KISAH SUKSES PITONO, TUKANG LAS YANG BERHASIL MEMBUAT SEPATU DENGAN MEREK TERKENAL
- SAJIAN DATA :
Mengawali karir sebagai sales toko sepatu, mengantarkan Pitono menjadi produsen sepatu dengan merek Phyton.
Sepatu produksi Desa Sengguruh, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang itu kini merambah pasar nasional.
Pitono mengatakan bahwa dirinya lulus dari Sekolah Teknik Menengah (STM) tahun 2006.
Setelah itu, Pitono merantau ke Surabaya bekerja sebagai tukang las karoseri.
Di sela rutinitasnya, Pitono mengisi waktu luangnya dengan berjualan sepatu.
Ia nekat memulai produksi sepatu dengan modal Rp 5.000.000.
Setelah beberapa waktu, ia memindahkan tempat produksinya dari Surabaya ke tempat asalnya di Kabupaten Malang.
Ia mulai melengkapi kebutuhan peralatan produksi hingga menghabiskan dana sekitar Rp 40 juta.
Sepatu yang dijualnya pun mempunyai harga yanh terjangkau. Saat ini omset perbulannya bisa mencapai 80 juta.
- ANALISIS :
Dalam media tersebut, mobilitas yang dialami oleh Pitono merupakan bentuk mobilitas sosial vertikal naik. Karena Pitono yang mangawali karirnya dari seorang tukang las berhasil meraih kesuksesan sebagai seorang pengusaha sepatu. Dia mampu merubah derajat sosialnya dalam kehidupan bermasyarakat. Dari seorang pegawai biasa menjadi pemiliki usaha yang menyedot banyak tenaga kerja.
- FAKTOR PENDORONG :
Dalam berita tersebut, faktor pendorong yang membuat Pitono menjadi seorang pengusaha yang sukses adalah adanya dorongan untuk merubah keadaan ekonomi keluarga.
- PROSES MOBILITAS SOSIAL
Penerimaan : Pitono yang hanya lulusan STM membuatnya hanya bisa bekerja sebagai pegawai di las-lasan
Kenaikan pangkat : Sifat kerja keras dan mau mencoba yang dimiliki Pitono membawa Pitono ke kehidupan yang lebih baik dan membuat Pitono menjadi seorang pengusaha yang mampu memberikan manfaat bagi orang banyak .
- SALURAN MOBILITAS SOSIAL
Organisasi Keahlian : Berdasarkan keahlian dimiliki yang dimiliki Pitono sejak SMK. Ia berhasil memperbaiki kehidupan dan status sosialnya.
- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MOBILITAS SOSIAL
1. Status sosial : Status sosial yang awalnya dimiliki Pitono mendorong Pitono untuk terus berusaha dan bekerja keras merubah status sosial dan derajatnya di mata masyarakat.
2. Keadaan ekonomi : Keadaan ekonomi Pitono yang awalnya pas-pasan bahkan terkadang kurang mendorong Pitono untuk terus berinovasi agar mampu mencukupi kebutuhan hidupnya dan keluarganya
- KONSEKUENSI MOBILITAS SOSIAL
1. Pitono berhasil untuk mewujudkan harapan dan cita-citanya
2. Pitono menjadi warga kelas sosial yang lebih maju
3. Merasakan kepuasan karena keinginannya tercapai
4. Memberikan manfaat kepada orang lain dengan menyediakan lapangan pekerjaan
- KOMENTAR
Menurut saya, sikap kerja keras yang dimiliki oleh Pitono patut kita contoh. Sikap tidak mudah menyerah dan tidak puas terhadap apa dimiliki sekarang mendorong seseorang agar dapat merubah kehidupannya menjadi lebih baik.
Nama : Ananda Khoirunnisa (02)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar