tampungrejo Suyanto menuturkan, sampai siang ini Jakfaril dan istrinya masih tinggal di dua rumah sebelah selatan. Pasutri orang tua MKP ini tinggal hanya bersama para pembantunya. Jakfaril sejak lama lumpuh akibat terkena stroke.

Di rumah itulah MKP lahir. Sejak menjabat Bupati Mojokerto, MKP beserta anak dan istrinya tak lagi tinggal bersama orang tuanya.

Sementara Kasat Sabhara Polres Mojokerto AKP Bambang Eko Sujarwo membenarkan tim penyidik KPK melakukan penyitaan aset selama tiga hari. Yaitu sejak Selasa (2/7) sampai hari ini. Pihaknya hanya diminta bantuan personil pengamanan oleh penyidik lembaga antirasuah tersebut.

"Berapa jumlah pasti bidang tanah yang disita kami tidak tahu. Itu menjadi kewenangan KPK," tandasnya.

Penyitaan ini terkait kasus TPPU dengan tersangka Bupati Mojokerto Nonaktif Mustofa Kamal Pasa. Lembaga antirasuah menemukan dugaan pencucian uang yang dilakukan MKP terhadap uang gratifikasi Rp 34 miliar.

MKP diduga menyimpan secara tunai atau sebagian ke rekening bank miliknya atau perusahaan milik keluarganya, Musika Group yaitu CV Musika, PT Sirkah Purbantara, dan PT Jisoelman Putra Bangsa. Modus yang digunakan adalah utang bahan atau beton.

MKP juga diduga menempatkan, menyimpan, dan membelanjakan hasil penerimaan gratifikasi berupa uang tunai sebesar Rp 4,2 miliar, kendaraan roda empat sebanyak 30 unit atas nama pihak lain, kendaraan roda dua sebanyak 2 unit atas nama pihak lain dan jetski sebanyak 5 unit. Dia disangka melanggar Pasal 3 dan/atau Pasal 4 UU Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. KPK juga telah menyita sejumlah aset dan dokumen milik MKP.

Selain TPPU, MKP juga dijerat dengan sangkaan gratifikasi terkait proyek-proyek di lingkungan Pemkab Mojokerto bersama-sama Zaenal Abidin, Kepala Dinas PUPR Pemkab Mojokerto periode 2010-2015. Salah satunya proyek pembangunan jalan pada 2015. Saat ditetapkan sebagai tersangka, KPK menduga gratifikasi yang diterima keduanya Rp 3,7 miliar. Dalam proses penyidikan, jumlah gratifikasi yang ditemukan bertambah hingga mencapai Rp 34 miliar. 

Analisis : 

1. Mobilitas sosial yang terjadi adalah seorang bupati mojokerto telah di duga mengalami pencucian uang terhadap uang gratifikasi sejumlah Rp. 34 M. MKP diduga menyimpan secara tunai atau sebagian ke rekening bank miliknya atau perusahaan milik keluarganya, Musika Group yaitu CV Musika, PT Sirkah Purbantara, dan PT Jisoelman Putra Bangsa. Modus yang digunakan adalah utang bahan atau beton.

2. Bentuk mobilitas sosial tersebut adalah mobilitas secara vertikal turun

3. Faktor pendorong mobilitas sosial adalah faktor situasi politik
4. a. Proses mobilitas sosial adalah proses mobilitas secara vertikal turun karena, dulu MKP menjabat sebagai bupati mojokerto sekarang MKP menjadi tahan KPK di duga MKP korupsi
         
         b. Saluran mobilitas sosial adalah lembaga politik
         c. Konsenkuensi mobilitas sosial adalah konsenkuensi negatif molitas sosial tersebut adalah MKP harus menerima konsenkuensi yang harus di terima, mulai dari tudingan-tudingan yang di lontar kan dari masyarakat untuk diri nya.

Kesimpulan dan saran:
Kesimpulan yang dapat di ambil dari mobilitas sosial tersebut adalah menjadi seoramg pemerintah jangan suka memperlihat kan kekayaan secara berlebihan dan jangan suka untuk berfoya-foya untuk diri sendiri.

Saran saya jangan pernah mengkorupsi hasil uang negara ataupun uang dari rakyat untuk daerah nya.






Nama : Pradinia Rizky S
Kelas : XI IPS-2
No. Abs : 29

Analisis data Mobilitas Sosial : Erliana

Setnov divonis 15 tahun penjara karena terjerat kasus korupsi
24 April 2018
Detik news,
Setnov adalah seorang mantan ketua DPR yang terbukti menginterversi proses penganggaran e-ktp, hal ini membuat setnov divonis 15 tahun penjara dan denda sebesar Rp. 500 juta,dan subsider 3 bulan kurungan. Hakim meyakini Setnov melanggar pasal 31 tahun 1999. Setnov telah menyalahgunakan jabatannya dan kedudukannya sebagai ketua DPR dan ketua Fraksi Golkar. 
Perbuatan Setnov ini membuat rakyat geram dan marah karena proses penangkapan Setnov dianggap terlalu berbelit dan penuh drama. Sampai pada hari penangkapan Setnov para Tim Jaksa Penuntut Umum harus menyeret Setnov untuk ditangkap dan dihakimi (7/5/2018)
Dengan hal ini setnov pun dipecat dari jabatannya sebagai Ketua DPR karena dianggap telah mencuri uang rakyat dan merurugikan negara


-Analisis
Mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas sosial vertikal turun karena Setnov yang dulunya adalah seorang ketua DPR yang sangat dipandang dan disegani oleh rakyat sekarang hanyalah seorang narapidana yang dicap sebagai tikus berdasi. 
-Faktor Pendorong dari Mobilitas Sosial Turun
Faktor pendorongnya adalah adanya penyalahgunaan posisi yang dilakukan oleh setnov sehingga terjadilah mobilitas sosial turun. 

-Proses yang Terjadi
Proses yang terjadi dalam berita tersebut adalah pelepasan, karena setnov yang dulunya adalah seorang ketua DPR diturunkan menjadi bukan anggota DPR, dan saluran organisasi politik dilepaskan dari jabatannya. 
Kosekuensi mobilitas adalah pelepasan jabatan dan pengurungan yang bisa membuat efek jera, namun bisa juga efek ini tidak terjadi karena hukuman yang diterima kurang berat. 

-Saran dan Kritik
Seharusnya seorang ketua DPR harus bisa dipercaya dan bertanggung jawab, serta tidaj menghianati kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. 
Hal yang dilakukan Setnov ini sangatlah merugikan rakyat dan negara, hal ini juga bisa memotivasi pejabat-pejabat lain untuk memperkaya diri dengan menggunakan uang negara karena hukuman yang diberikan kurang berat. 

Nama : Erliana Eka S

Kamis, 23 Januari 2020

Analisis Data Mobilitas Sosial : Izul

SAJIAN DATA
Media         : Website Liputan 6
Tanggal     : 28 Oktober 2019
Judul          : Krisdayanti, Mulan Jameela hingga Primus Yustisio, Deretan Artis di DPR
Isi/Rangkuman :
Sebanyak 575 anggota DPR berikut DPD dan MPR periode 2019-2024 sudah resmi dilantik dan diangkat sumpahnya oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Acara pelantikan para anggota DPR, MPR, dan DPD ini berlangsung di Gedung Parlemen Senayan, Jakarta pada Selasa 1 Oktober 2019 lalu. Wajah-wajah anggota DPR pun bertambah. Ada beberapa artis Ibu Kota yang kini banting setir menjajal kursi anggota dewan. Salah satu yang marak diperbincangkan adalah Krisdayanti atau KD. Krisdayanti merupakan seorang diva penyanyi. Kini, ia menjadi salah satu anggota dewan yang terpilih dari PDI Perjuangan. Meski begitu, ada pula artis-artis yang kembali terpilih menjadi anggota dewan. Contohnya adalah Desy Ratnasari dan Eko Patrio.

ANALISIS
Berdasarkan berita tersebut, hal tersebut termasuk kedalam mobilitas vertikal naik karena adanya peralihan individu ke tingkat/kedudukan yang lebih tinggi. Dalam mobilitas ini terjadi proses penerimaan yaitu mobilitas yang didapatkan karena kualitas individu mencukupi untuk menduduki jabatan tertentu. Jabatan sebagai anggota DPR RI para artis ini diperoleh melalui organisasi politik karena mereka dianggap mempunyai kemampuan dalam berorganisasi di bidang politik.

