Rabu, 05 Februari 2020

Analisis Lingkungan Mobilitas Sosial : Tasya

1. Sukir – Mendapatkan kerja langsung di Jepang 
Namanya Sukir, alumni SMK Pelayaran Tuban. Berkat hasil kerja prakteknya yang baik melalui sekolah kejuruan di Tuban yang melatihnya untuk menyalurkan bakat dan minat melalui kerja langsung, Sukir menjadi salah satu pertukaran pelajar di Jepang. 

Analisis: 
Berdasarkan deskripsi di atas, Sukir masuk ke dalam bentuk mobilitas sosial vertikal naik. Dimana terjadi perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang menjadi naik. Faktor pendorong adanya mobilitas sosial tersebut adalah faktor akses pendidikan yang diperoleh individu. Proses yang terjadi adalah mobilitas sosial naik dan masuk ke dalam kedudukan lebih tinggi juga posisi yang lebih tinggi pula. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial yang dilakukan Sukir ini adalah lembaga pendidikan. Dengan adanya mobilitas sosial ini, memperoleh konsekuensi yakni memperoleh tingkat perubahan sosial yang lebih tinggi dan mendorong seseorang untuk memajukan kualitas kehidupan. 

2. Riya- Dari jabatan pengajar menjadi kepala sekolah playgroup 
Namanya Riya, lulusan dari Unirow Tuban.  Setelah lulus kuliah, beliau langsung mendapatkan tawaran untuk mengajar di Playgroup Mutiara Bersemi di desanya sendiri. Setelah hasil kerjanya dinilai baik, Riya langsung dipasrahkan guru seniornya yang juga mengajar untuk menjadi kepala sekolah di playgroup itu. Meskipun playgroup terletak di desa kecil, hal ini membuat Riya dinilai memiliki status sosial yang cukup tinggi. 

Analisis :
Berdasarkan deskripsi di atas, Riya termasuk ke dalam bentuk mobilitas sosial vertikal naik. Dimana terjadi perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang menjadi naik. Faktor pendorong adanya mobilitas sosial tersebut adalah kualitas individu sehingga memperoleh kenaikan jabatan yang semula guru pengajar biasa tetapi dapat berubah menjabat sebagai kepala sekolah. Proses mobilitas sosial adalah naik dimana terjadi kedudukan atau posisi yang lebih tinggi. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial ini adalah lembaga ekonomi yakni memperoleh tingkat perubahan jabatan dan mempengaruhi gaji sehari-hari. Dengan adanya mobilitas sosial ini,  memperoleh konsekuensi yakni memperoleh tingkat perubahan sosial yang lebih tinggi dan secara otomatis mendapatkan prestise dalam kedudukan sosial di mata masyarakat. 

3. Sumiati - Dari merintis usaha kecil-kecilan hingga pedagang ikan besar
Namanya Ibu Sumiati .  Meskipun beliau lulusan SD, tapi beliau memiliki jiwa wirausaha yang besar. Dari awal mula menjadi buruh, menjual es dan jajanan rumah, dan baru menemukan jati dirinya yang sesungguhnya ketika berjualan ikan di Pasar Babat. Awalnya, hanyalah berjualan dari hasil tengkulakan dengan jumlah kiloan yang sedikit. Tetapi makin berani dengan tengkulak lebih besar hingga 20-40 kg per harinya. 

Analisis :
Berdasarkan deskripsi di atas maka, Ibu Parti termasuk ke dalam mobilitas sosial vertikal naik. Dimana terjadi perubahan status sosial atau kelas sosial seseorang menjadi naik. Faktor pendorong adanya mobilitas sosial tersebut adalah adanya kualitas individu yang berani mengambil resiko dalam tengkulakan banyak dan ternyata memiliki keuntungan yang besar. Proses mobilitas sosial adalah naik dimana terjadi kedudukan atau posisi yang lebih tinggi dari level pekerjaan sebelumnya. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial ini adalah ekonomi yang mempengaruhi penghasilan sehari-hari. Dengan adanya mobilitas sosial ini, memperoleh konsekuensi yakni memperoleh tingkat perubahan yakni pendapatan yang 
semakin tinggi  dan berhasil mendapatkan kedudukan sosial. 


4. Ike- jurusan perekonomian tetapi menjadi guru playgroup kecil di desanya 

Ike, adalah seorang lulusan S1 dari Universitas Brawijaya Malang. Namun, karna kesempitan lapangan pekerjaan, mau tidak mau dia harus mengajar di Playgroup Mutiara Bersemi di desanya. Terbilang playgroup sangat kecil di desanya, Ike mengajar di kesehariannya seperti mengajar menulis, menyanyi, dan kegiatan anak-anak usia dini. Meskipun begitu, Ike termasuk mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan formalitas jurusan perkuliahannya. 

Analisis :
Berdasarkan deskripsi di atas, maka Ike termasuk mobilitas sosial vertikal turun. Dimana terjadi penurunan status sosial dari mendapatkan integrasi sosial terpandang dari masyarakat malah mendapatkan sedikit penyayangan karna mendapatkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan derajat sarjananya di fakultas ekonomi. Faktor penghambat adanya mobilitas sosial yang terjadi ini adalah tidak adanya kualitas individu dan minimnya lapangan pekerjaan yang saling berpengaruh untuk mencari lulusan sesuai bidang yang berkualitas. Proses mobilitas sosial adalah turun dimana memunculkan kedudukan sosial yang dipandang turun. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial ini adalah ekonomi. Dengan adanya hal ini, ada konsekuensi yaitu menurunkan integrasi sosial dan menimbulkan pandangan yang bertentangan dengan akses pendidikan dan pekerjaan. 

5. Lucy Ariani – dari SD desa dan dapat melanjutkan di sekolah favorit 
Lucy Ariani, adalah salah satu pelajar di SMAN 1 Tuban. Dulunya, Ani hanyalah bersekolah di SD desanya yang kecil dan kurang akses baik dalam zona maupun jaringan. Tetapi Ani dapat melanjutkan sekolah diMts Model Babat yang akreditasinya baik di Lamongan, dan melanjutkan di SMA 1 Tuban 

Analisis :
Berdasarkan deskripsi di atas, maka Lucy Ariani termasuk mobilitas sosial vertikal naik. Dimana terjadi kenaikan status sosial dan mendapatkan integrasi sosial yang baik masyarakat. Faktor pendorong adanya mobilitas sosial ini adalah adanya kualitas pada individu, menjadikan Ani mampu untuk bersaing dari SD kecil ke sekolah favorit. Proses mobilitas sosial ini adalah naik, dimana mempengaruhi adanya status sosial dalam masyarakat. Saluran yang mempengaruhi mobilitas sosial ini adalah lembaga pendidikan. Dengan adanya hal ini, ada konsekuensi yaitu menaikkan status sosial dan menaikkan kedudukan Ani di dalam masyarakat maupun pendidikan.

Tasya Fatma Yanti K.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar