Cerita Awal Mula Anies Baswedan Diusung Jadi Gubernur
Nama media :
https://www.suara.com/news/2016/10/02/033629/cerita-awal-mula-anies-baswedan-diusung-jadi-gubernur
Tanggal : Minggu 02 Oktober 2016
Judul : Cerita Awal Mula Anies Baswedan Diusung Jadi Gubernur
Rangkuman :
Anies menuturkan awal mula dirinya diusung ketika berdiskusi dengan sejumlah tokoh di Masjid Sunda Kelapa terkait berbagai permasalahan di Jakarta. "Masalah yang ada di Jakarta ini banyak sekali dan harus diselesaikan dengan ikhtiar secara bersama-bersama," ujar Anies saat silaturahim di Auditorium Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat. Sabtu (1/10/2016). Kata Anies, dirinya tak pernah berkeinginan untuk maju menjadi calon gubernur DKI Jakarta. Oleh karena itu, sebelum memutuskan dirinya terlebih dahulu melakukan salat istikharah dan berkonsultasi dengan pihak keluarga. "Ketika ditanya, saya jawab akan saya pikirkan. Saya konsultasi terlebih dahulu, istikharah, bicara dengan ibu yang kebetulan di Jakarta. Sampai pada ketetapan untuk bersedia. Tapi itu di akhir. Tapi saya tidak terlibat dalam proses, karena yang terlibat pimpinan partai," tuturnya. "Bila amanat dititipkan, maka kita harus berani mengemban. Dan kita usahakan tunaikan untuk Jakarta lebih baik," imbuh Anies. Ia pun menilai kepemimpinan di Jakarta seharusnya kepemimpinan yang bisa menjangkau berbagai macam aspirasi.
Mobilitas Sosial : Perpindahan jabatan menteri menjadi gubernur Jakarta
Bentuk mobilitas :
Mobilitas Sosial Vertikal karena perpindahan yang dilakukan oleh Anies itu merupakan suatu perpindahan naik, berpindah dari ke posisi yang lebih tinggi hal ini di dasari oleh faktor pendidikan. Faktor pendidikan akan membuat seseorang mengalami kenaikan kedudukan maupun status sosialnya.
Faktor pendorong :
Faktor individu yaitu Orientasi Sikap terhadap Mobilitas. Contoh faktor individu ini adalah Pendidikan merupakan jalan ke arah mobilitas sosial untuk mendapatkan kedudukan yang diinginkan seseorang. Jika bekerja di sebuah instansi, latar belakang pendidikan yang berbeda akan berpengaruh terhadap kedudukan dan pendapatan yang selayaknya diterima. Faktor yang kedua adalah Kebiasaan Kerja. Kerja keras merupakan salah satu usaha untuk memperbaiki kedudukan sebelumnya. Walaupun kerja keras tidak sepenuhnya menjamin mobilitas naik, tidak banyak orang dapat mengalami mobilitas naik tanpa bekerja keras. Oleh karena itu, kerja keras diperlukan untuk meningkat kan prestasi kerja, yang akhirnya akan meningkat kan kedudukan seseorang. Anies adalah sosok yang pekerja keras, beliau melakukan pembangunan yang signifikan di Jakarta.
Proses terjadinya :
Anies berpindah dari yang awalnya posisi Menteri Pendidikan menjadi Gubernur DKI. Proses yang ditempuh oleh Anies bukan hal yang mudah, beliau harus mempersiapkan segala sesuatunya. Memang benar, segala sesuatu nya di upayakan juga oleh partai, dan apabila beliau mendapat amanah jadi pemimpin DKI maka ia harus menjalankannya dengan penuh amanah.
Saluran :
Organisasi politik, hal ini dapat kita ketahui dari proses Anies yang akan menjadi Gubernur DKI lewat jalan pemilu. Maka dapat diketahui bahwa setiap anggota dari kontestan peserta pemilu mempunyai peluang untuk menaikkan kedudukannya ke tingkat yang lebih tinggi. Seseorang yang dicalonkan oleh salah satu peserta pemilu untuk menjadi wakil rakyat harus pandai berorganisasi dan dapat menggerakkan massa, hal inilah yang telah di miliki oleh Anies Baswedan. Selain itu, untuk menjadi Gubernur DKI, yang bersangkutan sebelumnya harus tercantum dalam daftar orang yang berhak dipilih yang mewakili salah satu kontestan pemilu. Agar dapat terpilih, orang tersebut harus membuktikan memiliki kepribadian dan aspirasi-aspirasi yang baik. Apabila seseorang telah menjadi gubernur kedudukannya akan meningkat dari sebelumnya. Dengan demikian, organisasi politik adalah salah satu wadah bagi seseorang untuk melakukan mobilitas sosial vertikal.
Konsekwensi : Munculnya konflik yaitu Konflik Antar kelompok Sosial semisal pihak pro dan kontra terhadap kebijakan Anies dalam menuntaskan masalah banjir. Masalah masalah tersebut pasti akan terjadi mengingat itu kedudukan itu adalah perpindahan dari posisi menteri menjadi Gubernur DKI, masalah banjir dan di hadapi oleh warga DKI menjadi suatu point penting atau utama yang harus segera di tuntaskan oleh Gubernur dan warga DKI.
Kesimpulan : Terjadinya mobilitas tidak mungkin akan berjalan dengan lancar, pasti akan ada konsekwensi dalam penerapan mobilitas tersebut dan konsekwensi itu dipengaruhi oleh faktor dari dalam maupun luar, nah dalam melakukan perpindahan harus dilakukan dengan perencanaan yang matang untuk meminimalisir kegagalan. Mungkin sebagian orang menganggap kebijakan Anies terhadap masalah banjir itu gagal akan tetapi ada juga orang" yang menganggap bahwa semuanya bukan kesalahan dari Anies, dan perlu di ketahui bahwa satu kesalahan tidak bisa di jadikan sebagai alat untuk mengkudeta Anies Baswedan, seperti berita yang sedang viral bulan ini. Menurut saya, Anies adalah pemimpin yang bijak dan tegas, apa yang dilakukan oleh Pak Anies Baswedan sudah tepat, beliau bervisi misi akan membawa perubahan yang signifikan bagi DKI, tindakan tersebut dapat kita jadikan sebagai panutan dalam menentukan kebijakan yang baik untuk pembangunan bersama, kiita juga bisa mencontoh semangat kerja keras dari Pak Anies, beliau berupaya untuk mengurangi kegiatan impor dan lebih memilih mengelola produk lokal.
Saran :
Mobilitas sosial dalam konteks organisasi politik tidak akan bisa berjalan sendiri tanpa adanya kelompok yang mau mendukung kebijakan yang telah diterapkan, oleh karena itu kita sebagai warga yang taat terhadap hukum, kita harus berusaha memiliki sikap peduli terhadap sekitar dan jangan hanya bisa menyalahkan orang lain atas masalah bersama. Milikilah kesadaran dalam hidup bermasyarakat dan bernegara.
Anisa Ratna Sari
03
Tidak ada komentar:
Posting Komentar