Faktor yang mendorong terjadinya mobilitas sosial ini adalah faktor situasi politik. Hal ini dikarenakan para artis ini berkeinginan untuk memperbaiki kondisi politik dinegaranya yang mereka anggap bahwa kondisi politik Indonesia saat ini buruk. Oleh karena itu, saya dapat memperoleh konsekuensi yang akan didapatkan dari mobilitas ini, yaitu dengan adanya mobilitas seperti ini akan memperbaiki keadaan sosial ke arah yang lebih baik. Selain itu, mungkin saja ada konsekuensi negatif yang diperoleh, yaitu terjadinya konflik sebab mungkin saja ada masyarakat yang kurang puas dengan kinerja atau aspirasi yang dilakukan para artis selama menjabat sebagai anggota DPR RI.

KESIMPULAN
Jadi, Mobilitas yang terjadi adalah mobilitas vertikal naik karena ada naiknya kedudukan individu. Mobilitas tersebut didapatkan karena suatu individu sudah memiliki kemampuan yang cukup untuk menduduki jabatan tertentu. Faktor yang mendorong mobilitas tersebut adalah karena suatu individu prihatin akan situasi politik saat ini.
Menurut saya, mobilitas seperti ini sangatlah baik karena menimbulkan keinginan individu dalam memperbaiki suatu kondisi sosial di masyarakat. Tapi, mungkin saja mobilitas yang terjadi pada zaman sekarang hanya karena suatu individu hanya ingin menaikkan status sosialnya tanpa memandang kewajiban yang harus mereka lakukan. Sehingga, dapat dimungkinkan akan terjadi konflik di masyarakat.

Nama : M. Fawwazul Bariq

Analisis Data Mobilitas Sosial : Dian

SAJIAN DATA 
Nama media     : Boombastis.com
Tanggal media : Jumat, 25 Oktober 2019/20:12 WIB
Judul Media      : Seorang Warga Prancis Berpindah Kewarganegaraan 
Rangkuman      : Andre Graff adalah seorang yang lahir dan besar di Prancis. Dia merupakan seorang pilot balon udara yang sekaligus menjadi emandu wisata bagi para turis yang ingin menikmati keindahan alam Prancis serta beberapa daerah di dekat Pegunungan lpen. Ketika  erkunjung ke Indonesia (Bali) untuk pertama kali pada tahun 1990 dan datang lagi pada tahun 2004, Andre Graff mulai tidak dapat membohongi dirinya sendiri kalau dia sudah jatuh cinta pada negeri ini. Izinkan Saya Menjadi Orang Indonesia 
Di tahun 2005, Andre Graff memutuskan untuk menetap di Kampung Adar Ledetadu dan membantu warga sekitar untuk  membuatkan sumur karena di daerah tersebut memang sulit untuk mendapatkan air bersih. Dari tahun 2005-2007, Andre Graff bersama  penduduk sekitar telah berhasil membuat lebih dari 25 sumur yang diperuntukkan bagi 3 desa.Dia juga mengajarkan tentang segala hal kepada penduduk sekitar.

ANALISIS DATA 
Dari data diatas bisa kita ketahui bahwa hal itu termasuk Mobilitas Sosial Horizontal. Mobilitas Sosial Horizontal adalah peralihan individu atau objek-objek sosial lainnya dari suatu kelompok ke sosial lainnya yang sederajat. Dalam berita itu ada salah satu warga berkebangsaan Prancis berpindah Kewarganegaraan ke Indonesia karena ingin sekali melihat keindahan kota bali dan ingin berbuat banyak kepada negri kita.
Proses yang terjadi dalam hal ini adalah perpindahan suatu warga negaraan. Dalam hal ini Andre berpindah suatu warga negaraan menjadi warga Indonesia untuk bisa belajar mencintai budaya Indonesia dan mempelajari bahasa Indonesia. 
Faktor yang memengaruhi kasus pada berita tersebut adalah faktor ras/kesukaan. Pada dasarnya manusia memiliki kesukaan tertentu dan memiliki standar kesukaan yang berbeda beda namun demikian tidak menutup kemungkinan seseorang akan merasa tidak puas dengan kepemilikan, kesukaan, ras yang mereka sendiri. Andre merasa bahwa dia memiliki rasa cinta akan budaya dari kota Bali memiliki rasa akan bahasanya juga. 

Kesimpulan
kesimpulan dari data diatas adalah Andre memiliki rasa akan kecintaan akan budaya, bahasa, dan kecintaan pada kota bali Andre merasa bahwa bali adalah salah satu kota yang sangat indah yang harus dijaga akan budayanya dan tradisional dari budaya nya.

Saran
Andre harus menjaga budaya tradisional dari kota bali dan andre harus membawa dan mengenalkan budaya yang ada di Bali hingga ke luar kota bahkan negara, dengan demikian bangsa Indonesia pasti akan bangga dengan terkenalnya salah satu budaya dari Indonesia yaitu Bali yerkenal hingga manca negara.


Nama : Dian Putri Saraswati

Analisis Data Mobilitas Sosial : Intan

John Paul DeJoria mantan gelandangan yang sukses

Sajian data : 

John Paul DeJora  berdarah Yunani-Italia-Amerika ini terlahir dari keluarga miskin dan sudah harus bekerja di usia 9 tahun. 
DeJoria kecil menjual koran dan dan kartu natal dari rumah ke rumah. Masa mudanya dihabiskan sebagai seorang bandit jalanan dan saat menginjak usia 20 tahun, dan menjadi seorang single parent.
Memiliki tanggungan seorang anak berusia tiga tahun dan tak memiliki rumah, DeJoria terpaksa harus menjadi seorang pemulung botol bekas dan tinggal di sebuah mobil selama beberapa tahun.
Selama menjalani masa-masa tersebut pada era 1970-an, DeJoria memiliki sebuah kebiasaan unik. Dia hampir selalu mengajak pegawai restoran murah langganannya untuk mendengar cerita penderitaannya. Akibatnya, tak jarang para pegawai tersebut membebaskan tagihan makanan DeJoria karena merasa iba. 
Aktris Joanna Pettet yang merupakan teman DeJora merasa iba dengan, dan memutuskan menawarkan tempat tinggal di rumahnya. Bantuan itu tidak disia-siakannya. DeJoria memanfaatkannya untuk menata ulang hidup dan perekonomian pribadinya. Di tahun 1978 ia mendirikan perusahaan bisnis pertamanya, yaitu sebuah kantor konsultan.
Perlahan melalui kantor konsultannya ini, dia menemukan jalur hidupnya yang lebih baik. Berbekal pengalamannya sebagai salesman dan jiwa wirausaha yang kuat, dia berhasil membangun kepercayaan para pelanggannya.
Merasa kurang puas dengan usahanya di sektor jasa, akhirnya dia mendapatkan ide untuk bekerja sama dengan sahabatnya yang merupakan seorang penata rambut, yakni Paul Mitchell. Bermodalkan pinjaman sebesar US$700, merekapun membuat perusahaan shampo dan produk perawatan rambut dan menuai hasil yang memuaskan.
Sejak didirikan pada 1980, perusahaan yang bernama John Paul Mitchell System, saat ini telah berhasil menjadi salah satu produsen shampo dan produk kesehatan rambut terkenal di AS. Kejayaan perusahaan ini pun didedikasikan oleh DeJoria untuk Mitchell yang telah meninggal pada 1989.

Setelah sukses dengan bisnisnya ini, DeJoria pun mulai ketagihan melakukan ekspansi. Dia memberanikan diri membeli pabrik penyulingan di Meksiko bersama Martin Crowley. Dari pabrik tersebut dia lalu memproduksi tequila, dengan merek Patron pada 1990.

DeJoria menjual produk tersebut dengan harga US$37,95 per botol, padahal harga rata-rata tequila di pasaran kala itu hanya US$4-US$5 per botol. Dia berdalih, proses pembuatan yang berkualitas sehingga menghasilkan tequila berjenis agave, membuat hargaya menjadi melambung.

