Prestasi Lailatul, Anak Tukang Becak yang Raih Gelar Doktor di Usia 27 Tahun
Kompas.com
Senin, 9 September 2019 | 13.21 WIB
Lailatul Qomariyah, mahasiswa doktoral ITS Surabaya yang baru menyelesaikan sidang terbuka disertasinya tentang pemanfaatan aplikasi silika solar sel. Laila mampu menyelesaikan studi S2 ke S3 hanya dalam jangka waktu tiga tahun.
Meski bukan berasal dari keluarga berada, Lailatul Qomariyah (27) anak pasangan dari Saningrat (43) dan Rusmiati (40) sudah bertekad kuliah dan meraih prestasi setinggi mungkin.
Hal itu ia buktikan dengan berhasil menempuh pendidikan di Institut Tekhnologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hingga lulus doktor dengan IPK 4.0.
ANALISIS
a. BENTUK MOBILITAS SOSIAL
Peristiwa Mobilitas Sosial yang terjadi pada Lailatul merupakan contoh Bentuk Mobilitas Vertikal. Mobilitas vertikal yang terjadi pada Lailatul merupakan Mobilitas Vertikal naik dan termasuk antargenerasi. Mangapa peristiwa Lailatul termasuk Mobilitas Vertikal naik? Karena dalam peritiwa ini, Lailatul mengalami peralihan menuju tingkat yang lebih tinggi. Mengapa antargenerasi ? karena peristiwa ini terjadi pada diri Lailatul sendiri.
b. PROSES MOBILITAS SOSIAL
Proses Mobilitas Sosial Vertikal yang terjadi adalah Penerimaan. Dalam berita ini, Lailatul menunjukkan kualitas pendidikannya sehingga dapat mendapatkan gelar doktor di usia 27 Tahun.
c. SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Lailatul menggunakan lembaga pendidikan untuk melakukan mobilitas sosial ini.
d. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
Faktor yang mempengaruhi Lailatul untuk menyabet gelar doktor adalah keadaan ekonomi kedua orang tuanya. Ayahnya yang hanyalah seorang tukang becak sebenarnya tidak pernah menyekolahkan Lailatul dengan baik, hanya saja Lailatul yang cerdas sejak SD memiliki keinginan yang kuat untuk menempuh pendidikan setinggi mungkin.
KOMENTAR
Menurut saya, Lailatul, dengan usia 27, yang biasanya warga Indonesia sudah kebingungan untuk mendapatkan pasangan, Lailatul lebih memilih untuk meneruskan pendidikannya untuk membanggakan kedua orang tuanya. Lailatul patut dicontoh karena ia memanfaatkan beasiswa yang pertama kali di dapatnya saat SMA hingga mendapatkan gelar doktor.
Pencapaian Lailatul dapat mengurangi konsekuensi yang bisa terjadi akibat mobilitas sosial, seperti banyaknya pengangguran. Gelar doktor yang dimiliki Lailatul tentunya akan dibutuhkan dalam Indonesia.
NAUZA HAFIDHA A. ( 28 )
XI IPS 2
Tidak ada komentar:
Posting Komentar