Terbaru pada Juli 2014, dia meluncurkan ROK Mobile, sebuah layanan yang memungkinkan masyarakat membuat daftar lagu dan menciptakan stasiun radio sendiri seperti Beats dan Spotify.

Analisis 
John Paul DeJora dalam media tersebut telah mengalami mobilitas sosial berupa mobilitas vertikal naik. Dikarenakan DeJora mengawali karirnya sebagai pengusaha jasa konsultan, yang mana sebelumnya ia hanya seorang pemulung. Berawal dari membuka usaha konsultan membuat semangat berwirausahanya dalam bidang lain muncul. Sekarang dengan semua usahanya ia mampu memperbaiki status sosialnya.

Faktor Pendorong 
Menginginkan hidup yang lebih layak dan juga menuntaskan hasrat berwirausaha mendorong DeJora memperbaiki kehidupannya, hingga sesukses saat ini.

Proses Mobilitas Sosial 
Penerimaan : DeJora sejak kecil hidup miskin dan berjualan koran dan kartu natal, kemudian menjadi pemulung

Kenaikan pangkat : Berkat kemauannya dan pemikirannya ia berhasil membuka kantor konsultan, yang kemudia memotivasinya untuk membangun perusahaan shampo dan produk perawatan rambut lainnya.

Saluran Mobilitas Sosial
Organisasi Ekonomi menjadi saluran DeJora memperbaiki hidup, dengan mendirikan perusahaan konsultan.

Faktor yang Mempengaruhi Mobilitas Sosial
Keadaan ekonomi : Karena buruknya perekonomian DeJora membuatnya berusaha memperbaiki keuangannya.

Status sosial : DeJora yang sebelumnya dianggap gelandangan berhasil merubah status sosialnya dan menjadi orang dengan penghasilan besar.



Konsekuensi Mobilitas Sosial 
DeJora berhasil memperbaiki perekonomiannya
DeJora berhasil menaikkan status sosialnya
Terpenuhinya kepuasan diri
Menciptakan lapangan pekerjaan dan bermanfaat bagi banyak pihak

Komentar 
Menurut saya DeJora memiliki kemauan keras untuk berubah lebih baik. Pemikiran dan jiwa worausahanya patut kita contoh. Dengan berbagai keunikan pemikirannya ia berhasil menaikkan status sosialnya. 

Nama : Intan Nila Nurjannah

Analisis Data Mobilitas Sosial : Sherin

Dari Apartemen Kecil, Ini Kisah Jack Ma Besarkan Alibaba

15 October 2019 15:20
Jakarta, CNBC Indonesia - Berharta US$ 37,7 miliar atau sekitar Rp 527 triliun per Selasa (15/10/19), Jack Ma berhasil menduduki peringkat satu daftar orang terkaya di China tahun 2019 versi Forbes.
 
Kekayaan Jack Ma berhasil diperolehnya dari mendirikan dan menjalankan perusahaan e-commerce Alibaba. Menurut laporan E-commerce Business China, Alibaba yang adalah salah satu merek e-commerce yang terkenal di dunia, didirikan pertama kali pada bulan Juni 1999. Sebelum mendirikan Alibaba, Jack Ma bekerja sebagai guru bahasa Inggris
Jack Ma mendirikan Alibaba bersama dengan 18 mitranya di sebuah apartemen kecil di Hangzhou. Kemudian pada bulan oktober, Alibaba memperoleh modal ventura pertama sebesar US$ 5 juta. Penggalangan dana itu dipimpin oleh Fidelity Investment.
 
Selanjutnya pada tahun 2000, Alibaba meluncurkan Chinese Suppliers yang menyediakan layanan e-commerce untuk perusahaan menengah dan sedang. Pada tahun-tahun selanjutnya, bisnis Alibaba makin berkembang hingga ke luar negeri, dan meluncurkan layanan International TrustPass pada Maret 2003.
Dua bulan kemudian, pada Mei, situs belanja Taobao lahir. Dalam 20 hari awal peluncurannya, pengunjungnya sudah mencapai 10.000 orang. Pada bulan Oktober, sistem pembayaran online Alipay dirilis, dan dengan platform pembayaran yang bermanfaat ini, Alibaba berhasil mencapai pendapatan harian sebesar 1 juta yuan.
 
Pada Januari 2004, total turnover Taobao mencapai 34 juta yuan, dengan pengunjung harian 3 juta orang, dan menjual 800.000 item. Platform ini bahkan memiliki anggota lebih dari 230.000 orang. Pada bulan Juni di tahun yang sama Taobao meluncurkan Alitalk, alat pengiriman pesan instan untuk pembeli dan penjual.

Pada bulan Mei 2008, bersama dengan Softbank, Alibaba mendirikan perusahaan patungan (joint company) untuk memperluas pasar Jepang. Pada Agustus 2008, pengguna terdaftar telah meningkat menjadi 100 juta orang, volume perdagangan harian juga meningkat menjadi lebih dari 450 juta dan transaksi harian lebih dari 2 juta.
 
Pada 2014, Alibaba melakukan initial public offering (IPO) di New York, IPO ini mencetak rekor sebagai penawaran saham publik terbesar di dunia, mengumpulkan US$ 25 miliar.

Kekayaan bersih Alibaba per 14 Oktober 2019 adalah US$ 440,03 miliar, mengutip Macro Trends.
 
Jack Ma yang mengundurkan diri sebagai CEO Alibaba pada September lalu, diketahui memiliki empat kunci utama dalam membangun Alibaba. Pertama adalah untuk memiliki sikap gigih.
 
"Ada banyak orang yang lebih pintar dan lebih rajin dari kita, tetapi mengapa kita mendapat banyak uang sementara yang lain tidak? Alasan pentingnya adalah kegigihan." Katanya.
 
Ketiga alasan lainnya adalah memiliki kepercayaan, mau belajar, dan melakukan hal-hal yang benar dengan cara yang benar.
Dari berita tersebut dapat diketahui bahwa kisah dari Jack Ma merupakan Mobilitas Sosial Vertikal yaitu perpindahan individu sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial yang tidak sederajat. Dan yang dialami oleh Jack Ma adalah mobilitas sosial vertikal ke atas atau bisa disebut Social Climbing. 
Faktor yang mempengaruhi Mobilitas Sosial tersebut adalah faktor individu yaitu faktor dari Jack Ma sendiri. Meskipun Jack Ma awalnya hanya memiliki apartemen kecil, tetapi dengan kepandaian dan kegigihannya, akhirnya Jack Ma dapat menjadi orang yang sangat sukses.
Dampak dari mobilitas sosial yang terjadi adalah dampak positif, karena dengan adanya tokoh seperti Jack Ma, kita dapat termotivasi untuk mengembangkan kemampuan dan bekerja keras, karena dengan adanya usaha pasti kita dapat memperbaiki kehidupan kita, meskipun akan banyak masalah yang menghadang. Tetapi kita harus tetap teguh dan pantang menyerah. 
Saluran Mobilitas Sosialnya adalah Organisasi Ekonomi. Karena Jack Ma awalnya hanya menyusun sebuah strategi dalam membangun perusahaan dengan kelompok yang berjumlah 18 mitra, sehingga hal tersebut merupakan saluran dari Organisasi Ekonomi.
Komentar dan Saran saya
Menurut saya, Jack Ma sangat menginspirasi banyak orang. Sebelum dapat membangun apartemen kecil, Jack Ma adalah orang yang Gaptek (Gagap Teknologi) tetapi hal tersebut tidak menghalangi tekat Jack Ma untuk mendirikan perusahaan e-commerce Alibaba. Dengan keuletan dan kerajinan Jack Ma dalam membangun perusahaannya, akhirnya Jack Ma dapat menjadi orang yang sukses dan berhasil. Bahkan status sosialnya berubah sangat drastis, bahkan Jack Ma menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Dari kisah Jack Ma kita dapat belajar banyak dan belajar untuk tidak putus asa meskipun kita orang yang tidak pandai atau pun miskin. 

Nama : Sherin Maulina
Kelas : XI IPS 2

Analisis Data Mobilitas Sosial : Finna

  Sumber : Kompasiana, 26 Juni 2015   12:09
                   https://www.kompasiana.com/pemulungintelektual/mobilitas-sosial-pejabat_5500382da33311a872510415


                    Mobilitas Sosial Pejabat 

A. Sajian Data
                Kompasiana, Syamsul merupakan Gubernur Sumatra Utara diperiksa dalam kasus korupsi APBD 2000-2007. Dalam harian yang sama dimuat daftar Kepala Daerah Tersangkut Korupsi yaitu Abdullah Puteh (Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam), Danny Setiawan (Gubernur Jawa Barat), Syahrial Oesman (Gubernur Sumatra Selatan), Suwarna Abdullah Fattah ( Gubernur Kalimantan Timur), Ismeth Abdullah ( Gubernur Kepulauan Riau), Sjahriel Darham (Gubernur Kalimantan Selatan), Saleh Djasit (Gubernur Riau), Jefferson SM Rumanjar (Wali Kota Tomohon), Abdillah (Wali Kota Medan), Baso Amiruddin Maula (Wali Kota Makasar), Syaukani HR (Bupati Kutai Kartanegara), Yusak Yaluwo (Bupati Boven Digul), Indra Kusuma (Bupati Brebes), dan Ismunarso (Bupati Situbondo).
                 Daftar diatas masih bisa diperpanjang lagi dengan para pejabat Negara lainnya baik dari lembaga yudikatif maupun legislative. Kasus korupsi oleh pejabat Negara boleh dikatakan tokoh masyarakat, pemimpin rakyat tentu individu terpandang, berkualitas lebih. Untuk mencapai puncak tertinggi tentu membutuhkan perjuangan. Dari orang biasa menjadi pemimpin masyarakat, secara Sosiologi, disebut mobilitas social.

            B. Analisis
                 Berita diatas merupakan contoh kasus korupsi yang dilakukan oleh salah seorang pejabat pemerintah. Dalam kasus pejabat tersangkut korupsi dalam sosiologi mengalami mobilitas vertikal ke bawah (social vertical sinking) yaitu mengalami statusnya mengalami penurunan dari kedudukan tinggi ke kedudukan yang rendah. Dari pejabat Negara dengan fasilitas Negara tinggal di rumah dinas, setelah tersangkut kasus korupsi tinggal dibui dan status social menjadi turun. 
Faktor pendorong mobilitas sosial vertikal ke bawah diantaranya komunikasi yang bebas sehingga menyebabkan para pejabat tersebut melakukan tindakan korupsi, adapun pengaruh pada lingkungan di sekitar yang tidak kondusif. 
Dalam hal ini koruptor mengalami proses degradasi atau bisa disebut penurunan pangkat maupun tingkat sosial di masyarakat. Hal ini bisa memungkinkan untuk jabatannya di lepas. 
Saluran mobilitas sosial penurunan pangkat pada mobilitas pejabat koruptor termasuk ke dalam saluran organisasi politik.
 Konsekuensi yang ditimbulkan oleh mobilitas sosial ini adalah pejabat yang melakukan korupsi tersebut mengalami penurunan pangkat serta dipenjara karena kasus korupsi yang dilakukannya. Akibatnya para pejabat tersebut bisa kehilangan status tinggi sosialnya. Maka mereka bisa saja kehilangan harga diri dan kehormatannya.

              C. Komentar
                  Menurut saya, tindak korupsi yang dilakukan oleh pejabat pemerintah bisa menyebabkan mereka mengalami mobilitas sosial vertikal ke bawah sehingga mereka kehilangan status sosial yang tinggi di masyarakat serta mereka juga bisa mengalami penurunan pangkat. Oleh sebab itu, sebagai pejabat pemerintah negara di lembaga mana pun perlu berhati-hati dalam melakukan tugas dan kewajibannya agar tidak memperbaiki mobilitas sosial.



Finna Ikhlasul Amaliyah
XI IPS 2 / 16


           
               


Kamis, 16 Januari 2020

Analisis Data Mobilitas Sosial : Khabib

83 PNS Kena Sanksi: Mulai Penurunan Jabatan Sampai Pemecatan

8 Januari 2020 09:46 WIB

JAKARTA, JITUNEWS.COM - Memasuki awal tahun 2020, Badan Pertimbangan Kepegawaian (BAPEK) mengadakan sidang terhadap 83 Pegawai Negeri Sipil (PNS) pada kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah yang dianggap melanggar peraturan disiplin PNS.

Ketua Bapek yang juga Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Tjahjo Kumolo memimpin sidang tersebut. Dalam sidang tersebut, diputuskan sebanyak 73 PNS dijatuhi hukuman Pemberhentian Dengan Hormat Tidak Atas Permintaan Sendiri (PDHTAPS)

Sanksi juga dikenakan terhadap delapan pegawai yang dijatuhi sanksi berupa penurunan pangkat tiga tahun, serta dua orang yang dijatuhi hukuman penurunan pangkat satu tahun.

Pelanggaran yang dilakukan pun beragam diantaranya sebanyak 49 pegawai tersandung pelanggaran tidak masuk kerja lebih dari 46 hari. Pelanggaran lain diantaranya seperti penyalahgunaan narkotika, beristri lebih dari satu orang tanpa izin pejabat yang berwenang, calo CPNS, penyalahgunaan wewenang, hingga gratifikasi.

ANALISA

- Mobilitas sosial yang terjadi adalah penurunan hingga pemecatan yang dijatuhkan pada 83 PNS

-Berdasarkan berita tersebut dapat saya katakan bahwa hal tersebut merupakan mobilitas sosial vertikal turun karena terdapat PNS yang diturunkan jabatan dan pemecatan.

- Faktor yang mendorong pelanggaran yang dilakukan oleh PNS di berita tersebut adalah faktor individu karena PNS tersebut melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan oleh seorang PNS atas dasar keinginan dan tidak kepuasan pribadi.

- Proses yang terjadi dalam berita tersebut adalah degradasi dan pelepasan dikarenakan adanya penurunan jabatan hingga pemecatan PNS. 

- Saluran mobilitas yang terdapat dalam berita tersebut merupakan saluran kekuasaan karena saluran kekuasaannya berhubungan dan bergantung pada struktur masyarakat yang bersangkutan. 

- Konsekuensi yang terjadi bisa untuk pribadi dan lingkungan. Bagi PNS yang dipecat pasti akan mengalami kesulitan ekonomi karena tidak mendapat gaji bulanan. Untuk di lingkungan, pasti akan mempengaruhi psikologis dari PNS yang dipecat. Mereka akan sulit berbaur kembali di masyarakat karena merasa malu.

- Kesimpulan

  Dari berita tersebut bisa ditarik kesimpulan bahwa dengan adanya kekuasaan bisa menjadikan seseorang bertindak semena-mena dan menyalahgunakan jabatan.
  Seharusnya jika seseorang baik itu pejabat maupun orang biasa diberi jabatan dan kekuasaan haruslah dilaksanakan dengan amanah dan sesuai undang-undang.

Nama : Khabib M. Al-Azka (19)

Analisis Data Mobilitas Sosial : Zifa

Sumber : m.tribunnews.com
Selasa, 29 Agustus 2017

Sejak Kecil Diangkat Anak Oleh Artis Terkenal, Pemuda Ini Sukses 
Jadi Perwira Polisi.
Presenter dan komedian Tukul Arwana memiliki seorang anak angkat yang berprofesi sebagai perwira polisi bernama AKP. Ega Prayudi.
Ega berhasil mewujudkan keinginan istri Tukul untuk memiliki seorang anak yang berprofesi sebagai polisi.
Ega mengungkapkan pada media bahwa betapa bahagianya Susiana saat mendengar salah satu puteranya masuk menjadi anggota polisi. Sampai saat pengajian pun waktu di rumah, Susiana selalu memamerkan bahwa anaknya lulus menjadi polisi.
Sebelum sukses menjadi perwira polisi, sejak kecil Ega diajari disiplin dan sederhana oleh Tukul dan Susi.
Sikap disiplin dan kesederhanaan itu terbawa hingga remaja.
Kini Ega menjabat sebagai Kepala Unit Reg. Ident Polres Trenggalek berpangkat Inspektur Polisi.

Analisis :
Berita tersebut termasuk ke dalam mobilitas horizontal antargenerasi. Mobilitas horizontal antargenerasi adalah mobilitas horizontal yang terjadi dalam diri seseorang. Dalam berita itu, perubahan dari pekerjaan ayah yang adalah seorang artis papan atas ke anaknya yang menjadi seorang perwira polisi adalah bentuk mobilitas horizontal antargenerasi yang dapat kita temui di masyarakat.
Proses yang terjadi dalam berita tersebut adalah kenaikan pangkat. Dalam hal ini, kedudukan anak Tukul Arwana di bidang pekerjaan dititikberatkan pada kualitas dan kemampuan yang ada pada dirinya. Ia diperhitungkan menjadi perwira karena prestasi dan dedikasinya terhadap pekerjaan bukan karena gelar artis ayahnya.
Saluran yang terjadi dalam berita tersebut adalah angkatan bersenjata/ militer. Dalam hal ini, AKP. Ega Prayudi memiliki individu yang memiliki kemampuan dan prestasi yang baik yang mana akan dapat merubah statusnya menjadi lebih tinggi.
Faktor yang memengaruhi kasus pada berita tersebut adalah status sosial. Pada dasarnya, manusia akan memiliki status yang sama dengan orang tuanya ketika ia dilahirkan sampai dengan masa awal-awal kehidupannya. Namun demikian tidak menutup kemungkinan seseorang akan merasa tidak puas dengan kepemilikan statusnya yang masih berada dibawah bayang-bayang orang tuanya. Pada kasus ini, AKP. Ega Prayudi merasa bahwa dirinya ingin menuruti keinginan almarhumah ibunya untuk menjadi polisi bukan seperti pekerjaan ayahnya yang seorang artis.
Konsekuensi kasus tersebut adalah konsekuensi positif mobilitas sosial. Konsekuensinya adalah individu atau kelompok akan berusaha untuk mewujudkan harapan atau cita-citanya.

Kesimpulan dari kasus tersebut adalah bahwa setiap anak memiliki cita-citanya masing-masing dan berhak untuk memilih profesi sesuai dengan apa yang diinginkan tanpa paksaan dari siapapun termasuk orang tuanya. Dari kasus tersebut, dapat dikatakan bahwa AKP. Ega Prayudi menjadi seorang polisi dan tidak ada paksaan dari orang tuanya untuk mengikuti karir ayahnya yang seorang selebriti.
AKP. Ega Prayudi menjadi seorang prawira polisi karena prestasi dan kebiasaan disiplinan dalam kesehariannya. Ia juga berhasil menggait jabatan Kepala Unit Reg. Ident Polres Trenggalek berpangkat Inspektur Polisi. Ia membuat almarhumah ibundanya dan ayahnya bangga terhadap dirinya.

Saran dari kasus tersebut adalah kita sebagai anak harus belajar giat serta disiplin untuk menggapai cita-cita kita. Tidak terlepas dari keinginan orang tua terhadap anak, kit hraus menghormati keinginan orang tua kita juga.

Nama : Zifa Muzadida D (35)

Analisis Data Mobilitas Sosial : Wahyu Widya

Teknologi Digital Membawa Kontribusi Positif Ekonomi dan Sosial bagi Kota Medan

Sumber : medan.tribunnews.com
Waktu : Selasa, 29 Oktober 2019 / 19.50

Rangkuman :
Perwakilan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia Kota Medan melakukan diskusi. 
membahas kontribusi Grab terhadap ekonomi dan sosial di Indonesia. Kehadiran Grab telah menyumbang Rp 2,66 triliun melalui penciptaan lapangan kerja. 
Melalui program ‘Grab for Good’ Grab ingin meningkatkan keterampilan dan menyediakan kesempatan kepada lebih banyak masyarakat Indonesia dalam menyambut masa depan ekonomi digital. Semakin hari masyarakat semakin tidak bisa terlepas dari ekonomi digital. Apalagi di daerah perkotaan, dimana mobilitas dan konektivitas merupakan syarat mutlak beraktivitas. Sejalan dengan program kontribusi sosial Grab for Good yang diperkenalkan Grab pada September lalu, Grab ingin memberdayakan lebih banyak masyarakat Asia Tenggara untuk menjangkau sejumlah akses krusial ke teknologi, peningkatan keterampilan dan layanan digital.

Analisis:

Grab telah membawa kontribusi positif ekonomi dan sosial bagi kota Medan. Apalagi di daerah perkotaan, dimana mobilitas dan konektivitas merupakan syarat mutlak beraktivitas. Hal tersebut merupakan Mobilitas intragenerasi ( mobilitas yang dialami dalam hidupnya). Faktor mobilitas sosial tsb adalah perubahan kondisi sosial masyarakat yg disebabkan teknologi digital.

Komentar/saran
Menurut saya hal tsb cukup bagus untuk era saat ini karena kehadiran Grab telah menyumbang Rp 2,66 triliun melalui penciptaan lapangan kerja. Tetapi ada pula yg menggunakan grab sebagai akses tindak kejahatan yang sudah banyak terjadi saat ini. Sebaiknya kita lebih hati2 dan selektif menggunakan teknologi yang berkembang saat ini.

Nama : Wahyu Widyastuti (33)

Analisis Data Mobilitas Sosial : Viviana

SUMBER:
https://www.cnbcindonesia.com/news/2...ya-dari-jokowi


Ahok Jadi Bos BUMN, Ternyata Rekomendasinya dari Jokowi

13-11-2019

Jakarta, CNBC Indonesia- Pagi ini, secara mengejutkan tiba-tiba ada Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berada di Kementerian BUMN. Ahok bertemu Menteri BUMN, Erick Thohir, dan diajak masuk ke salah satu BUMN.
Memang sudah bisa dipastikan, masuknya Ahok sebagai calon bos salah satu BUMN adalah hasil rekomendasi dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Banyak yang mengapresiasi langkah pemerintah menarik Ahok untuk masuk menjadi bos BUMN. Karena Ahok dinilai sosok yang tegas, meski pernah tersandung kasus hukum dan dipenjara.
Arya (staf khusus menteri BUMN) belum bisa memastikan BUMN mana yang akan ditempati oleh Ahok. Yang pasti BUMN tersebut adalah BUMN yang sifatnya strategis, dalam arti berperan penting dalam perekonomian dan kenegaraan. Penunjukkan Ahok sebagai bos BUMN ini, ujar Arya, pastinya akan melalui proses di Tim Penilai Akhir (TPA).

✓Analisis
Mobilitas sosial yang terjadi adalah Ahok yang dulu hanya orang biasa kini menjabat sebagai Bos BUMN. Ahok dinilai sosok yang tegas, meski pernah tersandung kasus hukum dan dipenjara.

✓ Bentuk mobilitas sosial yang terjadi yaitu vertikal naik. 
~Jabatan yang dipegang seseorang merupakan peran yang harus dilaksanakan sesuai dengan kedudukan yang dimiliki. Dengan demikian, mobilitas sosial vertikal naik mempunyai dua bentuk utama, yaitu :

a. masuknya individu-individu atau seseorang yang memiliki kedudukan rendah ke tingkat kedudukan yang lebih tinggi;
b. pembentukan suatu kelompok sosial baru kemudian ditempatkan pada derajat yang lebih tinggi dari orang-orang pembentuk kelompok tersebut.

✓Faktor pendorong Mobilitas

    Faktor individu. Ahok dinilai sosok yang tegas dalam mengendalikan sistem pemerintahannya. meski pernah tersandung kasus hukum dan dipenjara.
✓Proses, Saluran dan konsekuensi mobilitas sosial
  Dulu pak Ahok ini pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Ahok dipenjara karena telah melanggar Hukum Agama.Selama 1 tahun 8 bulan 15 hari, 24 Januari Ahok bebas dari telah dari penjara. Setelah beberapa tahun kemudian ia dipanggil oleh presiden Jokowidodo. Sesuai dengan rekomendasi presiden akhirnya Ahok ditugaskan untuk menjadi bos BUMN.Banyak yang mengapresiasi langkah pemerintah menarik Ahok untuk masuk menjadi bos BUMN. Karena Ahok dinilai sosok yang tegas, meski pernah tersandung kasus hukum dan dipenjara.

✓Konsekuensi Mobilitas Sosial
Konflik AntarKelompok Sosial
Keseimbangan hubungan sosial dalam masyarakat dapat terganggu pula oleh atau turunnya kedudukan kelompok sosial yang ada sehingga menimbulkan konflik antarkelompok. Misalnya, konflik antarparta politik yang terjadi setelah pemilihan kepala daerah. Pendukung parta politik yang kalah terkadang sulit menerima kekalahan kemenangan partai politik lawan.

Sama halnya dengan Ahok yang sekarang menjabat sebagai Bos BUMN. Hal tersebut sama halnya dengan Ahok yang pernah dipenjara akibat melanggar Undang-Undang tentang Agama. Masyarakat menjadi resah menerima Ahok menjadi Bos BUMN. Berdasarkan keputusan Jokowi maka masyarakat menerima segala keputusan yang diberikan. Dengan itu, tidak menimbulkan konflik antar sosial diantara masyarakat. 

✓ Kesimpulan dan saran
Ada yang menganggap Ahok tak pantas jadi petinggi di salah satu perusahaan besar BUMN. Sebab, mantan Gubernur DKI Jakarta itu dianggap bukan sosok yang ‘bersih’. Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS) Marwan Batubara menilai sosok Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tak akan mampu memberantas mafia di tubuh Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Sebab, menurut Marwan, untuk memberantas mafia di BUMN diperlukan sosok yang bersih. Sedangkan Ahok, lanjut dia, mempunyai rekam jejak yang buruk.
Peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira menilai Ahok dipilih bukan untuk memperbaiki kinerja bisnis perusahaan BUMN. Bhima menjelaskan, ada empat kriteria yang harus dipunyai seseorang jika ingin menjadi petinggi di BUMN besar seperti Pertamina dan PLN. Pertama, orang tersebut harus berintegritas. Kedua, tak pernah tersangkut permasalahan hukum. Ketiga, tak terafiliasi dengan partai politik. Keempat, harus memiliki memampuan komunikasi yang baik.
Adapun alasan Rizal tak setuju dengan rencana Presiden Jokowi tersebut karena Ahok memiliki rekam jejak yang tidak mulus dalam kariernya. Bahkan ia menyarankan penunjukan bos perusahaan BUMN bisa ditunjuk dari sektor swasta yang lebih kompeten dari Ahok. Rizal menyebutkan, salah satu contoh kasus yang mencoreng rekam jejak Ahok adalah pembelian lahan RS Sumber Waras saat Ahok menjabat Gubernur DKI Jakarta.

✓ Saran
Salah satunya datang dari peneliti senior INDEF, Faisal Basri. Dia berharap Ahok tidak bekerja sendirian dalam mengubah kinerja perseroan yang akan dipimpin. Ahok itu bukan malaikat, tapi roh Ahok bisa menjadi motor perubahan. Tapi itu juga enggak cukup, syarat perlunya harus dipenuhi. 
Oleh sebab itu, sekali lagi dia menyarankan Menteri BUMN Erick Thohir untuk memberikan kewenangan serta jaminan kepada Ahok agar tidak terjadi hambatan dalam mengubah perseroan yang akan diemban nantinya. Hal itu masyarakat turut lega atas pemberitahuan tersebut.

Nama : Viviana Al-Hakim

Analisis Data Mobilitas Sosial : Nadhila

SAJIAN DATA
Nama Media : Liputan6.com
Tanggal          : 12 Februari 2018
Judul Berita   : Jadi Menteri Terbaik Dunia, Ini Deretan Prestasi Sri Mulyani.

                 Rangkuman Berita :
    Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani dinobatkan sebagai Menteri Terbaik di Dunia versi World Government Summit di Dubai pada 11 Februari 2018. Penghargaan Menteri Terbaik ini merupakan penghargaan global yang diberikan kepada satu orang menteri dari semua negara di dunia setiap tahunnya dan mulai diberikan pada 2016. Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Summit. Sri Mulyani dalam sambutannya menyampaikan apresiasinya menjadi penerima pertama dari Asia yang menerima penghargaan tersebut.

ANALISIS
Berita tersebut termasuk dalam mobilitas sosial vertikal. Mobilitas sosial vertikal adalah perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang, ke atas untuk naik statusnya ataupun ke bawah yang merupakan penurunan statusnya. Dalam berita ini berisi bahwa Sri Mulyani mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Terbaik di Dunia, sehingga dapat dikategorikan sebagai mobilitas sosial vertikal ke atas.
Faktor pendorong penerimaan penghargaan oleh Sri Mulyani disebabkan oleh perubahan kondisi sosial. Sri Mulyani dinilai berhasil dalam mengelola keuangan negara dengan integritas dan komitmen tinggi untuk menciptakan kesejahteraan rakyat yang merata dan berkeadilan. Beliau juga berhasil menjaga kondisi makro ekonomi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang dijalankan selama ini. Hal tersebut diharapkan mampu membuat ekonomi Indonesia tahan terhadap guncangan.
Proses penerimaan penghargaan atas dasar keberhasilan dalam menyelesaikan suatu permasalahan perekonomian yang terjadi sesuai dengan tugas, wewenang, dan tanggung jawabnya.
Saluran mobilitas sosial dalam berita ini pada peningkatan karena Sri Mulyani sebagai menteri termasuk dalam saluran Organisasi Ekonomi karena bergerak atau berkepentingan dalam proses ekonomi keuangan negara yang secara aktif turut dalam perekonomian Indonesia. Beliau juga berhasil dan mendapatkan penghargaan sebagai Menteri Terbaik di Dunia.
Konsekuensi mobilitas sosial peningkatan jabatan Sri Mulyani sebagai bukanlah hal yang mudah. Karena harus menanggung permasalahan perekonomian yang harus diatasi dan berhasil keluar dari permasalahan tersebut.

KESIMPULAN DAN SARAN  
     Menurut pendapat saya dengan terpilihnya lagi Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan dalam kabinet Jilid II Presiden Joko Widodo sangat sesuai. Karena Sri Mulyani selama menjabat sebagai Menkeu berhasil melaksanakan beberapa program dan menyelesaikan permasalahan perekonomian yang terjadi di Indonesia.
    Sri Mulyani Indrawati dianggap mampu melewati krisis ekonomi di Asia Tenggara pada tahun 2007-2010 dan selama menjadi Direktur Pelaksana Bank Dunia, Sri Mulyani memberikan kesempatan kerja yang adil dengan mengkampanyekan kesetaraan gender di tempat kerja. Sri Mulyani juga mendapatkan prestasi yang luar biasa dalam bidang ekonomi dan banyak menginspirasi jutaan orang di dunia.

Nama : Nadhila Selfia 

Analisis Data Mobilitas Sosial : Tasya

SAJIAN DATA 
Nama Media : Kompasiana.com 
              Tanggal : 26 Juni 2019 
              Judul Berita : Ojek Pengkolan Goes to                                        Ojek Online 

Rangkuman berita 
               Jakarta, Kompasiana.com- Perkembangan teknologi di era modern telah berdampak pada semua aspek kehidupan, dengan kemajuan teknologi yang semakin canggih yang dapat digunakan oleh semua lapisan masyarakat tanpa batasan. Perkembangan teknologi juga merubah pola pikir pada masyarakat dan berdampak pula pada pola kehidupan masyarakat. Masyarakat mulai dimanjakan dengan berbagai fasilitas instant yang dijanjikan oleh kemajuan teknologi yang berakibat pada ketergantungan pada teknologi. Seperti halnya dengan ojek pengkolan (konvensional) yang mulai terganti dengan ojek berbasis daring (online). Fenomena yang mulai populer dikalangan masyarakat tiga tahun belakangan. Dengan hanya mengunduh aplikasi ojek online secara gratis dari smartphone, pengguna dimanjakan dengan berbagai fitur yang disediakan oleh aplikasi dari ojek motor, ojek mobil, pengantar makanan, pembersih rumah, bahkan jasa untuk membelanjakan ke upermarket sekalipun. Sangat praktis dan efisien. Tak hanya dirasakan oleh  penumpang, bagi pengemudi ojek online pun sangat bagus dalam efisiensi meraih pundi-pundi uang dengan mudah dan praktis. 

Analisis
Dalam permasalahan diatas sebagai salah satu lingkup mobilitas sosial,  termasuk ke dalam mobilitas sosial vertikal. Dimana merupakan suatu perpindahan individu atau objek-objek sosial dari suatu kedudukan sosial ke kedudukan sosial lainnya yang tidak sederajat. Dari permasalahan ojek pengkolan Goes to ojek online merupakan mobilitas sosial vertikal ke atas yang memiliki gerak anggota masyarakat dari kelas sosial rendah ke kelas sosial yang lebih tinggi. Saluran mobilitas sosial dalam hal ini adalah organisasi ekonomi, yakni terjadi perpindahan mobilitas sosial karna ojek online memiliki kelebihan tersendiri dalam memudahkan untuk meraup pundi-pundi uang dengan praktis dan efisien. Seperti kerja bersifat freelance, pendapatan juga lebih untung karna sering mendapatkan bonus juga tip dari penumpang, tidak perlu menunggu dan cukup melihat dari aplikasi apabila ada penumpang yang memesan ojek online, mendapatkan jaminan fasilitas yang lebih memimpin. Dari hal ini, konsekuensi yang ditimbulkan dari adanya mobilitas sosial vertikal naik adalah adanya perpindahan kedudukan sosial naik dan tidak sederajat dan mempercepat tingkat perubahan sosial dalam ojek konvensional menjadi ojek online. 

Kesimpulan dan Saran
Adanya perubahan dalam perkembangan dunia yang semakin maju dalam segala bidang mempengaruhi cara pola pikir manusia pula yang ingin semakin maju. Dengan adanya ojek online dapat ditarik kesimpulan bahwa dengan kemajuan segala teknologi yang ada sangat membantu mobilitas masyarakat, membantu meningkatkan kreatifitas, meningkatkan kualitas perekonomian. Saran saya adalah bahwa dengan  mengikuti perkembangan ojek online ini kita dituntut untuk melek teknologi mengindari ketertinggalan kemajuan ekonomi dan teknologi. Tidak ada salahnya mengikuti perkembangan selama itu bisa bernilai positif dan berguna bagi kehidupan sehari-hari. 

Nama : Tasya Fatma 

Analisis Data Mobilitas Sosial : Lucy

Mobilitas sosial Camat Kota Makasar, sulawesi selatan

Judul      : Penurunan jabatan camat, kota makasar
Sumber  : portalmakassar.com
Tanggal : 9 November 2019


          Pemerintah Kota Makassar memastikan akan menjalankan rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) terkait penjatuhan hukuman yang menjerat 15 mantan camat.Sebelumnya ke-15 Sekcam ini telah dilantik menjadi Camat di era Wali Kota Muhammad Ramdhan Pomanto atau Danny Pomanto pada tahun 2018.
Namun setelah Iqbal Suhaeb resmi sebagai penjabat Wali Kota Makassar setelah Danny Pomanto, ke-15 orang ini dikembalikan ke posisi semula yaitu Sekcam.Ke-15 camat tersebut direkomendasikan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) Kota Makassar yaitu Wali Kota, untuk diberikan sanksi administratif berupa hukuman disiplin berat. Ada beberapa opsi sanksi berat yang akan diberikan kepada para Sekcam ini. Sanksinya huruf di huruf C yaitu pembebasan dari jabatan.
 
 Alasan utama penurunan jabatan camat tersebut adalah Seperti diketahui, ke-15 mantan camat itu sebelumnya terlihat pada sebuah video yang berisi dukungan kepada salah satu calon presiden pada pemilu serentak beberapa waktu lalu. Padahal sesuai aturan, Aparatur Sipil Negara (ASN) dilarang terlibat kampanye politik.

ANALISIS
     Mobilitas sosial yang terjadi adalah mobilitas vertikal naik dan turun . 
Faktor pendorong dari mobilitas ini adalah karena15 sekcam ini  melakukan tindakan yang dianggap melanggar aturan sebagai ASN. Sebelum itu 15 camat ini adalah sekcam yang diangkat menjadi camat.15 sekcam berproses dalam kenaikan pangkat menjadi seorang camat dengan saluran organisasi politik, dan proses yang terjadi adalah pelepasan, dimana seorang sekcam atau mantan camat telah diturunkan atau dibebaskan dari jabatan.



SARAN DAN KRITIK
1. Mobilitas sosial dapat dijadikan motivasi masyarakat untuk menaikan standar kehidupan lebih baik.
2. Sebagai masyarakat kita sudah sepatutnya mengambil sisi positif dari adanya mobilitas sosial ini. Meskipun terdapat mobilitas yang dianggap dapat menurunkan mental.
3. Mobilitas sepantasnya harus dapat di terima untuk semua kalangan masyarakat.
            

Analisis Data Mobilitas Sosial : Nauza

Prestasi Lailatul, Anak Tukang Becak yang Raih Gelar Doktor di Usia 27 Tahun

Kompas.com
Senin, 9 September 2019 | 13.21 WIB

Lailatul Qomariyah, mahasiswa doktoral ITS Surabaya yang baru menyelesaikan sidang terbuka disertasinya tentang pemanfaatan aplikasi silika solar sel. Laila mampu menyelesaikan studi S2 ke S3 hanya dalam jangka waktu tiga tahun.
 Meski bukan berasal dari keluarga berada, Lailatul Qomariyah (27) anak  pasangan dari Saningrat (43) dan Rusmiati (40) sudah bertekad kuliah dan meraih prestasi setinggi mungkin.
Hal itu ia buktikan dengan berhasil menempuh pendidikan di Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hingga lulus doktor dengan IPK 4.0.
ANALISIS

a. BENTUK MOBILITAS SOSIAL
Peristiwa Mobilitas Sosial yang terjadi pada Lailatul merupakan contoh Bentuk Mobilitas Vertikal. Mobilitas vertikal yang terjadi pada Lailatul merupakan Mobilitas Vertikal naik dan termasuk antargenerasi. Mangapa peristiwa Lailatul termasuk Mobilitas Vertikal naik? Karena dalam peritiwa ini, Lailatul mengalami peralihan menuju tingkat yang lebih tinggi. Mengapa antargenerasi ? karena peristiwa ini terjadi pada diri Lailatul sendiri. 

b. PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas Sosial Vertikal yang terjadi adalah Penerimaan. Dalam berita ini, Lailatul menunjukkan kualitas pendidikannya sehingga dapat mendapatkan gelar doktor di usia 27 Tahun. 

c. SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Lailatul menggunakan lembaga pendidikan untuk melakukan mobilitas sosial ini.

d. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi Lailatul untuk menyabet gelar doktor adalah keadaan ekonomi kedua orang tuanya. Ayahnya yang hanyalah seorang tukang becak sebenarnya tidak pernah menyekolahkan Lailatul dengan baik, hanya saja Lailatul yang cerdas sejak SD memiliki keinginan yang kuat untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.

KOMENTAR
 Menurut saya, Lailatul, dengan usia 27, yang biasanya warga Indonesia sudah kebingungan untuk mendapatkan pasangan, Lailatul lebih memilih untuk meneruskan pendidikannya untuk membanggakan kedua orang tuanya. Lailatul patut dicontoh karena ia memanfaatkan beasiswa yang pertama kali di dapatnya saat SMA hingga mendapatkan gelar doktor. 
Pencapaian Lailatul dapat mengurangi konsekuensi yang bisa terjadi akibat mobilitas sosial, seperti banyaknya pengangguran. Gelar doktor yang dimiliki Lailatul tentunya akan dibutuhkan dalam Indonesia.

NAUZA HAFIDHA A. ( 28 )
XI IPS 2

Analisis Data Mobilitas Sosial : Ananda

KISAH SUKSES PITONO, TUKANG LAS YANG BERHASIL MEMBUAT SEPATU DENGAN MEREK TERKENAL 


- SAJIAN DATA :
Mengawali karir sebagai sales toko sepatu, mengantarkan Pitono menjadi produsen sepatu dengan merek Phyton.
Sepatu produksi Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang itu kini merambah pasar nasional.
Pitono mengatakan bahwa dirinya lulus dari Sekolah Teknik Menengah (STM) tahun 2006.
Setelah itu, Pitono merantau ke Surabaya bekerja sebagai tukang las karoseri.
Di sela rutinitasnya, Pitono mengisi waktu luangnya dengan berjualan sepatu.
Ia nekat memulai produksi sepatu dengan modal Rp 5.000.000.
Setelah beberapa waktu, ia memindahkan tempat produksinya dari Surabaya ke tempat asalnya di Kabupaten Malang.
Ia mulai melengkapi kebutuhan peralatan produksi hingga menghabiskan dana sekitar Rp 40 juta.
Sepatu yang dijualnya pun mempunyai harga yanh terjangkau. Saat ini omset perbulannya bisa mencapai 80 juta. 

- ANALISIS :
Dalam media tersebut, mobilitas yang dialami oleh Pitono merupakan bentuk mobilitas sosial vertikal naik. Karena Pitono yang mangawali karirnya dari seorang tukang las berhasil meraih kesuksesan sebagai seorang pengusaha sepatu. Dia mampu merubah derajat sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat. Dari seorang pegawai biasa menjadi pemiliki usaha yang menyedot banyak tenaga kerja. 

- FAKTOR PENDORONG : 
Dalam berita tersebut, faktor pendorong yang membuat Pitono menjadi seorang pengusaha yang sukses adalah adanya dorongan untuk merubah keadaan ekonomi keluarga. 

- PROSES MOBILITAS SOSIAL
Penerimaan : Pitono yang hanya lulusan STM membuatnya hanya bisa bekerja sebagai pegawai di las-lasan 
Kenaikan pangkat : Sifat kerja keras dan mau mencoba yang dimiliki Pitono membawa Pitono ke kehidupan yang lebih baik dan membuat Pitono menjadi seorang pengusaha yang mampu memberikan manfaat bagi orang banyak .

- SALURAN MOBILITAS SOSIAL 
Organisasi Keahlian : Berdasarkan keahlian dimiliki yang dimiliki Pitono sejak SMK. Ia berhasil memperbaiki kehidupan dan status sosialnya. 

- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL 
1. Status sosial : Status sosial yang awalnya dimiliki Pitono mendorong Pitono untuk terus berusaha dan bekerja keras merubah status sosial dan derajatnya di mata masyarakat.  
2. Keadaan ekonomi : Keadaan ekonomi Pitono yang awalnya pas-pasan bahkan terkadang kurang mendorong Pitono untuk terus berinovasi agar mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya

- KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL
1. Pitono berhasil untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya
2. Pitono menjadi warga kelas sosial yang lebih maju
3. Merasakan kepuasan karena keinginannya tercapai
4. Memberikan manfaat kepada orang lain dengan menyediakan lapangan pekerjaan

- KOMENTAR
Menurut saya, sikap kerja keras yang dimiliki oleh Pitono patut kita contoh. Sikap tidak mudah menyerah dan tidak puas terhadap apa dimiliki sekarang mendorong seseorang agar dapat merubah kehidupannya menjadi lebih baik. 

Nama : Ananda Khoirunnisa (02)

Analisis Data Mobilitas Sosial : Dheanita

🔸SAJIAN DATA

Nama media : tribunmanado.co.id
Tanggal : Jumat, 23 Oktober 2019
Judul berita : Alasan Susi Pudjiastuti tak jadi Menteri Jokowi lagi, Menko Bidang Maritim Disorot

🔸RANGKUMAN

Susi Pudjiastuti dikenal sebagai menteri beprestasi dan diakui dunia internasional. Presiden Jokowi menegaskan tidak ada visi dan misi menteri, yang ada adalah visi-misi presiden dan wapres. Penegasan yang seolah mengarah pada Susi Pudjiastuti yang kerap bertentangan dengan atasan langsung-nya Menko dan kegagalan dalam menciptakan kesejahteraan pada masyarakat.

🔸ANALISIS

A. Bentuk mobilitas yang terjadi yakni intragenerasi ke bawah. Dikarenakan Mobilitas intragenerasi  ini terjadi dalam generasi itu sendiri.

B. Faktor pendorong penurunan jabatan sebagai Menteri kelautan dan perikanan disebabkan oleh perubahan kondisi sosial. Seorang polisi mengalami kenaikan pangkat karena prestasinya yang gemilang. Susi dinilai gagal sehingga terjadi gap antara satu daerah dengan derah lainnya, ketimpangan itu membuat pendapatan sektor kelautan tidak optimal.

C. Proses penurunan jabatan dibentuk atas turunnya jabatan dalan suatu organisasi karena suatu alasan, yang akan diikuti dengan penurunan tugas, wewenang dan tanggung jawab.

D. Saluran mobilitas sosial pada Penurunan Susi Pudjiastuti sebagai menteri termasuk dalam saluran Organisasi politik karena bergerak atau berkepentingan dalam proses politik dan ilmu kenegaraan yang secara aktif tutut berperan dalam menentukan nasib bangsa.

E. Konsekuensi mobilitas sosial penurunan jabatan Susi Pudjiastuti kehilangan kedudukannya sebagai menteri kelautan dan perikanan dan gagal mewujudkan cita cita dan impian yang telah di rencanakan.


🔸PENDAPAT

Menurut pendapat saya tidak terpilihnya Susi Pudjiastiti sebagai menteri kelautan dan perikanan dalam kabinet jilid II Jokowi  sangat disayangkan padahal beliau kerap memperoleh berbagai penghargaan atas kinerjanya, tetapi bukan rahasia lagi bahwa Susi tidak bisa bekerjasama LBP sebagai menko. Pada intinya Susi sukses di fase pertama dalam menangani pencurian tetapi gagal pada fase kedua menangani kesejahteraan.

DHEANITA PUTRI RAMADHANI/ 08/ XI IPS 2

Analisis Data Mobilitas Sosial : Aldy

2 Polisi Dipecat dengan tidak hormat karna terlibat Narkoba
Senin, 18 November
Kompas

Kapolres Nias ABKP Deni Kurniawan, memimpin upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap dua anggota Kepolisian Resor Nias, Sumatera Utara, di Aula Bhayangkara, Mapolres Nias, Jalan Bhayangkara Nomor 1, Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Senin (18/11/2019).
Keduanya dipecat karena melanggar Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Pasal 12 Ayat 1 huruf a, Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.
Keduanya dipecat karena melanggar Peraturan Kapolri Nomor 14 Tahun 2011 tentang Kode Etik Profesi Polri dan Pasal 12 Ayat 1 huruf a, Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri.
"Kami berharap ini jadi pelajaran bagi anggota polisi, baik yang melakukan pelanggaran ataupun yang masih aktif," kata dia.

Kedua polisi yang dipecat tersebut yakni Brigadir JVS dan Brigadir JAL.

ANALISIS
-Mobilitas Sosial yang terjadi adalah Mobilitas Vertikal karena Dia dipecat dari polisi dan kedudukan sosialnya juga turun maupun hilang
-Berdasarkan berita tersebut saya dapat menyimpulkan bentuk Mobilitas Sosial yang terjadi adalah Mobilitas Vertikal turun karena dua polisi itu dipecat dan secara langsung jabatan dan status sosial dua polisi itu turun
-Faktor pendorong mobilitas sosial pada dua polisi tersebut adalah Faktor Individu karena dia tidak bersikap dengan baik, dan melakukan hal yang dilarang oleh hukum 
-Proses dari dua polisi tersebut adalah Pelepasan karena Jabatan Polisi itu langsung dicabut dengan tidak hormat karena melakukan hal yang melanggar hukum
-Saluran dari Mobilitas sosial tersebut adalah Saluran kekuasaan karena dia menyalah gunakan kekuasaannya dan tertangkap oleh polisi lainnya, dan dia dipecat oleh Kapolres  atas keputusan Kapolda Sumatera Utara 
-Konsekuensi Mobilitas sosialnya adalah Adaptasi terhadap mobilitas sosial, dia mungkin tidak terima dengan perlakuan ini dan selalu ingin dihormati karena dia masih menganggap dirinya adalah polisi dan dia dipenjara dan setelah bebas akan dikucilkan oleh masyarakat disekitarnya dan dia akan malu dengan dirinya

KESIMPULAN
Jadi,dari berita tersebut  yang bisa saya simpulkan adalah dengan adanya kekuasaan seseorang tidak bisa  menyalah gunakan kekuasaan tersebut untuk hal negatif, dan dengan kekuasaan pun, tidak bisa menjamin kehidupan seseorang 

Nama : Aldy Dwi Arsyad A.  (01)